Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

Berita Paroki

Komsos Bukan Sekadar Penyiaran: Perwakilan Paroki Wonogiri Berbagi Inspirasi di Talkshow Katolikana TV

8/24/2026

0 Comments

 
​Wonogiri – Peran Komunikasi Sosial (Komsos) di era digital kini tak lagi sekadar menjadi corong informasi atau penyiaran satu arah. Lebih dari itu, Komsos diundang untuk membangun dialog dan perjumpaan yang bermakna dengan umat. Semangat transformasi inilah yang menjadi sorotan utama dalam program Live Talkshow #BerbagiHarapan garapan Katolikana TV, Senin (24/8/2026) malam.


Membanggakan, Komsos Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri turut mendapat kehormatan untuk berbagi pengalaman di panggung nasional ini. Mewakili Paroki Wonogiri, Anastasia DPW selaku Content Creator Komsos hadir langsung sebagai narasumber.

Mengusung tema utama "Komsos, dari Siaran ke Percakapan, Perjumpaan", acara yang dipandu oleh host Bapak Lukas dan Kak Maria ini disiarkan secara langsung pada pukul 20.00 WIB melalui berbagai platform, mulai dari YouTube Katolikana hingga radio.katolikana.com.

Membangun Jembatan Melalui Percakapan Digital
Dalam perbincangan yang hangat tersebut, Anastasia DPW tidak tampil sendiri. Ia disandingkan dengan Rivan Fransiscus Tandiari, Penasihat Komsos Paroki St. Fransiskus Assisi Makassar. Kehadiran dua tokoh dari latar belakang paroki yang berbeda pulau ini memberikan warna dan perspektif yang kaya tentang dinamika Komsos di Nusantara.

Tema yang diangkat malam itu merefleksikan pergeseran paradigma bermedia sosial di lingkungan gereja. Rivan menyoroti bagaimana Komsos harus mulai bertransformasi dari fungsi tradisionalnya.

“Komsos saat ini dipanggil untuk keluar dari kebiasaan lama. Kita tidak bisa lagi hanya menjadi penyiar jadwal misa atau sekadar mendokumentasikan acara paroki. Fungsi utama kita sekarang adalah menjadi jembatan. Melalui ruang-ruang digital, Komsos harus mampu memfasilitasi perjumpaan antarumat yang mungkin tidak saling sapa di gereja, sehingga relasi persaudaraan itu tetap hidup meski di luar gedung gereja,” ungkap Rivan dalam diskusi tersebut.

Senada dengan hal itu, Anastasia membagikan pengalaman dan strategi praktisnya dalam meramu konten media sosial paroki agar lebih hidup.

“Tantangan terbesar kita saat ini bukan lagi sekadar memproduksi konten, tetapi bagaimana konten itu bisa memicu obrolan. Di Komsos Wonogiri, kami berusaha mengubah pola satu arah menjadi dua arah. Misalnya, melalui format unggahan interaktif yang memancing rasa penasaran umat atau melontarkan pertanyaan reflektif yang relevan dengan keseharian mereka. Dari obrolan di kolom komentar itulah perjumpaan digital yang sesungguhnya terjadi,” tutur Anastasia membagikan inspirasinya.

Keterlibatan Komsos Paroki Wonogiri dalam talkshow ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa karya kreatif dari paroki di daerah mampu memberikan warna bagi Gereja Nusantara. Berbagai inovasi konten yang selama ini diproduksi oleh tim Komsos Paroki Wonogiri dinilai berhasil menciptakan perjumpaan digital yang menyapa umat lintas generasi.

Bagi umat yang belum sempat menyaksikan keseruan dan insight menarik dari diskusi malam itu, tayangan ulangnya masih dapat disaksikan melalui kanal YouTube Katolikana TV (melalui tautan https://www.youtube.com/live/wZRXr-UwnYI?si=eYALqJtS-dn-S9u6).

Mari kita dukung terus karya pelayanan Komsos Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri agar semakin kreatif dalam mewartakan sukacita Injil dan menghadirkan wajah Gereja yang ramah di dunia digital!

(ags/komsos) 
0 Comments

Mantapkan Hati, Calon Krisma Paroki Wonogiri Ikuti Rekoleksi "Saksi Kristus yang Bahagia"

8/23/2026

0 Comments

 
Wonogiri - Menjelang hari penerimaan Sakramen Penguatan, para calon krisma di Gereja Paroki Santo Yohanes Rasul, Wonogiri, mengikuti kegiatan rekoleksi sebagai bentuk persiapan batin dan teknis pada Minggu (23/8/2026). Mengusung tema yang mendalam, "Menjadi Saksi Kristus yang Bahagia, Menginspirasi, dan Mensejahterakan," kegiatan ini diharapkan mampu memantapkan langkah para peserta sebelum menerima pencurahan Roh Kudus.


Rangkaian acara yang berlangsung penuh keakraban ini telah dimulai sejak pukul 08.30 WIB. Para peserta yang hadir mengawali kegiatan dengan melakukan absensi kehadiran, dilanjutkan dengan ramah tamah sembari menikmati snack pagi.

Tepat pukul 09.00 WIB, kegiatan resmi dibuka dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Ibu Priani Atmojo. Suasana semakin hangat ketika Kepala Bidang (Kabid) Pewartaan, Bapak Andi Asmara, memberikan kata pengantar untuk membekali semangat para peserta. Guna mencairkan suasana sebelum masuk ke sesi materi, para petugas acara juga memandu jalannya ice breaking yang disambut antusias oleh para calon krisma.

Mendalami Makna Menjadi Saksi Kristus
Memasuki acara inti, para peserta diajak untuk merefleksikan panggilan hidup mereka melalui sesi rekoleksi yang dibawakan langsung oleh Romo Alexander Joko Purwanto, Pr.

Dalam pemaparannya, Romo Joko mengupas tuntas makna dari tema rekoleksi. Para calon krisma diajak untuk menyadari bahwa Sakramen Penguatan bukan sekadar ritual kelulusan iman, melainkan perutusan. Setelah menerima kepenuhan Roh Kudus nanti, mereka diharapkan mampu menjadi wajah Kristus di tengah dunia—membawa kebahagiaan, menjadi inspirasi bagi sesama, serta turut andil dalam mensejahterakan kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Persiapan Teknis dan Gladi Liturgi
Setelah mendapatkan bekal rohani yang padat, acara diskors pada pukul 12.00 WIB untuk istirahat dan makan siang bersama. Momen ini juga menjadi ajang bagi para calon krisma untuk saling mengenal dan mempererat tali persaudaraan.

Kegiatan hari itu tidak berhenti pada persiapan batin saja. Usai santap siang, agenda dilanjutkan dengan persiapan teknis perayaan ekaristi. Panitia melakukan pembagian tempat duduk bagi masing-masing calon krisma, disusul dengan latihan tata perayaan bersama para petugas liturgi. Hal ini dilakukan guna memastikan kelancaran, ketertiban, dan kekhidmatan saat hari-H penerimaan Sakramen Krisma mendatang.

Seluruh rangkaian pembekalan dan latihan ini berjalan dengan lancar dan akhirnya diakhiri dengan doa penutup pada pukul 14.00 WIB. Melalui rekoleksi ini, para calon krisma Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri kini semakin siap, baik secara rohani maupun teknis, untuk menyambut anugerah Sakramen Penguatan.

(ags/komsos) 

0 Comments

Khidmat! Umat Paroki Wonogiri Gelar Perayaan Ekaristi HUT ke-81 RI

8/17/2026

0 Comments

 
​Wonogiri - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dirayakan dengan penuh syukur oleh umat Katolik di Gereja Paroki Santo Yohanes Rasul, Wonogiri. Tepat pada Senin (17/8/2026) pukul 06.00 WIB pagi, umat berkumpul untuk mengikuti Perayaan Ekaristi khusus guna mendoakan bangsa dan negara.
Disiarkan pula secara daring melalui kanal YouTube, Misa pagi ini berlangsung khidmat dengan nuansa kebangsaan yang kental. Perayaan Ekaristi ini tidak sekadar menjadi ibadah rutin, tetapi juga wujud nyata cinta tanah air dari umat Katolik di Wonogiri.
Makna Kemerdekaan dan Doa untuk Bangsa
Dalam perayaan Ekaristi ini, doa-doa secara khusus dipanjatkan untuk kesejahteraan, persatuan, dan kemajuan bangsa Indonesia di usianya yang ke-81. Umat juga mendoakan para pemimpin bangsa agar senantiasa diberikan hikmat keadilan dalam membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Dalam homili yang disampaikan, umat diajak untuk mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata di tengah masyarakat.
"Kemerdekaan adalah rahmat Tuhan yang harus kita rawat. Sebagai umat beriman sekaligus warga negara, tugas kita sekarang adalah menjaga kebhinekaan, mempererat toleransi, serta berkontribusi aktif bagi kesejahteraan bersama," demikian pesan yang ditekankan dalam perayaan tersebut.
Semangat nasionalisme umat yang hadir semakin terasa bergelora saat lagu-lagu bernuansa kebangsaan turut dikumandangkan di dalam gereja, menyatukan rasa syukur atas 81 tahun Indonesia merdeka.
Dapat Disaksikan Kembali secara Daring
Bagi umat yang berhalangan hadir secara tatap muka di gereja pada pagi tadi, Perayaan Ekaristi HUT ke-81 RI ini tetap dapat diikuti secara virtual. Rekaman utuh jalannya perayaan Misa dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube resmi melalui tautan berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=4kciMghQdM0
Mari kita terus mendoakan Indonesia agar senantiasa damai, sejahtera, dan terus melaju. Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia! Merdeka!
(ags/komsos) 

0 Comments

Saat Altar Bercerita tentang Dua Jalan Cinta

5/5/2026

0 Comments

 
Minggu (26/4) Pagi itu, bangku-bangku gereja St. Yohanes Rasul Wonogiri  tidak hanya menampung raga, tetapi memeluk ribuan harapan. Hari Minggu Panggilan kali ini terasa berbeda. Sang Gereja seolah sedang tersenyum, memperhatikan anak-anaknya yang berdiri di persimpangan dua jalan suci yakni panggilan berkeluarga dan panggilan imamat.

​Harmoni Warna di Depan Altar
​Lantai altar yang dingin mendadak hangat ketika puluhan pasangan suami istri (Pasutri) melangkah maju. Mereka tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa beban manis tahun-tahun yang telah terlewati. Pemandangan ini berupa simfoni warna pakaian dari masing masing pasutri  yang seirama. Ada yang menggunakan batik mengalunkan narasi tradisi yang tak lekang oleh waktu. Kedua yaitu biru langit seolah membawa secercah ketenangan surgawi ke dalam ruang suci dan aneka warna lainnya. Hal itu mencerminkan keberagaman dinamika rumah tangga yang penuh tawa dan air mata. Saat mereka memperbarui janji perkawinan, udara di dalam gereja terasa menebal oleh rasa syukur. Panggilan berkeluarga bukan sekadar hidup bersama, melainkan sebuah misi suci untuk saling menguduskan dan menyucikan, memastikan bahwa kapal kecil bernama keluarga ini kelak berlabuh di dermaga keselamatan abadi.

​Pesan dari Mimbar Tentang Ketukan di Pintu Hati
​Di sudut lain, panggilan imamat berdiri tegak sebagai pilar pelayanan. Jika keluarga adalah jantung, maka imamat adalah tangan yang melayani umat Katolik dengan kasih yang tak terbagi. Romo Joko Purwanto, Pr, dengan suara yang tenang namun berwibawa, membisikkan kunci dari segala kerumitan hidup kepada jiwa-jiwa yang hadir: ​"Kuncinya adalah Setia. Kesetiaan bukan sekadar kata sifat, melainkan napas yang membuat panggilan hidup tetap hidup. Yesus tidak pernah berhenti mengetuk pintu hati kita dan tugas kita bukanlah membuat pintu itu, melainkan cukup dengan membukanya." Beliau mengingatkan bahwa Sang Juru Selamat telah memberikan segalanya yaitu darah dan daging-Nya sebagai mahar cinta yang paling mutlak. Maka, perjuangan untuk setia adalah cara kecil kita untuk membalas cinta yang begitu besar.
​
Perjuangan yang Terus Berlanjut
​Minggu Panggilan di St. Yohanes Rasul Wonogiri kali ini memberikan pesan yang kuat, baik yang mengenakan jubah imamat maupun yang mengenakan batik sarimbitan, semuanya sedang berjalan menuju satu titik yang sama. Panggilan hidup bukanlah sebuah garis finis yang dicapai sekali jalan, melainkan sebuah maraton yang harus terus diperjuangkan. Hari ini, pintu hati telah dibuka lebar, membiarkan Sang Juru Selamat masuk dan memimpin langkah kaki umat-Nya menuju kekekalan.
​
Oleh: Rachel Sukma 
0 Comments

Sukacita Paskah: Hidup Baru dalam Kristus di Manyaran

4/6/2026

0 Comments

 
​Yesus bangkit memberikan damai dan sejahtera untuk kita semua. Kebangkitan Yesus tidak ada yang melihat langsung begitu juga dengan Maria Magdalena yang mengetahui Yesus tidak ada berada di makam karena iman kita, kita percaya akan kebangkitan Yesus Kristus.

Kadang kita merasa kecewa dan ragu pada saat mengalami kesulitan padahal Tuhan menunjukkan kasih dan setianya. Dengan Paskah kita harus bisa hidup baru dengan meninggalkan hidup lama. dengan hidup kita buktikan dengan sabar, mengasihi dan mengampuni.

Jurnalis
Yolenta (Manyaran)
0 Comments

Sukacita Paskah Pagi di Gereja Santo Yohanes Rasul Wonogiri: Anak-Anak Berbagi Kebahagiaan

4/6/2026

0 Comments

 
Perayaan Hari Raya Paskah dilaksanakan di Gereja Santo Yohanes Rasul Wonogiri pada pukul 07.00 WIB dan dipimpin oleh Romo Alexander Joko Purwanto, Pr. Perayaan Ekaristi ini memiliki keunikan tersendiri, yakni petugas paduan suara yang berasal dari berbagai lingkungan di wilayah Wonogiri dengan pembagian lagu yang telah ditentukan sebelumnya.

Dalam homilinya, Romo Joko mengaitkan pesan Paskah dengan film Home Alone, khususnya adegan ketika seorang ibu menyadari anaknya tertinggal saat perjalanan liburan keluarga. Hal ini dianalogikan dengan kisah Maria Magdalena yang datang ke makam Yesus saat hari masih gelap. Kata “gelap” tidak hanya menggambarkan waktu, tetapi juga suasana hati Maria yang diliputi kesedihan dan kebingungan setelah kepergian Yesus.

Maria Magdalena awalnya tidak menyadari bahwa sosok yang ditemuinya adalah Yesus. Ia mengira jenazah Yesus telah diambil, hingga akhirnya berlari memberi tahu para murid. Ketika para murid melihat dan mengalami sendiri peristiwa tersebut, mereka semakin percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Peristiwa Paskah ini menjadi simbol perjumpaan yang membawa perubahan hidup, menjadikan manusia pribadi yang baru.

Romo Joko juga menyinggung perubahan hidup Santo Petrus yang pernah menyangkal Yesus, namun kemudian bertobat dan mewartakan kabar sukacita. Hal ini menjadi teladan bagi umat untuk terus memperbarui diri. Selain itu, beliau mengingatkan tagline Keuskupan Agung Semarang, yaitu “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.” Makna “menyejahterakan” diartikan sebagai membawa damai dan sukacita bagi sesama. Ia menegaskan bahwa pengikut Kristus yang tidak membawa damai berarti belum sepenuhnya merasakan kasih Allah.

Di akhir homili, umat diajak untuk membawa damai kepada siapa pun sebagai wujud nyata mengalami peristiwa Paskah dalam kehidupan sehari-hari.
​
Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan Pesta Anak yang diikuti oleh anak-anak PIA dan PIUD. Acara ini diisi dengan berbagai permainan menarik seperti rebut bola, mencari gelang emas, dan estafet air yang bertujuan melatih kerja sama tim. Kegiatan diawali dengan ajakan untuk saling mengucapkan Selamat Paskah, dilanjutkan dengan bernyanyi lagu-lagu sekolah minggu serta permainan fokus yang dipandu oleh para pendamping.
 
Sebagai penutup, diadakan pembagian hadiah dan bingkisan kepada anak-anak, serta doa bersama untuk mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh sukacita.
0 Comments

Dari Gelap Menuju Terang: Perayaan Vigili Paskah di Gereja Santo Yohanes Rasul Wonogiri

4/6/2026

0 Comments

 
Gereja St. Yohanes Rasul Wonogiri merayakan Vigili pada malam Sabtu, 04 April 2026, tepatnya pada pukul 18.00 WIB. Vigili sendiri ialah liturgi sakral Gereja Katolik pada Sabtu malam Paskah untuk menantikan kebangkitan Tuhan Yesus. Sering disebut sebagai ibu dari segala vigili. Disimbolkan dengan upacara cahaya, menyalakan lilin di tengah kegelapan malam. Cahaya lilin diibaratkan dengan kebaikan, kasih dan ajaran Tuhan Yesus yang disebarkan di tengah kegelapan dunia. Misa dipimpin oleh Romo Heribertus Budi Purwantoro, Pr. Melalui homili yang disampaikan pada Vigili Paskah, Romo menyampaikan tentang kebangkitan Yesus melalui peran orang tua dalam keluarga seperti ayah dan ibu.
 
Vigili diawali dengan pemberkatan lilin Paskah, suasana gereja diliputi kegelapan seperti dunia yang diselimuti oleh belenggu dosa. Seiring berjalannya prosesi misa, petugas menyalakan lilin bagi umat yang bersumber dari lilin Paskah yang sudah diberkati sebagai simbol cahaya dunia berupa pelepasan dari dosa dengan kebangkitan Yesus Kristus.
 
Antusias umat Paroki Gereja Santo Yohanes Rasul Wonogiri, memenuhi setiap bangku yang tersedia di gereja malam itu, misa diakhiri dengan sambutan dari panitia paskah dan Romo Budi. Paskah tahun ini menjadi perjalanan hidup umat Katolik dalam memanggul salib kehidupan mereka sehari-hari dan kini Yesus telah bangkit demi kita semua.
0 Comments

​Dari Salib Menuju Harapan: Mengenang Sengsara Salib Yesus Kristus dalam Ibadat Jumat Agung di St. Yohanes Rasul

4/5/2026

0 Comments

 
​Umat Kristiani memperingati penyaliban, kematian dan penguburan Yesus Kristus pada Jumat Agung. Pada Jumat, 3 April 2026 Gereja St. Yohanes Rasul ikut merayakan Triduum Paskah yang salah satunya adalah Jumat Agung. Ibadat dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan dipimpin oleh Romo Joko Purwanto, Pr. Ibadat berjalan dengan khidmat disertai mencium salib sebagai bentuk penghormatan atas penderitaan-Nya. Dalam ibadat Jumat Agung suasana begitu hening karena tiadanya iringan alat organis koor, serta dalam bacaan injil menjadi momen yang sangat berharga karena pembacaan yang disampaikan dengan cara passio bersyair.

Misteri Jumat Agung menjadi puncak dari akhir penderitaan Yesus Kristus dalam menebus dosa manusia dan perawalan menuju kebangkitan dari kegelapan dan belenggu dosa. Melalui homili yang disampaikan Romo Joko, umat diajak mendalami misteri jumat agung dengan memanggul salib kehidupan kita sehari-hari dan kini Yesus yang terbaring di kayu salib demi kita.
​
Ibadat ini dihadiri kurang lebih sebanyak 400 umat di dalam gedung Gereja Santo Yohanes Rasul Wonogiri, dan ibadat diakhiri dengan keheningan umat meninggalkan gereja untuk menghormati penderitaan Yesus yang telah wafat di kayu salib bagi manusia.
 
Jurnalis
 
Citra Komsos
0 Comments

​Malam Terakhir Bersama Yesus:Sebuah Perpisahan di Meja Perjamuan

4/3/2026

0 Comments

 
Perayaan Kamis Putih di Gereja St. Yohanes Rasul Wonogiri yang dilaksanakan pada pukul 18.00 WIB dan dipimpin oleh Romo Budi Purwantoro, Pr mengajak umat untuk masuk dalam suasana Perjamuan Malam Terakhir—sebuah momen penuh kasih ketika Yesus duduk bersama para murid-Nya untuk terakhir kalinya. Dalam kebersamaan yang sederhana itu, tersimpan makna yang mendalam tentang kasih, pengorbanan, dan perpisahan yang tak terelakkan.
​
Dalam homilinya, Romo Budi mengajak umat untuk merenungkan bacaan Injil tentang Perjamuan Malam Terakhir. Setelah kurang lebih tiga tahun hidup bersama, berbagi perjalanan, dan membangun relasi yang begitu dekat, akhirnya tiba juga momen perpisahan. Bukan perpisahan yang mudah, melainkan perpisahan yang penuh makna dan pengorbanan.

Dalam homilinya, Romo Budi mengangkat satu kata sederhana namun sangat dekat dengan kehidupan manusia, yaitu *perpisahan*. Ia menegaskan bahwa setiap orang, tanpa terkecuali, pasti akan mengalami perpisahan. Entah itu berpisah dengan kebahagiaan yang sedang dirasakan, atau bahkan dengan hal-hal yang selama ini dianggap sebagai milik sendiri.

Melalui contoh lagu “Sampai Jumpa” dari Endank Soekamti, umat diajak menyadari bahwa hidup pada akhirnya adalah tentang melepaskan. Tidak ada yang benar-benar bisa dimiliki selamanya. Semua yang ada dalam hidup ini hanyalah titipan yang suatu saat akan kembali dilepaskan.

Romo Budi juga menceritakan sebuah kisah tentang seorang raja dan orang bijaksana. Kalimat sederhana yang tertulis pada sebuah cincin, “Hal itu akan segera berakhir”, menjadi pengingat bahwa segala sesuatu bersifat sementara. Kebahagiaan tidak berlangsung selamanya, tetapi begitu pula dengan kesedihan—semuanya akan berlalu.

Melalui homili ini, umat diajak untuk melihat perpisahan bukan hanya sebagai kehilangan, tetapi sebagai bagian dari perjalanan iman. Dalam setiap perayaan Ekaristi, umat tidak hanya menerima berkat, tetapi juga dipanggil untuk menjadi seperti roti yang dipecah dan dibagikan bagi sesama.
Homili pada Perayaan Kami Putih hari ini ditutup dengan lagu “Maukah Kau Jadi Roti” yang semakin menegaskan ajakan untuk hidup dalam kasih, pengorbanan, dan kesiapan untuk berbagi dengan sesama.
0 Comments

Minggu Palma Gereja St. Yohanes Rasul Wonogiri – Yesus Memasuki Yerusalem dengan Suka Cita

3/31/2026

0 Comments

 
​Pada Minggu 29 Maret 2026 pukul 07.00 WIB dilaksanakan perayaan Minggu Palma yang merupakan hari istimewa umat Katolik yang diperingati di seluruh dunia sebagai peringatan masuknya Yesus ke Yerusalem sebelum Ia disalibkan. Keledai dan daun palma menjadi ikonik Minggu Palma. Gereja St. Yohanes Rasul Wonogiri juga ikut merayakan yang dipimpin oleh Romo Alexander Joko Purwanto, Pr. pada pukul 07.00 WIB, dimulai dari lapangan SMP Kanisius Wonogiri. Diawali dengan pengumuman dan pemberkatan daun palma dilanjutkan perarakan dengan rute dari SMP Kanisius Wonogiri melewati depan kantor dinas PMD kemudian menuju Gereja St. Yohanes Rasul Wonogiri disambut dengan meriah oleh umat yang melambaikan daun palma dengan antusias, dilanjutkan perayaan ekaristi pada pukul 07.45 WIB. Homili yang diutarakan Romo Joko menjelaskan mengapa Tuhan Yesus masuk menaiki keledai bukan kuda, karena tujuan Yesus adalah sebagai pembawa damai dan menebus dosa manusia. Perayaan ekaristi Minggu Palma yang diselanggarakan diikuti oleh hingga 150 umat dari Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri
0 Comments
<<Previous

    Archives

    August 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    January 2026
    December 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    October 2024
    August 2024
    April 2024
    December 2023
    November 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    December 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Arsip Berita
    Berita Paroki
    Pengumuman
    Surat Edaran
    Surat Gembala

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki