|
Berikut adalah kolom untuk bertanya pada Romo. Silakan menulis nama dan pertanyaan di kolom komentar. E-mail dan website dikosongkan saja apabila tidak punya.
18 Comments
Puncta 27 Mei 2026
Pekan Biasa VIII Markus 10:32-45 KEKUASAAN Presiden kedua RI tumbang pada bulan Mei 1998. Kita tidak boleh lupa pada sejarah bangsa sendiri, agar kita bisa belajar bagaimana mengemban kekuasaan yang benar untuk rakyat, bukan demi kepentingan diri sendiri atau kelompoknya. Suharto lengser diawali dengan kenaikan harga BBM dan tarif daftar listrik pada 4 Mei 1998. Kebijakan ini disambut demo besar-besaran oleh mahasiswa dan rakyat di berbagai kota. Aparat keamanan dipakai untuk meredam demo. Tetapi mereka justru menembaki mahasiswa dan korban berjatuhan di beberapa tempat. Empat mahasiswa Trisakti Jakarta: Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie, tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Peristiwa ini terjadi pada 12 Mei 1998. Demo, penjarahan, pembakaran dan chaos terjadi di mana-mana: Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Surabaya, Yogyakarta. Demo meluas kemana-mana antara tanggal 13-15 Mei 1998. Rakyat marah terhadap kekuasaan yang menindas selama 32 tahun. Korupsi, penguasa yang otoriter dan penderitaan rakyat akibat krisis ekonomi memicu kemarahan masyarakat. Pada 18 Mei 1998, mahasiswa dan rakyat berhasil menduduki gedung DPR RI. Dan pada 21 Mei 1998, Suharto mengumumkan lengser dari kekuasaan. Bulan Mei ini adalah bulan pengingat bagi semua warga bangsa bahwa kekuasaan yang dijalankan dengan tangan besi dan menindas rakyat akhirnya akan tumbang. Kepada para murid-Nya, Yesus wanti-wanti agar berhati-hati jika diberi amanah untuk berkuasa. "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.” Tetapi Yesus menasehatkan kepada mereka agar jangan menindas. Jangan otoriter dan tangan besi. “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” Sekarang ini sudah ada tanda-tanda kekuasaan dijalankan dengan otoriter. Aparat digunakan untuk mendukung kebijakan politik. Korupsi dan hidup mewah pejabat dipertontonkan ke masyarakat. Harga-harga bahan pokok naik, rupiah terpuruk terhadap dolar. Penguasa merasa paling benar, anti kritik, buta dan tuli atas penderitaan rakyat. Penguasa atau pemimpin yang benar bukan minta dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan karya dan pengabdiannya sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat. Sepercik pantun buat anda: Di Kerajaan Astina ada Patih Sengkuni, Yang suka pesta pora makan hasil korupsi. Pemimpin harus melayani, bukan dilayani. Jangan hanya mencari keuntungan diri sendiri. Wonogiri, pilihlah pemimpi yang melayani Rm. A. Joko Purwanto, Pr Puncta 26 Mei 2026
PW. St. Filipus Neri, Imam Markus 10:28-30 atau RUybs SETIAP orang yang bekerja pasti mengharapkan mendapat upah atau gaji. Upah tidak melulu berupa uang atau materi, tetapi bisa berupa penghargaan, pujian atau ucapan terimakasih. Orang merasa dihargai karena pekerjaannya. Setelah Yesus berdialog dengan pemuda kaya yang tidak mau merelakan hartanya dan pergi meninggalkan Yesus, Petrus balik bertanya kepada-Nya, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau! ” Kalau pemuda kaya itu tidak mau mengikuti Yesus dan melepaskan hartanya, para murid ini telah meninggalkan segala-galanya dan mengikuti Dia, lalu apa upahnya untuk semua pengorbanan itu? Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.” Yesus menjanjikan “seratus kali lipat” artinya menerima banyak, bukan soal materi atau barang. Rumah adalah tempat dimana orang diterima dengan nyaman. Kebaikan kita akan membuat banyak orang menerima dimana pun kita berada. Saudara laki-laki, perempuan, ibu dan anak adalah gambaran relasi yang dekat dan akrab. Kalau kita suka menolong, kita akan punya banyak teman atau saudara dimana-mana. Mereka juga akan siap menolong kita saat kita membutuhkannya. Sekalipun disertai penganiayaan berarti selalu ada tantangan. Orang yang mempunyai niat baik dan tekun melaksanakannya pasti akan menghadapi aneka macam tantangan dari sekitar kita. Orang harus siap-siap menghadapi resiko perjuangan. Kesetiaan sampai akhir dalam mengikuti Yesus akan menghasilkan ganjaran hidup kekal. Kebaikan kita akan dikenang dengan nama harum sampai akhir hayat. Kebaikan orang akan dikenang abadi selamanya. Sekarang maukah kita meninggalkan segalanya demi mengikuti Yesus? Jawabannya tergantung dari niat pribadi anda sendiri. Sepercik pantun buat anda: Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang, Mari kita mati tinggalkan nama bening, Jangan malah tinggalkan banyak utang. Wonogiri, upahmu besar di sorga Rm. A. Joko Purwanto, Pr Puncta 25 Mei 2026
PW. St. Perawan Maria Bunda Gereja Yohanes 19:25-34 KETIKA saya bertugas di Nanga Tayap, Ketapang, ada seorang bapak yang hobynya berburu ke hutan. Dia bercerita pernah menembak seekor induk Lutung atau kera di hutan. Binatang itu jatuh ke tanah dan meringis menahan sakit. Ia masih menggendong anaknya. Ketika bapak itu menghampirinya, induk kera itu sambil menangis – terlihat air mata menetes dari kedua kelopak matanya – mengulurkan tangan dan menyerahkan anaknya kepada si penembak. Seperti seorang ibu yang memasrahkan nasib anaknya kepada si pembunuhnya, induk itu terus mati lemas kehabisan darah. Bapak itu menangis iba dan haru. Ia menerima anak kera itu dan dibawa ke rumahnya. Ia memelihara anak kera itu sampai dewasa dan kemudian melepasnya ke habitat asalnya. Sejak saat itu bapak ini tidak pernah mau lagi berburu ke hutan. Sebelum Yesus wafat di salib, Ia melihat Maria, Ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Yohanes menjadi wakil dari Gereja yang telah lahir pada hari raya Pentakosta. Oleh Yesus Gereja diserahkan kepada Maria Ibu-Nya, agar Maria menerima kita sebagai anggota Gereja untuk dibimbingnya. Kita yang diwakili oleh Yohanes diberi seorang Ibu yang senantiasa mendampingi dan merawat Gereja-Nya. Maria senantiasa berjalan bersama Gereja dan menjadi ibu teladan yang menuntun kita kepada Yesus. Setelah kemarin kita memperingati hari lahirnya Gereja, sekarang kita memperingati Santa Perawan Maria sebagai Bunda Gereja, yaitu kita semua yang percaya kepada Kristus. Oleh Kristus kita diserahkan kepada perlindungan Maria. Melalui iman, kita percaya bahwa Maria adalah Bunda kita semua yang di bawah salib-Nya diwakili oleh Rasul Yohanes. Kita percaya pada Maria yang selalu menolong agar kita sampai kepada Yesus Puteranya. Sebagaimana Maria yang setia, rendah hati, ibu yang berbelas kasih dan tekun sebagai abdi Allah, kita pun berharap bisa setia dan meneladani Maria. Sepercik pantun buat anda: Banyak orang kenal si Veronika, Veronika yang om strom pu ana. Santa Maria adalah Bunda Gereja, Oleh kasihnya kita semua dipelihara. Wonogiri, doakan kami ya Bunda Rm. A.Joko Purwanto, Pr Puncta 24 Mei 2026
HR.Pentakosta Yohanes 20:19-23 SUMPAH PEMUDA adalah tonggak sejarah perjuangan kaum muda untuk membangun nasionalisme. Rapat pertama dilakukan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond di kompleks yang sekarang adalah Gereja Katedral Jakarta. Gedung lama sudah dipugar kini menjadi Graha Pemuda untuk mengenang peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Di tempat itulah dirumuskan semangat kebangsaan yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia. Dipimpin oleh Sugondo Djojopuspito dari Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia. Dengan ikhrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia, maka disatukanlah aneka suku, agama, bahasa yang beraneka ragam menjadi satu Indonesia. Kita memiliki 1.340 suku bangsa. Ada 718 bahasa daerah yang hidup di Nusantara yang kaya raya ini. Dengan Bahasa Indonesia, semua orang dari berbagai suku bangsa bisa berkomunikasi. Dengan Bahasa Indonesia semua orang bisa saling mengenal dan bersatu padu. Sumpah Pemuda bisa dikatakan sebagai Hari Pentakostanya Bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda adalah momen dimana kaum muda dibimbing oleh Roh Kudus. Hari ini umat Katolik merayakan Hari Pentakosta, saat dimana Roh Kudus diturunkan untuk Gereja. Dalam Kisah Para Rasul, diceritakan bagaimana orang-orang dari berbagai bangsa bersatu di Yerusalem dan mereka mengerti kesaksian para rasul. Para rasul yang awalnya takut, tertutup rapat di dalam kamar, bersembunyi dalam kecemasan, putus asa dan bingung, kini karena kuasa Roh Kudus, mereka bersaksi dengan berani dan berpidato kepada banyak orang, memberi kesaksian tentang Yesus Sang Mesias. Orang-orang dari orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah. Pesan dari peristiwa ini adalah karunia Roh Kudus diberikan kepada kita agar berani bersaksi. Roh Kudus akan membimbing, memimpin dan menuntun kepada kebenaran. Seperti peristiwa Sumpah Pemuda, Pentakosta membawa semangat persatuan dalam keberagaman. Menghidupi semangat Sumpah Pemuda, sebenarnya kita juga menghidupi semangat Pentakosta. Mari kita kembangkan persatuan dan kesatuan baik sebagai warga gereja, maupun juga warga bangsa. Sepercik pantun buat anda: Kita berikhrar satu nusa satu bangsa, Bahasa persatuan adalah Indonesia. Roh Kudus turun di hari Pentakosta, Menuntun kita menebarkan cinta. Wonogiri, selamat menerima Roh Kudus Rm. A.Joko Purwanto, Pr Puncta 22 Mei 2026
Jum’at Paskah VII Yohanes 21:15-19 DALAM Bahasa Yunani ada beberapa tingkatan kasih. Yang sering disebut adalah Eros, Philia dan Agape. Eros berarti cinta berdasarkan hasrat, gairah dan daya tarik fisiologis. Maka muncul kata “Erotis.” Philia adalah kasih persahabatan atau persaudaraan. Ini adalah ikatan kasih yang mendalam atas dasar hubungan darah, kesetiaan, rasa hormat dan visi misi bersama. Orang Jawa menggambarkan dengan pepatah, “Dudu sanak dudu kadang yen mati melu kelangan.” Agape adalah kasih tanpa syarat (Unconditional Love). Inilah kasih ilahi yang memberi tanpa mengharapkan balasan. Kasih pengorbanan bagi siapapun tanpa memperhitungkan untung rugi. Kasih ini bersifat universal. Dalam kutipan ini, dialog Yesus dengan Petrus tentang mengasihi memakai dua kata yang berbeda. Yesus bertanya kepada Petrus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi (agape) Aku?" Ini adalah kasih tertinggi dan tanpa syarat, seperti pengorbanan Kristus di kayu salib. Tetapi jawab Petrus tidak sama dengan kasih (Agape) yang disampaikan Yesus. Petrus menjawab, "Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi (phileo) Engkau." Kasih Petrus adalah kasih persahabatan kepada Yesus. Hal itu dikatakan Petrus sampai tiga kali. Ia tidak berani menjawab dengan Agape, tetapi dengan phileo. Maka dalam pertanyaan ketiga, Yesus memutuskan untuk menurunkan tuntutan kasih-Nya dengan istilah phileo, bukan agape. Yesus tahu manusia itu lemah. Ia menurunkan gradasi kasih ke taraf phileo. Petrus sadar atas kelemahannya. Ia pernah menyangkal Yesus tiga kali. Ia gagal dan belum berhasil mencapai Agape yang sejati. Kendati gagal, Petrus terus dibimbing untuk mengasihi Yesus seperti Dia mengasihi. Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi (phileo) Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi (phileo) Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Walau gagal, dia diberi tugas sebagai pimpinan atas kawanan domba-Nya. Hanya orang yang mampu menyadari kelemahannya dan terbuka pada bimbingan Tuhan, dialah yang akan tetap setia pada kehendak-Nya. Dengan perlahan tapi pasti, Petrus memimpin gereja dan mengorbankan nyawanya bagi kawanan yang dipercayakan kepadanya. Ia menjadi martir di Roma dan mati seperti Guru-Nya. Ia sampai juga pada Agape, kasih yang rela berkorban seperti yang dikehendaki Kristus. Seberapa besarkah kasih kita pada Kristus? Sudah sampai agape atau baru sampai ke taraf phileo. Atau bahkan hanya sebatas Mania, atau Eros saja? Sepercik pantun buat anda: Pagi-pagi pergi ke kampus, Ketemu dosen bermata biru. Apa jawabanku pada Kristus, Apakah engkau mengasihi Aku? Wonogiri, apakah engkau mengasihi Aku? Rm. A.Joko Purwanto, Pr Puncta 21 Mei 2026
Kamis Paskah VII Yohanes 17:20-26 SEMBOYAN dalam Bahasa Latin ini berarti “Satu untuk semua, Semua untuk satu.” Semangat ini menyerupai motto “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Nilai yang ingin ditanamkan adalah semangat persatuan, solidaritas, kesetiaan dalam suka dan duka. Motto ini diperkenalkan oleh Alexandre Dumas dalam novelnya yang terkenal “The Three Musketeers.” Mereka adalah prajurit yang loyal pada raja yang sah. Tiga Musketeer itu adalah Athos , Porthos , Aramis , dan d'Artagnan yang ikut bergabung membela negara. One for all, all for one adalah ikatan kuat untuk membangun solidaritas kelompok. Yesus juga membangun komunitas murid-murid agar tetap bersatu sebagaimana Dia bersatu dengan Bapa. Demikian juga para murid diharapkan tetap solid bersatu dengan-Nya. Yesus berdoa bagi mereka. Ini menjadi harapan Yesus agar semua murid-Nya bersatu. Ia berkata, ”Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Persatuan itu sangat penting. Tanpa persatuan yang kuat, kita mudah dihancurkan. Musuh utama bukan dari luar, tetapi justru dari dalam komunitas sendiri. Tanpa semangat persatuan yang kokoh, komunitas bisa gagal. Hal ini disadari betul oleh Yesus. Murid-murid-Nya punya banyak motivasi beragam mengikuti-Nya. Kalau tidak disatukan dalam semangat yang sama dengan Dia, niscaya akan tercerai berai. “Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku.” Kita bisa melihat bagaimana dinamika gereja sekarang dirongrong oleh semangat egoisme komunal dari mereka yang mengatasnamakan demokrasi dan kesamaan hak, transparansi dan pemaksakan kehendak. Kalau semangat persatuan itu tidak dihayati secara benar, gereja bisa terpecah-pecah dan tercerai berai. Yesus mengajak kita merenungkan sabda-Nya. “Aku berdoa supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Apakah kita sudah menghayati semangat persatuan ini ataukah kita justru sedang memecah belah gereja (persekutuan umat yang percaya pada Kristus) yang dibangun oleh Tuhan sendiri? Sepercik pantun buat anda: Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh. Gereja akan tetap utuh, Kalau kita mau patuh. Wonogiri, One for All Rm. A.Joko Purwanto, Pr Puncta 20 Mei 2026
Rabu Paskah VII Yohanes 17:11b-19 SUPERMAN adalah film yang menggambarkan seorang super yang senang membantu orang melawan kejahatan. Superman terlahir dengan nama asli Kal-El dari Planet Krypton. Ia dikirim ke bumi oleh ayahnya Jor-El karena bahaya mengancamnya. Roketnya jatuh di desa Smallville. Bayi itu diadopsi oleh keluarga Jonathan dan Marta Kent. Ia diberi nama baru Clark Kent. Ia menjadi pemuda dewasa dan kuat melebihi yang lainnya. Dalam kehidupan nyata dia bertugas menjadi wartawan. Namun Kent terpanggil sebagai pahlawan super hero yang memberantas segala kejahatan di tengah masyarakat. Ia mengasihi teman sejawatnya, Lois Lane dan menikahinya. Namun Kal-El atau Superman harus meninggalkan bumi dan kembali ke asal usulnya. Superman harus menyelamatkan planetnya yang dikuasai oleh Lex Luthor yang jahat. Ia berpesan kepada Lois Lane agar merawat anaknya karena Kal-El yakin anak ini mewarisi kekuatan dirinya yang berasal dari Planet Krypton. Yesus sebelum berpisah dengan murid-murid-Nya berdoa kepada Bapa di sorga agar menjaga dan melindungi mereka dari segala yang jahat. Mereka bukan dari dunia sama seperti Kristus yang bukan dari dunia. Tetapi mereka masih ada di dalam dunia. “Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia,” pinta Yesus pada Bapa. “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.” Kita bersyukur karena kita selalu dijaga dan dilindungi oleh Yesus melalui doa-doa-Nya. Maka kita diajak meneruskan karya-karya Yesus mewartakan kebenaran dan cintakasih. “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia,” perintah Yesus. Mari kita siap menjadi utusan dimana pun kita berada, mengobarkan semangat cinta kasih kepada siapapun juga tanpa memandang latar belakang mereka. Sepercik pantun buat anda: Pesta babi ada dimana-mana, Belarasa untuk rakyat di Papua. Kita bukan berasal dari dunia, Warga negara kita adalah sorga. Wonogiri, jangan hanya diam kalau ada ketidakadilan Rm. A.Joko Purwanto, Pr Puncta 19 Mei 2026
Selasa Paskah VII Yohanes 17:1-11a DALAM sharing di kelompok Paguyuban Imam-Imam Jesus Caritas, Rama Trasno bercerita bahwa doa yang selalu diucapkan adalah syukur atas campur tangan Tuhan lewat semua yang dikerjakan dalam pelayanan sehari-hari. “Saya berdoa pada Tuhan seperti melaporkan apa yang saya kerjakan, dengan siapa saya berjumpa, bagaimana perasaan saya waktu itu. Lalu bersyukur Tuhan mengatur semuanya berjalan dengan baik. Itulah doa saya setiap hari,” ungkapnya di hadapan rama-rama Jesus Caritas. Dalam kutipan Injil hari ini, Yesus mengucapkan doa syukur agung kepada Bapa-Nya yang telah memuliakan-Nya melalui karya-karya dan pekerjaan yang dilakukan Yesus kepada banyak orang. Ia membawa seluruh karya dan orang-orang yang dilayani kepada Bapa-Nya. “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya,” doa Yesus kepada Bapa. Dengan melaksanakan tugas-Nya Yesus memuliakan Allah. Yesus menuntaskan pekerjaan-Nya di kayu salib untuk memberi hidup kekal kepada mereka yang percaya. Mereka telah menjadi percaya bahwa Kristuslah Sang Penebus. Dengan percaya, mereka mengenal Allah yang sesungguhnya. Yesus mendoakan mereka yang masih berjuang di dunia. “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.” Bagaimanakah kita berdoa kepada Bapa? Apakah hanya sebatas ritual saja, kering dan hambar karena tidak melibatkan seluruh perasaan dan pengalaman karya-karya kita? Marilah kita belajar berdoa seperti Yesus, melibatkan Allah dalam segala tugas pekerjaan kita. Doa menjadi sumber yang terus mengalir tanpa henti untuk menyuburkan karya-karya kita. Dengan demikian kita memuliakan Allah melalui karya kita itu. Sepercik pantun buat anda: Hutan dibabat jadi persawahan, Banyak satwa yang musnah di Papua. Doa dan karya tak bisa dipisahkan, Jangan lupa berdoa sebelum berkarya. Wonogiri, satu dalam doa dan karya Rm. A.Joko Purwanto, Pr Puncta 18 Mei 2026
Senin Paskah VII Yohanes 16:29-33 TOKOH utama dalam Gerakan 30 September 1965 adalah DN Aidit. Dia adalah pemimpin Partai Komunis Indonesia. Kelompok ini dituduh mau melakukan kudeta. Maka seluruh pimpinan ditangkap, dihukum mati. Ada yang dibuang ke Pulau Buru dan Nusakambangan. Partai dibubarkan dan dilarang beroperasi. Para pengikutnya juga dikejar, dihukum tanpa melalui pengadilan dan dicap sebagai organisasi terlarang. Mereka dikucilkan dan ditutup segala akses untuk mendapatkan pekerjaan di lini pemerintahan. Mereka hidup dalam bayang-bayang penindasan, ketidakadilan dan diskriminasi. Selalu dicap sebagai kambing hitam dalam setiap gerakan anti pemerintah. Merekalah yang selalu disalahkan. Yesus memahami situasi para murid yang akan ditinggalkan. Oleh orang-orang Yahudi, Yesus dituduh sebagai perusak adat istiadat agama. Oleh orang-orang Romawi, Yesus dianggap sebagai pemimpin kaum proletar, rakyat jelata yang bisa menyulut pemberontakan. Kelompok-kelompok agama Yahudi seperti Farisi dan Saduki sangat tidak suka dengan ajaran-ajaran Yesus yang sering mengkritik mereka. Yesus sudah menduga bahwa para murid-Nya nanti pasti juga akan mengalami penolakan dan perlawanan. Oleh karena itu sebelum berpisah dengan mereka, Yesus sudah mengingatkan resiko mengikuti perjuangan-Nya. Ia berpesan, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." Para murid-Nya akan mengalami penganiayaan, pengejaran, ditangkap, dipenjara dan dibunuh karena membela imannya. “Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku,” Ia telah bernubuat. Siapa yang tetap bertekun sampai akhir perjuangan, ia akan memperoleh hidup yang sejati. Yesus bersabda, “"orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan diselamatkan". Yesus sudah memaparkan bahwa menjadi murid-Nya memang berat. Tetapi siapa yang bertahan, ia akan memperoleh keselamatan. Maukah kita bertahan mengikuti-Nya sampai akhir? Sepercik pantun buat anda: Di kebun sawit ada banyak tikus, Bisa jadi lauk enak kalau direbus. Tidak mudah mengikuti Yesus, Harus siap memanggul salib terus menerus. Wonogiri, siap menderita demi Kristus Rm. A.Joko Purwanto, Pr |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed