Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

Berita Paroki

Di Tengah Perbukitan yang Mengering, Umat Berhimpun dalam Novena Putaran Kelima di Gua Maria Sendang Klayu Jlegong

10/25/2026

0 Comments

 
NGADIROJO, 25 Oktober 2026 — Di tengah perbukitan Ngadirojo yang vegetasinya mulai mengering, kesejukan masih terasa menyelimuti kawasan Gua Maria Fatima Sendang Klayu Jlegong. Di tempat yang jauh dari keramaian itu, umat dari berbagai wilayah dan lingkungan berkumpul untuk mengikuti Perayaan Ekaristi Novena Putaran Kelima pada Minggu, 25 Oktober 2026. Perayaan yang dipimpin oleh Romo Alexander Joko Purwanto, Pr. ini menjadi bagian dari rangkaian novena yang diselenggarakan setiap Minggu Kliwon. Meskipun pepohonan dan vegetasi di sekitar perbukitan tampak kering kerontang, suasana di kawasan gua Maria tetap menghadirkan kesejukan bagi umat yang datang untuk berdoa dan berziarah.

Sebelum Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 10.00 WIB, umat terlebih dahulu mengikuti doa Rosario selama 30 menit. Doa ini menjadi bagian dari persiapan batin sebelum memasuki perayaan, ketika umat bersama-sama mengarahkan hati kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Kehadiran umat dari berbagai wilayah dan lingkungan menambah suasana kebersamaan dalam perayaan tersebut. Salah satu yang menarik perhatian ialah rombongan peziarah dari Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga. Mereka datang dengan kompak mengenakan kaus berwarna senada dan tiba tepat waktu sebelum Perayaan Ekaristi dimulai.

Sementara itu, tugas paduan suara dipercayakan kepada umat dari Wilayah Mloko. Kehadiran mereka turut mengiringi perayaan liturgi,  menyatukan suara umat dalam doa dan pujian yang dipersembahkan bersama. Di akhir Perayaan Ekaristi, terdapat doa novena dan pembakaran ujub doa. Melalui rangkaian tersebut, umat membawa intensi dan harapan masing-masing, menyerahkannya kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Ujub doa menjadi salah satu ungkapan iman umat dalam mempercayakan berbagai pergulatan dan harapan hidup kepada Tuhan.

Dalam wawancara singkat bersama tim Komunikasi Sosial (KOMOS), Romo Joko menyampaikan undangan terbuka bagi umat yang memiliki devosi kepada Bunda Maria untuk hadir dalam perayaan tersebut. “Silahkan kepada Bapak Ibu, yang punya devosi kepada Bunda Maria bisa hadir dalam Perayaan Ekaristi di Gua Maria Sendang Klayu Jlegong,” ungkapnya. Ajakan tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk terus merawat kehidupan doa sekaligus mengambil bagian dalam persekutuan iman. Devosi tidak hanya menjadi ungkapan kedekatan pribadi dengan Bunda Maria, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan umat dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.
Di Gua Maria Sendang Klayu Jlegong, setiap umat datang dengan intensi dan harapan yang mungkin berbeda. Ada doa yang dipanjatkan untuk keluarga, ada pergulatan yang ingin diserahkan, dan ada pula harapan yang hanya dapat diungkapkan dalam keheningan. Semua itu bertemu dalam satu perayaan, dalam doa yang dipanjatkan bersama dan iman yang terus dihidupi. Di tengah perbukitan yang mengering, kehadiran umat menjadi gambaran bahwa perjalanan iman tetap berlangsung dalam berbagai keadaan. Alam boleh berubah mengikuti musim, tetapi kerinduan untuk datang, berdoa, dan menyerahkan harapan kepada Tuhan tetap menemukan tempatnya.

Perayaan Novena di Gua Maria Fatima Sendang Klayu Jlegong diselenggarakan setiap Minggu Kliwon. Romo Joko mengundang umat yang memiliki devosi kepada Bunda Maria untuk hadir dan mengambil bagian dalam rangkaian Perayaan Ekaristi berikutnya. Melalui perjumpaan dalam doa ini, Gua Maria Sendang Klayu Jlegong terus menjadi tempat bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan, membawa intensi masing-masing, dan kembali menapaki kehidupan dengan harapan yang dipercayakan kepada Tuhan.
​
-Rachel SH
0 Comments

Luar Biasa! 19 Remaja Katolik Wonogiri Rela Jaga Parkir demi Hadiri Misa 100 Tahun Misi di Surakarta

10/18/2026

0 Comments

 
SURAKARTA — Ada kisah inspiratif dan penuh perjuangan di balik partisipasi umat Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri dalam Perayaan Misa 100 Tahun Misi Kevikepan Surakarta. Acara akbar ini diselenggarakan di Auditorium Regina Pacis Surakarta pada Minggu, 18 Oktober 2026. Sebanyak 19 remaja dari kelompok Pendampingan Iman Remaja (PIR) Wonogiri hadir dengan membawa semangat kemandirian yang patut diacungi jempol.

Didampingi oleh Frater Yosep Bambang Pamungkas dan Cyrullus Ikken Devstiandra, para remaja ini tidak sekadar datang sebagai peserta. Demi bisa membiayai transportasi keberangkatan ke Solo, mereka berinisiatif menggalang dana secara swadaya dengan menjadi juru parkir di lingkungan gereja! Usaha keras ini mereka lakukan setia seminggu sekali selama lima pekan berturut-turut, mulai dari pertengahan September hingga Sabtu (17/10) kemarin. Jerih payah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat misioner dan kemandirian sudah menyala dalam diri mereka.

Setibanya di lokasi acara, rasa lelah mereka terbayar lunas. Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Episkopal meriah yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr., sebagai selebran utama. Mengusung tema "One in Christ, United in Mission", acara berlangsung penuh sukacita dan dilanjutkan dengan dinamika seru bersama para animator.  

Acara ini tidak hanya berisi doa, tetapi juga pembekalan materi yang sangat relevan dengan dunia anak muda saat ini, yaitu seputar pewartaan lewat konten digital:

Sesi Pertama: diisi oleh Wandy Murti, sosok content creator di balik akun Instagram @suka_sembahyang. Ia membagikan rahasia bagaimana meracik sebuah konten yang dari luar terlihat ringan dan kekinian, namun tetap memiliki kesan mendalam dan mampu mewartakan nilai-nilai kebaikan.

Sesi Kedua: dibawakan oleh Sr. M. Rita, AK (Suster Abdi Kristus). Beliau mengajak peserta menyelami proses di balik layar (backstory) pembuatan sebuah konten. Mulai dari cara menggali ide hingga bagaimana memastikan konten tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menyalahi norma serta hukum yang berlaku.   

Selain mendapatkan ilmu baru, para remaja juga berkesempatan mengikuti ice breaking, mengunjungi stand promosi panggilan (propang), hingga menantikan pengumuman pembagian hadiah aksi.

Melalui perjuangan swadaya menggalang dana parkir hingga partisipasi aktif dalam perayaan 100 Tahun Misi ini, diharapkan benih-benih misioner yang tangguh sungguh tumbuh dan mengakar dalam diri anak-anak PIR Wonogiri. Pengalaman berharga ini sekaligus menjadi langkah awal yang sangat baik untuk menyambut fokus Arah Dasar (ARDAS) Keuskupan Agung Semarang di tahun depan yang menitikberatkan pada formatio (pembinaan) iman umat. Satu Iman, Satu Hati, Satu Klik untuk Kristus! Berkah Dalem.

(ags/komsos)

0 Comments

Dari Reuni Pasca-Pandemi Menjadi Rutinitas, Trofeo Tiga Paroki Rajut Persaudaraan di Bonoharjo

9/20/2026

0 Comments

 
BONOHARJO — Lapangan sepak bola di Paroki Bonoharjo menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi umat Paroki Wonogiri, Paroki Jumapolo, dan Paroki Bonoharjo, Minggu (20/9/2026). Bertajuk “Merawat Persaudaraan dalam Sukacita”, ketiga paroki menggelar trofeo, yaitu pertandingan sepak bola persahabatan segitiga,  yang tidak sekadar menghadirkan pertandingan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan lintas paroki dan lintas generasi.​


Pertandingan dimulai pukul 15.30 WIB dan mempertemukan tiga tim dalam tiga laga, yakni Paroki Jumapolo melawan Paroki Bonoharjo, Paroki Bonoharjo melawan Paroki Wonogiri, serta Paroki Wonogiri melawan Paroki Jumapolo.

Suasana pertandingan berlangsung meriah. Canda dan tawa sesekali terdengar di tengah pertandingan, sementara sorak-sorai para pendukung menambah semarak suasana. Yang menarik, sejumlah imam Keuskupan Agung Semarang (KAS) turut turun ke lapangan dan bermain bersama umat.

Sedikitnya sembilan  imam dan dua frater ikut meramaikan pertandingan tersebut. Mereka antara lain Romo Ivan dari Paroki Wonogiri, Romo Iswahyudi dari Promasan, Romo Anton dari Sedayu, Romo Ristata dari Bonoharjo, Romo Sapto Nugroho dari Nanggulan, Romo Suprihadi dari Purbowardayan, Romo Yudono Suwondo dari Kidul Loji, Romo Budi dari Ungaran, Romo Y. Sunaryadi selaku Vikep Jogja Barat, serta Frater Tantra dan Frater Panji dari Kentungan.

Kehadiran para imam dan frater membuat suasana semakin cair. Para gembala dan umat berbaur tanpa sekat, menikmati permainan sekaligus merayakan kebersamaan melalui olahraga.

Berawal dari Reuni Mantan Mudika
Pertemuan sepak bola lintas wilayah dan paroki ini ternyata berawal dari sebuah reuni sederhana.

Menjelang peringatan HUT Paroki Wonogiri pada 2023, sejumlah umat yang pernah aktif sebagai Mudika dan memiliki pengalaman dalam persepakbolaan paroki kembali bertemu. Andi dan Mursid dari Timang berjumpa dengan Andreas, Daniel, Kuyud, Indras, Topo, dan sejumlah teman dari Sidoharjo. Pertemuan itu kemudian melahirkan gagasan untuk mengadakan reuni melalui pertandingan sepak bola.

Gagasan tersebut diwujudkan dalam Fun Game pertama di Lapangan Ngasinan, wilayah Mento, Wonogiri, pada Juli 2023.

Pertemuan di lapangan hijau itu ternyata tidak berhenti sebagai ajang reuni para mantan Mudika. Kegiatan kemudian berkembang dengan melibatkan generasi penerus, terutama Orang Muda Katolik (OMK). Pertandingan digelar secara bergilir meskipun pada awalnya belum berlangsung secara rutin.

Dari Juli 2023 hingga Desember 2025, kegiatan sepak bola bersama telah berlangsung di sejumlah tempat, antara lain Mento, Timang, Sidoharjo, Mloko, dan Jlegong-Ngadirojo.

Memasuki 2026, kegiatan tersebut mulai menemukan ritme baru. Kehadiran Rm. Heribertus Budi Purwantoro, Pr., dalam tugasnya di Wonogiri turut memberi warna bagi komunitas sepak bola paroki. Pertemuan yang sebelumnya berlangsung tidak teratur mulai dapat dilaksanakan hampir setiap bulan.

Lapangan yang digunakan pun semakin beragam. Selain Timang, Mento, Sidoharjo, Mloko, dan Ngadirojo, kegiatan mulai merambah Wuryantoro serta Bero-Manyaran.

Semangat kebersamaan itu juga mulai meluas ke paroki-paroki lain di KAS. Teman-teman dari Paroki Jumapolo dan Danan, hingga Paroki Bonoharjo yang berada di Kevikepan Jogja Barat, turut bergabung dalam pertandingan bersama.

Dari Trofeo Pertama hingga Trofeo Jilid II
Puncak perkembangan kegiatan sepak bola lintas paroki terjadi pada Mei 2026. Untuk pertama kalinya digelar trofeo yang mempertemukan tim Wonogiri, Jumapolo, dan Bonoharjo di Lapangan Ngasinan.

Pertandingan tersebut semakin istimewa karena diikuti sembilan imam KAS yang turut bermain bersama umat. Selain dua imam yang saat itu berkarya di Wonogiri, Romo A. Joko Purwanto, Pr. dan Romo Heribertus Budi Purwantoro, Pr., hadir pula Romo Petrus Dwi Purnomo Adi “Ipung”, Pr., putra daerah Selogiri yang saat itu berkarya di Sukoharjo, serta Romo Ignatius Fajar Kristianto, Pr., putra daerah Mento yang sedang menjalani karya di Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan.

Sejumlah imam dari paroki tetangga juga turut bergabung. Dari Bonoharjo, Romo Ristata hadir bersama tim, sementara Romo Yudono Suwondo, Vikep Jogja Barat, ikut meramaikan pertandingan sebagai penjaga gawang.

Kebersamaan tersebut berlanjut pada 19 Juli 2026 melalui Farewell Game, sebuah fun game internal Paroki Wonogiri yang digelar untuk mengantar perpisahan dengan Romo Budi sebelum menjalani tugas perutusan baru di Ungaran.

Setelah jeda selama satu bulan karena euforia Kemerdekaan RI, kegiatan sepak bola kembali digelar. Kali ini Paroki Bonoharjo mendapat giliran menjadi tuan rumah Trofeo Jilid II pada Minggu (20/9/2026).

Rombongan Paroki Wonogiri yang terdiri atas sekitar 20 delegasi bertolak menuju Gereja Katolik Maria Mater Dei, Bonoharjo. Di antara mereka terdapat para pemain seperti Pak Andi, Pak Mursid, Pak Ibin, Pak Wahyu, dan Oscar Revan, serta para suporter dan tim Komsos.

Setibanya di Bonoharjo, rombongan disambut hangat oleh Romo Ag. Sudarisman dan Romo Ristata, bersama umat Paroki Bonoharjo.

Persaudaraan Berlanjut di Meja Makan
Pertandingan berakhir sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, berakhirnya pertandingan tidak berarti berakhir pula kebersamaan.

Setelah membersihkan diri, seluruh peserta berkumpul di Aula Paroki Bonoharjo untuk menikmati santap malam dan mengikuti ramah tamah. Percakapan hangat, canda, dan tawa kembali mengisi suasana. Para pemain yang sebelumnya berhadapan di lapangan kini duduk bersama sebagai saudara.

Bagi para peserta, sepak bola menjadi pintu masuk bagi perjumpaan yang lebih luas. Dari sebuah reuni mantan Mudika, kegiatan ini berkembang menjadi perjumpaan rutin yang melibatkan OMK, umat lintas wilayah, lintas paroki, serta para imam.

Mewakili rombongan, umat Paroki Wonogiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Paroki Bonoharjo dan Paroki Jumapolo atas kehangatan persaudaraan yang telah dibangun melalui kegiatan tersebut.

Trofeo diharapkan terus menjadi ruang perjumpaan pastoral yang sederhana, sehat, dan menggembirakan. Rencana berikutnya adalah Trofeo Jilid III yang akan digelar di Jumapolo pada Mei 2027.

Dari lapangan hijau, persaudaraan terus dirawat dan dirayakan.

Satu iman, satu persaudaraan, terus melangkah bersama!

(ags/mita/komsos/andi)







0 Comments

Touring Solidaritas Paroki Wonogiri ke Danan Ramaikan HUT ke-60 Kevikepan Surakarta

9/13/2026

0 Comments

 
Wonogiri – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kevikepan Surakarta terus bergema di wilayah Rayon Selatan. Pada Minggu (13/9/2026), umat Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri menggelar kegiatan touring persaudaraan menuju Paroki Santo Ignatius Danan. Mengusung semangat persaudaraan dalam tema besar “Nyawiji, Mawutuh, Andum Berkah”, perjalanan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk membangun kebersamaan sekaligus memberikan dukungan kepada tim bola voli Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri yang berlaga dalam Turnamen Voli Antar Paroki Rayon Selatan.

Rombongan touring bertolak bersama dari Gereja Pusat Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri sekitar pukul 09.00 WIB. Mengambil rute perjalanan melintasi Baturetno, iring-iringan kendaraan melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Bola Voli Paroki Santo Ignatius Danan. Setibanya di lokasi, rombongan langsung bergabung di sekitar lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim voli putri Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri yang sedang bertanding. Sorak-sorai para supporter menambah semarak suasana pertandingan sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan umat kepada para pemain.

Dukungan Suporter Bawa Energi bagi Tim PutriSemangat para supporter ternyata menjadi energi tersendiri bagi tim voli putri. Dengan persiapan yang cukup singkat, tim putri tetap mampu menunjukkan kekompakan dan semangat juang selama pertandingan hingga berhasil meraih kemenangan. Salah satu pemain yang mengungkapkan rasa bahagianya atas kemenangan tersebut. Menurutnya, kehadiran supporter dalam jumlah banyak memberikan tambahan semangat bagi seluruh pemain.

“Pastinya happy banget bisa menang. Supporter yang datang cukup banyak dan itu menambah semangat banget buat kami setim. Yang paling berkesan, ini pertama kalinya paroki mengadakan event seperti ini dan kami bisa ikut berpartisipasi,” ungkap Tanaya Kasihasa atau akrab dipanggil Naya. 

Naya juga menceritakan bahwa persiapan tim dilakukan dalam waktu yang cukup terbatas. Informasi mengenai pertandingan yang diterima secara mendadak membuat tim hanya memiliki kesempatan dua kali untuk berlatih bersama.”Informasinya termasuk mendadak, jadi kami hanya berkesempatan latihan dua kali. Tapi puji Tuhan, dengan kesempatan latihan yang minim, tim bisa sangat kompak dan memberikan hasil maksimal,” lanjutnya.

Kemenangan tim voli putri pun menjadi salah satu momen yang menambah sukacita rombongan touring. Dukungan yang diberikan tidak hanya menjadi penyemangat bagi pemain, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan umat Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri dalam mengikuti rangkaian perayaan HUT Kevikepan Surakarta.

Ramah Tamah di Rumah Romo SiwiMemasuki waktu jeda pertandingan, rombongan touring kemudian bergeser menuju kediaman Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk beristirahat sekaligus menjalin silaturahmi dalam suasana yang lebih akrab dan kekeluargaan.Suasana hangat terasa selama rombongan berada di kediaman Romo Siwi. Dalam kesempatan tersebut, Romo Siwi turut membagikan secuil cerita mengenai masa kecilnya kepada umat yang hadir. Cerita dan kenangan sederhana tersebut membuat suasana kunjungan menjadi semakin dekat. Umat tidak hanya hadir untuk bersilaturahmi, tetapi juga mendapat kesempatan untuk mengenal sosok Romo Siwi melalui kisah perjalanan hidupnya.

Kehangatan semakin terasa ketika umat bersama-sama menikmati waktu makan dan berbincang santai. Momen tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang menunjukkan bahwa kebersamaan dalam komunitas tidak hanya dibangun melalui kegiatan resmi, tetapi juga melalui perjumpaan sederhana dan berbagi cerita. Di sela-sela ramah tamah, Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri, Romo Alexander Joko Purwanto, Pr., juga membagikan sejumlah doorprize kejutan yang disambut dengan gelak tawa dan antusiasme umat.

Kembali ke Lapangan Dukung Tim PutraSetelah ramah tamah dan santap siang bersama, rombongan kembali menuju lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim voli putra Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri yang berlaga pada sesi siang. Kehadiran supporter dari Wonogiri kembali menambah semarak pertandingan. Sorakan dan dukungan dari pinggir lapangan menjadi bentuk solidaritas umat kepada para pemain yang membawa nama Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri dalam ajang olahraga antar paroki tersebut.

Meskipun agenda ziarah ke Gua Maria Sendang Ratu Kenya yang semula direncanakan tidak terlaksana, perubahan agenda tidak mengurangi makna perjalanan. Touring tetap menjadi ruang bagi umat untuk berkumpul, memberikan dukungan, serta membangun relasi persaudaraan dengan sesama umat dan paroki lain. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kemudian bersiap melakukan perjalanan pulang pada sore hari. Perjalanan tersebut menjadi penutup dari kegiatan touring yang diisi dengan olahraga, kebersamaan, silaturahmi, serta berbagai pengalaman selama berada di Danan.
​

Kegiatan touring menuju Danan ini menjadi salah satu bentuk nyata semangat “Nyawiji, Mawutuh, Andum Berkah” dalam perayaan HUT ke-60 Kevikepan Surakarta. Bukan sekadar perjalanan bersama, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk hadir dan saling mendukung, baik di lapangan maupun dalam suasana kekeluargaan. Melalui kebersamaan tersebut, semangat persaudaraan antar umat di Rayon Selatan diharapkan semakin erat tidak hanya bersatu dalam perayaan liturgi, tetapi juga guyub, saling mendukung, dan bertumbuh bersama dalam kehidupan menggereja.

​
0 Comments

Penerimaaan Sakramen Krisma: Sebuah Panggilan dan Pengingat Hidup Dalam Kasih

9/6/2026

0 Comments

 
Oleh : Rachel-Komsos

Wonogiri (6/9/26)-Matahari perlahan menyingsing dari ufuk timur, membiaskan sinar keemasan yang hangat di atas tanah.  Pagi itu, langkah kaki orang-orang menuntun mereka ke satu tujuan yakni menuju Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri. ​Makin lama, pelataran gereja kian ramai. Gelombang anak-anak remaja berpakaian serba putih dari atas hingga bawah muncul bertahap dari balik gerbang. Wajah-wajah segar itu memancarkan binar antusiasme yang jujur. Beberapa di antaranya tak ingin kehilangan momen selagi pakaian masih necis dan rambut tertata rapi, mereka berkumpul di depan gereja untuk berfoto. Terlihat pula seorang ibu sedang merapikan kerah baju anak laki-lakinya, seperti tak ingin ada satu pun detail yang terlewatkan. Tawa renyah sesekali terdengar di antara jepretan kamera, merekam sukacita yang sederhana namun dalam.

​            Hari itu menjadi catatan istimewa bagi 208 krismawan dan krismawati. Gereja yang dipenuhi umat hingga ke area luar tak mampu menyembunyikan rasa syukur yang membuncah. Di panti imam, Perayaan Ekaristi Penerimaan Sakramen Krisma dipimpin langsung oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dengan didampingi oleh Romo Alexander Joko Purwanto, Pr (Romo Joko), Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr (Romo Siwi), serta Romo Lukas Ivan Sanjaya, Pr (Romo Ivan). Suasana mendadak teduh saat doa dilantunkan bersama-sama, memohon curahan Roh Kudus bagi anak-anak muda yang bersiap menapak kedewasaan iman.

​            Dalam khotbahnya yang mengalir ramah, Bapa Uskup menuturkan bahwa buah dari Roh Kudus pada dasarnya sangatlah ringkas yakni hidup dalam kasih. Beliau mengingatkan para krismawan agar tidak tumbuh menjadi pribadi yang acuh tak acuh. Tanggung jawab iman adalah saling merangkul, memberi teladan, dan berani mengingatkan saudara yang mulai melangkah menjauh dari kebaikan.
​
​            Ketika minyak Krisma diusapkan ke dahi satu per satu, seolah menyatu dengan udara pagi yang bersih. Perayaan Ekaristi berakhir dengan berkat meriah dan sesi foto bersama para imam, namun kehangatan di paroki itu tidak lantas usai. Di bawah langit yang kian terang, remaja-remaja bergaun dan berkemeja putih itu berjalan pulang membawa dahi yang telah terurapi dan tekad sederhana untuk menjadi terang bagi sesamanya.
0 Comments

Komsos Bukan Sekadar Penyiaran: Perwakilan Paroki Wonogiri Berbagi Inspirasi di Talkshow Katolikana TV

8/24/2026

0 Comments

 
​Wonogiri – Peran Komunikasi Sosial (Komsos) di era digital kini tak lagi sekadar menjadi corong informasi atau penyiaran satu arah. Lebih dari itu, Komsos diundang untuk membangun dialog dan perjumpaan yang bermakna dengan umat. Semangat transformasi inilah yang menjadi sorotan utama dalam program Live Talkshow #BerbagiHarapan garapan Katolikana TV, Senin (24/8/2026) malam.


Membanggakan, Komsos Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri turut mendapat kehormatan untuk berbagi pengalaman di panggung nasional ini. Mewakili Paroki Wonogiri, Anastasia DPW selaku Content Creator Komsos hadir langsung sebagai narasumber.

Mengusung tema utama "Komsos, dari Siaran ke Percakapan, Perjumpaan", acara yang dipandu oleh host Bapak Lukas dan Kak Maria ini disiarkan secara langsung pada pukul 20.00 WIB melalui berbagai platform, mulai dari YouTube Katolikana hingga radio.katolikana.com.

Membangun Jembatan Melalui Percakapan Digital
Dalam perbincangan yang hangat tersebut, Anastasia DPW tidak tampil sendiri. Ia disandingkan dengan Rivan Fransiscus Tandiari, Penasihat Komsos Paroki St. Fransiskus Assisi Makassar. Kehadiran dua tokoh dari latar belakang paroki yang berbeda pulau ini memberikan warna dan perspektif yang kaya tentang dinamika Komsos di Nusantara.

Tema yang diangkat malam itu merefleksikan pergeseran paradigma bermedia sosial di lingkungan gereja. Rivan menyoroti bagaimana Komsos harus mulai bertransformasi dari fungsi tradisionalnya.

“Komsos saat ini dipanggil untuk keluar dari kebiasaan lama. Kita tidak bisa lagi hanya menjadi penyiar jadwal misa atau sekadar mendokumentasikan acara paroki. Fungsi utama kita sekarang adalah menjadi jembatan. Melalui ruang-ruang digital, Komsos harus mampu memfasilitasi perjumpaan antarumat yang mungkin tidak saling sapa di gereja, sehingga relasi persaudaraan itu tetap hidup meski di luar gedung gereja,” ungkap Rivan dalam diskusi tersebut.

Senada dengan hal itu, Anastasia membagikan pengalaman dan strategi praktisnya dalam meramu konten media sosial paroki agar lebih hidup.

“Tantangan terbesar kita saat ini bukan lagi sekadar memproduksi konten, tetapi bagaimana konten itu bisa memicu obrolan. Di Komsos Wonogiri, kami berusaha mengubah pola satu arah menjadi dua arah. Misalnya, melalui format unggahan interaktif yang memancing rasa penasaran umat atau melontarkan pertanyaan reflektif yang relevan dengan keseharian mereka. Dari obrolan di kolom komentar itulah perjumpaan digital yang sesungguhnya terjadi,” tutur Anastasia membagikan inspirasinya.

Keterlibatan Komsos Paroki Wonogiri dalam talkshow ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa karya kreatif dari paroki di daerah mampu memberikan warna bagi Gereja Nusantara. Berbagai inovasi konten yang selama ini diproduksi oleh tim Komsos Paroki Wonogiri dinilai berhasil menciptakan perjumpaan digital yang menyapa umat lintas generasi.

Bagi umat yang belum sempat menyaksikan keseruan dan insight menarik dari diskusi malam itu, tayangan ulangnya masih dapat disaksikan melalui kanal YouTube Katolikana TV (melalui tautan https://www.youtube.com/live/wZRXr-UwnYI?si=eYALqJtS-dn-S9u6).

Mari kita dukung terus karya pelayanan Komsos Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri agar semakin kreatif dalam mewartakan sukacita Injil dan menghadirkan wajah Gereja yang ramah di dunia digital!

(ags/komsos) 
0 Comments

Mantapkan Hati, Calon Krisma Paroki Wonogiri Ikuti Rekoleksi "Saksi Kristus yang Bahagia"

8/23/2026

0 Comments

 
Wonogiri - Menjelang hari penerimaan Sakramen Penguatan, para calon krisma di Gereja Paroki Santo Yohanes Rasul, Wonogiri, mengikuti kegiatan rekoleksi sebagai bentuk persiapan batin dan teknis pada Minggu (23/8/2026). Mengusung tema yang mendalam, "Menjadi Saksi Kristus yang Bahagia, Menginspirasi, dan Mensejahterakan," kegiatan ini diharapkan mampu memantapkan langkah para peserta sebelum menerima pencurahan Roh Kudus.


Rangkaian acara yang berlangsung penuh keakraban ini telah dimulai sejak pukul 08.30 WIB. Para peserta yang hadir mengawali kegiatan dengan melakukan absensi kehadiran, dilanjutkan dengan ramah tamah sembari menikmati snack pagi.

Tepat pukul 09.00 WIB, kegiatan resmi dibuka dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Ibu Priani Atmojo. Suasana semakin hangat ketika Kepala Bidang (Kabid) Pewartaan, Bapak Andi Asmara, memberikan kata pengantar untuk membekali semangat para peserta. Guna mencairkan suasana sebelum masuk ke sesi materi, para petugas acara juga memandu jalannya ice breaking yang disambut antusias oleh para calon krisma.

Mendalami Makna Menjadi Saksi Kristus
Memasuki acara inti, para peserta diajak untuk merefleksikan panggilan hidup mereka melalui sesi rekoleksi yang dibawakan langsung oleh Romo Alexander Joko Purwanto, Pr.

Dalam pemaparannya, Romo Joko mengupas tuntas makna dari tema rekoleksi. Para calon krisma diajak untuk menyadari bahwa Sakramen Penguatan bukan sekadar ritual kelulusan iman, melainkan perutusan. Setelah menerima kepenuhan Roh Kudus nanti, mereka diharapkan mampu menjadi wajah Kristus di tengah dunia—membawa kebahagiaan, menjadi inspirasi bagi sesama, serta turut andil dalam mensejahterakan kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Persiapan Teknis dan Gladi Liturgi
Setelah mendapatkan bekal rohani yang padat, acara diskors pada pukul 12.00 WIB untuk istirahat dan makan siang bersama. Momen ini juga menjadi ajang bagi para calon krisma untuk saling mengenal dan mempererat tali persaudaraan.

Kegiatan hari itu tidak berhenti pada persiapan batin saja. Usai santap siang, agenda dilanjutkan dengan persiapan teknis perayaan ekaristi. Panitia melakukan pembagian tempat duduk bagi masing-masing calon krisma, disusul dengan latihan tata perayaan bersama para petugas liturgi. Hal ini dilakukan guna memastikan kelancaran, ketertiban, dan kekhidmatan saat hari-H penerimaan Sakramen Krisma mendatang.

Seluruh rangkaian pembekalan dan latihan ini berjalan dengan lancar dan akhirnya diakhiri dengan doa penutup pada pukul 14.00 WIB. Melalui rekoleksi ini, para calon krisma Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri kini semakin siap, baik secara rohani maupun teknis, untuk menyambut anugerah Sakramen Penguatan.

(ags/komsos) 

0 Comments

Khidmat! Umat Paroki Wonogiri Gelar Perayaan Ekaristi HUT ke-81 RI

8/17/2026

0 Comments

 
​Wonogiri - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dirayakan dengan penuh syukur oleh umat Katolik di Gereja Paroki Santo Yohanes Rasul, Wonogiri. Tepat pada Senin (17/8/2026) pukul 06.00 WIB pagi, umat berkumpul untuk mengikuti Perayaan Ekaristi khusus guna mendoakan bangsa dan negara.
Disiarkan pula secara daring melalui kanal YouTube, Misa pagi ini berlangsung khidmat dengan nuansa kebangsaan yang kental. Perayaan Ekaristi ini tidak sekadar menjadi ibadah rutin, tetapi juga wujud nyata cinta tanah air dari umat Katolik di Wonogiri.
Makna Kemerdekaan dan Doa untuk Bangsa
Dalam perayaan Ekaristi ini, doa-doa secara khusus dipanjatkan untuk kesejahteraan, persatuan, dan kemajuan bangsa Indonesia di usianya yang ke-81. Umat juga mendoakan para pemimpin bangsa agar senantiasa diberikan hikmat keadilan dalam membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Dalam homili yang disampaikan, umat diajak untuk mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata di tengah masyarakat.
"Kemerdekaan adalah rahmat Tuhan yang harus kita rawat. Sebagai umat beriman sekaligus warga negara, tugas kita sekarang adalah menjaga kebhinekaan, mempererat toleransi, serta berkontribusi aktif bagi kesejahteraan bersama," demikian pesan yang ditekankan dalam perayaan tersebut.
Semangat nasionalisme umat yang hadir semakin terasa bergelora saat lagu-lagu bernuansa kebangsaan turut dikumandangkan di dalam gereja, menyatukan rasa syukur atas 81 tahun Indonesia merdeka.
Dapat Disaksikan Kembali secara Daring
Bagi umat yang berhalangan hadir secara tatap muka di gereja pada pagi tadi, Perayaan Ekaristi HUT ke-81 RI ini tetap dapat diikuti secara virtual. Rekaman utuh jalannya perayaan Misa dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube resmi melalui tautan berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=4kciMghQdM0
Mari kita terus mendoakan Indonesia agar senantiasa damai, sejahtera, dan terus melaju. Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia! Merdeka!
(ags/komsos) 

0 Comments

Saat Altar Bercerita tentang Dua Jalan Cinta

5/5/2026

0 Comments

 
Minggu (26/4) Pagi itu, bangku-bangku gereja St. Yohanes Rasul Wonogiri  tidak hanya menampung raga, tetapi memeluk ribuan harapan. Hari Minggu Panggilan kali ini terasa berbeda. Sang Gereja seolah sedang tersenyum, memperhatikan anak-anaknya yang berdiri di persimpangan dua jalan suci yakni panggilan berkeluarga dan panggilan imamat.

​Harmoni Warna di Depan Altar
​Lantai altar yang dingin mendadak hangat ketika puluhan pasangan suami istri (Pasutri) melangkah maju. Mereka tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa beban manis tahun-tahun yang telah terlewati. Pemandangan ini berupa simfoni warna pakaian dari masing masing pasutri  yang seirama. Ada yang menggunakan batik mengalunkan narasi tradisi yang tak lekang oleh waktu. Kedua yaitu biru langit seolah membawa secercah ketenangan surgawi ke dalam ruang suci dan aneka warna lainnya. Hal itu mencerminkan keberagaman dinamika rumah tangga yang penuh tawa dan air mata. Saat mereka memperbarui janji perkawinan, udara di dalam gereja terasa menebal oleh rasa syukur. Panggilan berkeluarga bukan sekadar hidup bersama, melainkan sebuah misi suci untuk saling menguduskan dan menyucikan, memastikan bahwa kapal kecil bernama keluarga ini kelak berlabuh di dermaga keselamatan abadi.

​Pesan dari Mimbar Tentang Ketukan di Pintu Hati
​Di sudut lain, panggilan imamat berdiri tegak sebagai pilar pelayanan. Jika keluarga adalah jantung, maka imamat adalah tangan yang melayani umat Katolik dengan kasih yang tak terbagi. Romo Joko Purwanto, Pr, dengan suara yang tenang namun berwibawa, membisikkan kunci dari segala kerumitan hidup kepada jiwa-jiwa yang hadir: ​"Kuncinya adalah Setia. Kesetiaan bukan sekadar kata sifat, melainkan napas yang membuat panggilan hidup tetap hidup. Yesus tidak pernah berhenti mengetuk pintu hati kita dan tugas kita bukanlah membuat pintu itu, melainkan cukup dengan membukanya." Beliau mengingatkan bahwa Sang Juru Selamat telah memberikan segalanya yaitu darah dan daging-Nya sebagai mahar cinta yang paling mutlak. Maka, perjuangan untuk setia adalah cara kecil kita untuk membalas cinta yang begitu besar.
​
Perjuangan yang Terus Berlanjut
​Minggu Panggilan di St. Yohanes Rasul Wonogiri kali ini memberikan pesan yang kuat, baik yang mengenakan jubah imamat maupun yang mengenakan batik sarimbitan, semuanya sedang berjalan menuju satu titik yang sama. Panggilan hidup bukanlah sebuah garis finis yang dicapai sekali jalan, melainkan sebuah maraton yang harus terus diperjuangkan. Hari ini, pintu hati telah dibuka lebar, membiarkan Sang Juru Selamat masuk dan memimpin langkah kaki umat-Nya menuju kekekalan.
​
Oleh: Rachel Sukma 
0 Comments

Sukacita Paskah: Hidup Baru dalam Kristus di Manyaran

4/6/2026

0 Comments

 
​Yesus bangkit memberikan damai dan sejahtera untuk kita semua. Kebangkitan Yesus tidak ada yang melihat langsung begitu juga dengan Maria Magdalena yang mengetahui Yesus tidak ada berada di makam karena iman kita, kita percaya akan kebangkitan Yesus Kristus.

Kadang kita merasa kecewa dan ragu pada saat mengalami kesulitan padahal Tuhan menunjukkan kasih dan setianya. Dengan Paskah kita harus bisa hidup baru dengan meninggalkan hidup lama. dengan hidup kita buktikan dengan sabar, mengasihi dan mengampuni.

Jurnalis
Yolenta (Manyaran)
0 Comments
<<Previous

    Archives

    September 2026
    August 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    January 2026
    December 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    October 2024
    August 2024
    April 2024
    December 2023
    November 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    December 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Arsip Berita
    Berita Paroki
    Pengumuman
    Surat Edaran
    Surat Gembala

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki