Visi & Misi
VISI
“Umat Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri bersama-sama dengan umat Allah Keuskupan Agung Semarang dengan bimbingan Roh Kudus berupaya semakin menjadi persekutuan paguyuban-paguyuban murid-murid Yesus Kristus yang beriman mendalam, tangguh, dan bersemangat missioner sehingga semakin signifikan dan relevan bagi umat dalam masyarakat”.
MISI
Untuk mewujudkan Visi, Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri memiliki misi sebagai berikut,
“Umat Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri bersama-sama dengan umat Allah Keuskupan Agung Semarang dengan bimbingan Roh Kudus berupaya semakin menjadi persekutuan paguyuban-paguyuban murid-murid Yesus Kristus yang beriman mendalam, tangguh, dan bersemangat missioner sehingga semakin signifikan dan relevan bagi umat dalam masyarakat”.
MISI
Untuk mewujudkan Visi, Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri memiliki misi sebagai berikut,
- Berperan secara aktif mengembangkan habitus baru berdasarkan semangat Injil dengan beriman mendalam dan tangguh.
- Dengan semangat misioner ikut secara aktif dalam mewujudkan kesejahteraan umum.
Susunan Pengurus Dewan Pastoral Paroki
Your browser does not support viewing this document. Click here to download the document.
Wilayah & Lingkungan
Gereja Katolik Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri, memiliki sebaran Wilayah dan Lingkungan sebagai berikut :
Pada tahun 1982, Kring Paulus berkembang menjadi dua kring, yaitu Kring Titus dan Kring Timotius. Seiring dengan perkembangan dan perluasan daerah, pada tahun 2003, berdirilah Perumahan Giri Asri yang membuat bertambahnya satu kring/lingkungan, yakni Lingkungan Barnabas.
Dengan demikian Wilayah Kota Utara terdapat empat Lingkungan, yaitu Lingkungan Lukas, Titus, Timotius, dan Barnabas.
Gereja Katolik St. Petrus Selogiri selesai dibangun pada hari Senin, 17 Juni 1991. Gereja ini diresmikan oleh Mgr. Yohanes Hadi Wikarto. Beliau adalah Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang. Awal perkembangan Umat Katolik di Lingkungan Salib Suci Kedungsono berawal pda tahun 1977 atas jasa Kepala Desa pada waktu itu yakni (Alm) Bapak Titus Sahid Sukendro dan Romo Soetopanitra,SJ. Pada tahun 1981 pembangunan gereja dimulai dengan peletakan batu pertama dan kurang dari satu tahun, gereja selesai dibangun yakni Gereja Katolik Santo Paulus.
Seiring dengan perkembangan umat di wilayah tersebut, pada tahun 1983 menempati tanah Kas Desa dibangun gedung gereja dengan nama Santo Pelindung Fransiskus Xaverius. Nama ini diambiil untuk mengenang jasa Bapak FX. Suparjo. Saat ini Wilayah mento berkembang menajdi tiga lingkungan yakni Lingkungan Petrus, Lingkungan Paulus, dan Lingkungan Barnabas.
Dalam perkembangan pertama kali Gereja Eromoko masuk wilayah Paroki Baturetno. Hanya saja jarak tempuh yang sangat jauh dan guna memudahkan komunikasi pada saat itu maka Gereja Eromoko dipindahan ke Paroki Wonogiri sampai sekarang. Tahun 2007 gereja melakukan relokasi di tanah yang sama dan diresmikan oleh Uskup Agung Mgr. Ignatius Suharyo. Perkembangan umat selanjutnya, di Wilayah Eromoko dibagi menjadi tiga lingkungan yakni Lingkungan Aloysius, Lingkungan Xaverius, dan Lingkungan Petrus Kanisius.
Pada tahun 1984, Kapel St. Thomas Jlegong dibangun sebagai wujud nyata dan usaha umat linkungan St. Thomas dalam kehidupan menggereja. Lingkungan St. Thomas dimekarkan menjadi dua lingkungan yakni Lingkungan Thomas dan Lingkungan Maria.
Dan pada tahun 1999, umat di Dukuh Logung dan sekitarnya mendirikan Kapel dan memilih St. Lazarus sebagai pelindung dengan harapan bisa menjadi teladan, perantara dan membawa pengharapan bagi umat. Pada saat ini Wilayah Ngadirojo terdiri dari empat lingkungan yaitu Lingkungan Maria Immaculata, Lingkungan Lazarus Logung, Lingkungan Thomas Jlegong, dan Lingkungan Maria Jlegong.
Umat Katolik di wilayah ini terus berkembang dan pada tahun 1984. Gereja selesai dibangun dan diresmikan oleh Rm. Djoyo Siswoyo, Pr dengan nama Gereja Santa Martha. Pada saat ini Wilayah Mlokomanis Wetan mempunyai empat lingkungan yaitu Lingkungan Paulus, Lingkungan Petrus, Lingkungan Simon, dan Lingkungan Stefanus.
Pada tahun 2000 di Bubakan dibangun Kapel Marganingsih dengan gotong-royong umat dibantu dari Paroki. Pada tahun 2016 keluarga Bapak Yohanes Khartib yang sudah almarhum, memberi sebidang tanah beserta rumahnya sebagai tempat ibadah umat Katolik di wilayah ini. Surat izin diberikan oleh pemerintah setempat dengan Surat Keterangan Kepala Desa Jendi No. 451.1/52/2016 tanggal 11-02-2016 yang diketahui oleh Camat Girimarto. Kemudian rumah tersebut dijadikan tempat beribadah dan Kapel Wilayah Girimarto. Pada saat ini Wilayah Girimarto dibagi menjadi tiga lingkungan yakni Lingkungan Veronika, Linkungan Clara Waleng, dan Lingkungan Maria Marganingsih Bubakan.
Seiring perjalanan waktu, atas kesepakatan umat dan persetujuan dari Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri, nama pelindung Gereja Wilayah Jatisrono yang semula Santa Maria kemudian diubah menjadi Santa Perawan Maria Ratu Damai. Hari jadi Wilayah Jatisrono ditetapkan tanggal 18 Agustus 1960. Sedangkan pesta nama pelindung pada tanggal 22 Agustus. Perubahan dan penetapan tersebut resmi dilakukan pada Perayaan Ekaristi Paskah tanggal 16 April 2017. Hal tersebut ditandai dengan ditanda tanganinya Berita Acara Perubahan dan Penetapan Nama Pelindung Gereja Katolik Wilayah Jatisrono, Nomor : 06/Wil.Sanmarino/Jto/IV/2017 tertanggal 16 April 2017.
Perubahan nama pelindung Gereja Katolik Wilayah Jatisrono tersebut kemudian melahirkan pula perubahan nama pelindung lingkungan dan kelompok doa yang ada di Wilayah Jatisrono. Perubahan dan pembaruan tersebut dilakukan dalam Rapat Pengurus Wilayah dan Lingkungan pada hari Minggu Pon tanggal 23 April 2017 dan menghasilkan beberapa hal, yaitu :
- Wilayah Kota Utara
Pada tahun 1982, Kring Paulus berkembang menjadi dua kring, yaitu Kring Titus dan Kring Timotius. Seiring dengan perkembangan dan perluasan daerah, pada tahun 2003, berdirilah Perumahan Giri Asri yang membuat bertambahnya satu kring/lingkungan, yakni Lingkungan Barnabas.
Dengan demikian Wilayah Kota Utara terdapat empat Lingkungan, yaitu Lingkungan Lukas, Titus, Timotius, dan Barnabas.
- Wilayah Kota Tengah
- Wilayah Kota Timur
- Wilayah Kota Selatan
- Wilayah Selogiri-Kedung Sono
Gereja Katolik St. Petrus Selogiri selesai dibangun pada hari Senin, 17 Juni 1991. Gereja ini diresmikan oleh Mgr. Yohanes Hadi Wikarto. Beliau adalah Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang. Awal perkembangan Umat Katolik di Lingkungan Salib Suci Kedungsono berawal pda tahun 1977 atas jasa Kepala Desa pada waktu itu yakni (Alm) Bapak Titus Sahid Sukendro dan Romo Soetopanitra,SJ. Pada tahun 1981 pembangunan gereja dimulai dengan peletakan batu pertama dan kurang dari satu tahun, gereja selesai dibangun yakni Gereja Katolik Santo Paulus.
- Wilayah Timang-Badran
- Wilayah Mento
Seiring dengan perkembangan umat di wilayah tersebut, pada tahun 1983 menempati tanah Kas Desa dibangun gedung gereja dengan nama Santo Pelindung Fransiskus Xaverius. Nama ini diambiil untuk mengenang jasa Bapak FX. Suparjo. Saat ini Wilayah mento berkembang menajdi tiga lingkungan yakni Lingkungan Petrus, Lingkungan Paulus, dan Lingkungan Barnabas.
- Wilayah Wuryantoro
- Wilayah Manyaran
- Wilayah Eromoko
Dalam perkembangan pertama kali Gereja Eromoko masuk wilayah Paroki Baturetno. Hanya saja jarak tempuh yang sangat jauh dan guna memudahkan komunikasi pada saat itu maka Gereja Eromoko dipindahan ke Paroki Wonogiri sampai sekarang. Tahun 2007 gereja melakukan relokasi di tanah yang sama dan diresmikan oleh Uskup Agung Mgr. Ignatius Suharyo. Perkembangan umat selanjutnya, di Wilayah Eromoko dibagi menjadi tiga lingkungan yakni Lingkungan Aloysius, Lingkungan Xaverius, dan Lingkungan Petrus Kanisius.
- Wilayah Ngadirojo
Pada tahun 1984, Kapel St. Thomas Jlegong dibangun sebagai wujud nyata dan usaha umat linkungan St. Thomas dalam kehidupan menggereja. Lingkungan St. Thomas dimekarkan menjadi dua lingkungan yakni Lingkungan Thomas dan Lingkungan Maria.
Dan pada tahun 1999, umat di Dukuh Logung dan sekitarnya mendirikan Kapel dan memilih St. Lazarus sebagai pelindung dengan harapan bisa menjadi teladan, perantara dan membawa pengharapan bagi umat. Pada saat ini Wilayah Ngadirojo terdiri dari empat lingkungan yaitu Lingkungan Maria Immaculata, Lingkungan Lazarus Logung, Lingkungan Thomas Jlegong, dan Lingkungan Maria Jlegong.
- Wilayah Mlokomanis Wetan
Umat Katolik di wilayah ini terus berkembang dan pada tahun 1984. Gereja selesai dibangun dan diresmikan oleh Rm. Djoyo Siswoyo, Pr dengan nama Gereja Santa Martha. Pada saat ini Wilayah Mlokomanis Wetan mempunyai empat lingkungan yaitu Lingkungan Paulus, Lingkungan Petrus, Lingkungan Simon, dan Lingkungan Stefanus.
- Wilayah Sidoharjo
- Wilayah Girimarto
Pada tahun 2000 di Bubakan dibangun Kapel Marganingsih dengan gotong-royong umat dibantu dari Paroki. Pada tahun 2016 keluarga Bapak Yohanes Khartib yang sudah almarhum, memberi sebidang tanah beserta rumahnya sebagai tempat ibadah umat Katolik di wilayah ini. Surat izin diberikan oleh pemerintah setempat dengan Surat Keterangan Kepala Desa Jendi No. 451.1/52/2016 tanggal 11-02-2016 yang diketahui oleh Camat Girimarto. Kemudian rumah tersebut dijadikan tempat beribadah dan Kapel Wilayah Girimarto. Pada saat ini Wilayah Girimarto dibagi menjadi tiga lingkungan yakni Lingkungan Veronika, Linkungan Clara Waleng, dan Lingkungan Maria Marganingsih Bubakan.
- Wilayah Jatisrono
- Bapak HY. Subardal (Jatisrono)
- Bapak Ig. Sugiyanto (Jatisrono)
- Bapak Hadi Suwarno ( Jatipurno)
- Bapak Ngadimin ( Sidoharjo)
- Bapak Sularto (Sidoharjo)
- Bapak Alfonsus Sudiarto (Slogohimo)
Seiring perjalanan waktu, atas kesepakatan umat dan persetujuan dari Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri, nama pelindung Gereja Wilayah Jatisrono yang semula Santa Maria kemudian diubah menjadi Santa Perawan Maria Ratu Damai. Hari jadi Wilayah Jatisrono ditetapkan tanggal 18 Agustus 1960. Sedangkan pesta nama pelindung pada tanggal 22 Agustus. Perubahan dan penetapan tersebut resmi dilakukan pada Perayaan Ekaristi Paskah tanggal 16 April 2017. Hal tersebut ditandai dengan ditanda tanganinya Berita Acara Perubahan dan Penetapan Nama Pelindung Gereja Katolik Wilayah Jatisrono, Nomor : 06/Wil.Sanmarino/Jto/IV/2017 tertanggal 16 April 2017.
Perubahan nama pelindung Gereja Katolik Wilayah Jatisrono tersebut kemudian melahirkan pula perubahan nama pelindung lingkungan dan kelompok doa yang ada di Wilayah Jatisrono. Perubahan dan pembaruan tersebut dilakukan dalam Rapat Pengurus Wilayah dan Lingkungan pada hari Minggu Pon tanggal 23 April 2017 dan menghasilkan beberapa hal, yaitu :
- Lingkungan Maria 1 berubah nama menjadi Lingkungan Fransiskus Solanus.
- Lingkungan Maria 2 berubah nama menjadi Lingkungan Herman Yoseph.
- Nama pelindung Kelompok Doa Lingkungan Herman Yoseph dalam kota adalah Andreas Rasul.
- Nama pelindung Kelompok Doa Lingkungan Herman Yoseph di Jatipurno adalah Simeon.
- Nama pelindung Kelompok Doa Lingkungan Herman Yoseph di Tasikhargo adalah Theresia dari Avila.
- Wilayah Purwantoro
Gereja & Kapel di Wonogiri
Gereja Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri
Alamat : Jl. Murtipranoto, 1, Wonogiri, 57612, Sanggrahan, Giripurwo, Wonogiri
Alamat : Jl. Murtipranoto, 1, Wonogiri, 57612, Sanggrahan, Giripurwo, Wonogiri
|
Kapel Santo Paulus, Wonokarto
Alamat : Jl. M.T. Haryono, Wonokarto Tengah, Wonokarto, Wonogiri, Jawa Tengah 57612 Kapel Santo Paulus, Kedungsono
Alamat : Barangkulon, Kedungsono, Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57563 Kapel Santa Theresia, Badran
Alamat : Badran Rt 02 Rw 12, Wonokerto, Wonogiri Kapel Santo Kristoforus, Wuryantoro
Alamat : Rt 01 Rw 05 Jl. Manyaran, Jati, Mlopoharjo, Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah 57661 Kapel Santo Petrus, Pondoksari
Alamat : Dusun Pondok Sari Rt 03 Rw 10,Sumberejo, Wuryantoro, Wonogiri Kapel Santo Petrus dan Paulus, Manyaran
Alamat : Tambakan Rt 03 Rw 01, Karanglor, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah 57662 Kapel Santo Antonius, Nglangkir
Alamat : Rt 003 Rw 008, Pijiharjo, Manyaran, Wonogiri Kapel Santa Maria Immaculata, Ngadirojo
Alamat : Niru Wetan, Ngadirojo Kidul, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah 57681 Kapel Santo Thomas, Jlegong
Alamat : Jlegong, Gemawang. Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah 57681 Kapel Santo Petrus, Sidoharjo
Alamat : Jl. Sidoharjo-Wonogiri, Tremes, Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah 57682 Kapel Marganingsih, Bubakan
Alamat : Candirejo Rt 08 Rw 04, Bubakan, Girimarto, Wonogiri Kapel Santo Petrus Chrisologus, Purwantoro
Alamat : Jalan Jatiroto, Purwantoro, Dangkrang, Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah 57695 |
Kapel Santo Petrus, Selogiri
Alamat : Kenangan, Gemantar, Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57652 Kapel Roh Kudus, Timang
Alamat : Timang Kulon, Wonokerto, Kec. Wonogiri, Jawa Tengah 57615 Kapel Santo Fransiskus Xaverius, Mento
Alamat : Jl. Raya Mento, Gendaran, Wonoharjo, Kec. Wonogiri, Jawa Tengah 57615 Kapel Santa Maria Bunda Gereja, Gumiwang
Alamat : Gumiwang Rt 02 Rw 01, Gumiwang Lor, Wuryantoro, Wonogiri Kapel Santo Fransiskus Xaverius, Tiken
Alamat : Tiken Rt 04 Rw 10, Pulutan wetan, Wuryantoro, Wonogiri Kapel Santo Petrus, Bero
Alamat : Pageyan Rt 01 Rw 08, Desa Bero, Kecamatan Manyaran Kapel Santo Ignatius, Eromoko
Alamat : Jl. Raya Pracimantoro-Wonogiri, Watulembu Kidul, Puloharjo, Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah 57663 Kapel Lazarus, Logung
Alamat : Logung Rt.03 Rw.14, Dusun Lagung, Kerjo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah 57681 Kapel Santa Marta, Mlokomanis Wetan
Alamat : Dusun Dung Winong, Mlokomanis Wetan, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah 57681 Kapel Santo Yohanes Pembaptis, Girimarto
Alamat : Jl Raya Sidoharjo Girimarto Km 6 Jendi Girimarto, Wonogiri Kapel Santa Maria, Jatisrono
Alamat : Dusun Jatisrono, Rt 01 Rw 01, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah 57691 Kapel Santo Mikael, Slogohimo
Alamat : Jl. Slogohimo, Dusun Ngerjopuro, Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah 57694 |
Kapel Santo Fransiskus Xaverius, Bulukerto
Alamat : Nguneng Rt 05 Rw 01, Puhpelem, Bulukerto, Wonogiri
Alamat : Nguneng Rt 05 Rw 01, Puhpelem, Bulukerto, Wonogiri