|
Berikut adalah kolom untuk bertanya pada Romo. Silakan menulis nama dan pertanyaan di kolom komentar. E-mail dan website dikosongkan saja apabila tidak punya.
18 Comments
Puncta 16 Oktober 2026
Jumat Biasa XXVIII Lukas 12:1-7 PROFESOR Sahetapy pernah mengutip pepatah lama berbahasa Belanda yang berbunyi "All is de leugen nog zo snel, de waarheid achterhaalt haar wel" Arti dari pepatah itu adalah "Seberapa cepat pun kebohongan berlari, kebenaran akan mengejarnya." Zaman Orde Baru kita "dipaksa" menonton Film “Pengkhianatan G30S/PKI” setiap akhir September karena peristiwanya terjadi di akhir September. Dalam film itu digambarkan betapa sadis dan kejamnya orang-orang PKI menyiksa para jendral di Lubang Buaya. Ada 7 orang yang dibunuh dan dimasukkan ke dalam satu lubang di daerah Lubang Buaya. Lalu dari mulut ke mulut dibuat kisah menyeramkan bagaimana mereka disiksa. Ada yang mendengar cerita mereka dipotong telinganya, dicungkil matanya dan cerita seram lainnya. Bumbu pemanis dalam cerita dimunculkan para Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) melakukan tarian cabul di depan para jendral yang disiksa. Pada September 1998, pada era Presiden BJ Habibie diputuskan bahwa film Pengkhianatan G30S PKI tidak diputar atau diedarkan lagi. Hal ini karena film itu berbau rekayasa sejarah dan mengkultuskan seseorang yakni penguasa waktu itu. Sesudah Orde Baru tumbang, para dokter ahli forensik menyatakan bahwa tidak ada penyiksaan, pemotongan alat kelamin, telinga atau cungkilan mata. Yang ada adalah bekas pemukulan benda tumpul dan bekas tembakan di tubuh mereka. Kebohongan itu dibangun dengan cepat dan mendalam selama tiga dekade demi politik kekuasaan. Kebohongan itu menjadi ingatan kolektif bagi sebuah generasi. Tetapi kebenaran akhirnya menemukan jalannya sendiri. Yesus mengingatkan kepada para murid-Nya. ”Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.” Kita diajak untuk berani bersuara demi kebenaran kendati kebenaran itu pahit rasanya. Kebenaran sering dibungkam oleh kebohongan. Seolah kebenaran kalah selama bertahun-tahun. Namun pada saatnya kebenaran akan menang. Mari kita berani menjadi suara-suara kenabian yang dengan lantang menyampaikan kebenaran dan keadilan. Sepercik pantun buat anda: Pagi-pagi menggarap sawah, Habis mandi langsung ke ladang. Kebenaran tidak pernah kalah, Kendati berjalan pelan di belakang. Wonogiri, menikmati air dingin yang segar Rm. A. Joko Purwanto Pr Puncta 15 Oktober 2026
Pw. St. Teresia dari Avila, Perawan dan Pujangga Gereja Lukas 11:47-54 atau RUybs Yohanes 15:1-8 MEMASUKI Biara St.Teresia di kota Avila amat sangat terasa suasana hening, tenang dan teduh. Suara musik instrumen yang lembut menghantar kita memasuki dunia kontemplatif yang damai. Hati terasa tentram dan hening berada di depan Sakramen Mahakudus. Di Biara inilah Santa Teresia memulai semangatnya kembali kepada nafas spiritualitas Ordo Karmelit. Ia memperbaharui semangat ordo untuk kembali ke asas dasar semula yakni keheningan, kesederhanaan dan ketaatan mutlak. Ia membawa pembaharuan dan membentuk Ordo Karmel Tak Berkasut dengan kembali ke semangat awal dari Gunung Karmel. Biaranya kecil, tertutup, disiplin dan matiraga dengan keras dihayati dengan kesadaran penuh. Memang ada banyak tantangan, tetapi Teresia tidak berhenti. Bahkan Santo Yohanes dari Salib juga mendukung pembaharuan ini. Dalam bacaan Injil hari ini, kita diingatkan agar tetap bersatu dengan pokok anggur yaitu Kristus sendiri. Sabda Yesus, ”Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Teresia dari Avila sadar bahwa dia adalah ranting yang harus menyatu dengan Sang Pokok Anggur Sejati. Ia menekuni hidup doa kontemplatif, merayakan Ekaristi sebagai sumber kekuatan dan menyerahkan seluruh hidup untuk Kristus. Doanya sangat kuat dan hidup rohaninya sangat mendalam. Teresia sering mengalami ekstase rohani dalam doa-doanya. Pengalaman itu ditulisnya dalam buku biografi dan makin banyak orang yang tertarik mengikuti teladan kesuciannya. Ia meninggal dalam perjalanan dari Burgos ke Avila pada tanggal 24 Oktober 1582 dan dinyatakan kudus pada tahun 1622 oleh Paus Gregorius XIV (1621-1623) dan diangkat sebagai pelindung Spanyol. Usahanya membaharui kehidupan biara tidak hanya berdampak bagi komunitasnya sendiri, tetapi juga bagi gereja universal. Tulisan-tulisan rohaninya masih tetap dibaca orang pada zaman kini untuk mengajak kita semua kembali ke Pokok Anggur Sejati yakni Kristus Tuhan. Sepercik pantun buat anda: Santa Teresia bunga mawar dari surga, Semerbak harum mewangi bagi dunia. Mari bersatu dengan Pokok Anggur utama, Hidupmu pasti akan damai dan bahagia. Wonogiri, melayang bersama Emirates Rm. A. Joko Purwanto, Pr Puncta 14 Oktober 2026
Rabu Biasa XXVIII Lukas 11:42-46 KEMUNAFIKAN sering dipamer-pamerkan oleh orang-orang Farisi. Mereka merasa sebagai kelompok yang paling benar, suci dan taat agama. Mereka gila penghormatan. Berdoa di perempatan jalan, membaca kitab suci keras-keras biar diketahui orang. Yesus mengkritik tajam tindakan hipokrit yang mereka pamerkan. Dengan sangat keras Yesus berkata; ”Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.” Tindakan mereka hanya dibuat agar dilihat dan disanjung orang. Mereka menghakimi orang lain sebagai orang berdosa kalau tidak mengikuti aturan-aturan yang mereka jalani. Maka mereka mudah sekali mengkafirkan orang. Dengan keras Yesus melontarkan kritikan pada mereka. Mereka digambarkan seperti kuburan yang tidak ada tandanya dan diinjak-injak orang. Karena gila penghormatan dan pujian, hal-hal kecil ditonjol-tonjolkan, sementara yang terpenting dan utama malah diabaikan. “Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Kritikan Yesus ini masih tetap relevan bagi kita pada masa-masa sekarang ini. Kita seringkali bertindak munafik hanya mengejar kehormatan dan pujian semu. Kita sering mengejar gengsi demi dilihat orang. Kita mudah mengadili orang lain dan menyingkirkan mereka. Kita hanya mengejar sisi luar dari segala asesoris rohani tetapi dalamnya kosong tak ada isinya. Maka tidak perlu heran kalau ibadah dan korupsi tetap berjalan tanpa rasa bersalah. Mental dari dalamnya keropos sehingga ajaran agama tidak menyentuh kehidupan nyata. Disumpah dengan Kitab Suci setelahnya korupsi tak kenal nurani. Mari kita renungkan kritikan pedas Yesus ini supaya kita berani bertobat dan memperbaiki diri. Kalau kita merasa seperti para ahli kitab yang berkata, “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga,” semestinya kita berani bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Sepercik pantun buat anda: Ada jenasah giginya emas, Masuk peti giginya ompong. Hiduplah sesuai integritas, Jangan hanya omong kosong. Wonogiri, akhiri ziarah di Gunung Nebo Rm. A. Joko Purwanto, Pr Puncta 13 Oktober 2026
Selasa Biasa XXVIII Lukas 11:37-41 KITA semua sedang gelisah penuh tanya. Apa yang salah dengan negeri kita ya? Korupsi merajalela dari pusat sampai ke daerah. Berapa saja bupati dan walikota tertangkap KPK karena kasus korupsi dan pencucian uang. Padahal kita melihat rumah ibadah penuh sesak di mana-mana. Sekolah berbasih agama menjamur seperti cendawan di kampung dan desa-desa. Di berbagai stasiun televisi para pendakwah mengadakan ceramah rohani hampir setiap waktu tiada habisnya. Banyak orang hapal ayat-ayat Kitab Suci, dimana-mana ada tukang tafsir yang ahli, tetapi kenapa korupsi tidak bisa berhenti? Tiap hari raya keagamaan banyak orang berbondong-bondong pergi ke tempat ibadah. Tapi kenapa korupsi terus muncul setiap hari? Masyarakat bawah sudah berdemo mendesak agar DPR mengesahkan UU Perampasan aset dan menghukum seberat-beratnya bagi para koruptor. Tetapi para pembuat kebijakan “mlempem kayak krupuk,” senang memberi harapan kosong pada rakyat kecil. Tetapi tidak ada action nyata. Banyak orang mengucapkan sumpah jabatan sebelum dilantik. Tetapi sumpah itu menguap saat berhadapan dengan amplop dan suap menyuap. Slogan-slogan diucapkan ingin berjuang demi kemakmuran rakyat. Setelah menjabat hanya mikir bagaimana mengembalikan modal yang telah lenyap. Kemunafikan itulah yang dipertontonkan di tengah kehidupan yang makin absurd ini. Yesus datang membuka topeng-topeng kemunafikan kaum Farisi. "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.” Yesus mengkritik kaum Farisi yang memamerkan kesalehan dari luar agar dipuji dan dihormati orang. Tetapi kehidupannya yang terdalam penuh dengan rampasan dan kejahatan. Kita sebenarnya juga sedang dikritik oleh Yesus. Sikap hipokrit yang melekat dalam diri kita harus dibongkar. Topeng-topeng kemunafikan itu harus dibuang. Membersihkan dari dalam yakni mental korup dan serakah harus kita dilakukan. Tidak ada gunanya sering beribadah, hapal ayat-ayat, berpenampilan agamis, tetapi hanya dipakai sebagai topeng kemunafikan. Bersihkanlah bagian dalammu maka yang diluar juga akan bersih. Itulah pesan perikope hari ini. Sepercik pantun buat anda: Naik pedati di tengah kota, Menyusuri toko-toko busana. Bukalah topengmu di muka, Hidup jujur tanpa berpura-pura. Wonogiri, memasuki perbatasan Yordania Rm. A. Joko Purwanto, Pr Puncta 11 Oktober 2026
Minggu Biasa XXVIII Matius 22:1-14 SUATU kali kami diundang pesta ulangtahun sebuah keluarga. Pikirku acaranya santai saja karena yang diundang hanya keluarga dan kerabat dekat. Ternyata semua tamu memakai baju batik rapi dengan parfum harum menyebar dimana-mana. Saya hanya pakai kaos kasual santai. Rasanya tidak enak sendiri di hadapan tamu-tamu perlente dengan baju pesta yang elegan dan mewah. Kebetulan ada teman frater yang membawa jaket. Tanpa pikir panjang, saya pinjam jaketnya. Untuk menutupi kaos yang buluk saya langsung pakai jaket frater. Eh…. Waktu antri mengambil hidangan, Saya ditertawain orang karena di belakang jaket itu ada tulisan: “Hari ini saya diet, besuk tidak….!” Padahal piring saya sudah menggunung dengan makanan enak-enak. Rasanya mau lari tetapi sudah kepalang basah. Yesus memberi perumpamaan tentang Kerajaan surga itu seperti pesta perkawinan. Raja sudah memberi undangan khusus. "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Tetapi para undangan itu tidak mau datang dengan berbagai alasan. Ia membujuk lagi dengan mengatakan bahwa pesta meriah sudah disiapkan, lembu dan domba sudah disembelih. Tetap saja mereka tidak mau datang. Tentu saja marahlah raja itu karena undangannya tidak ditanggapi. Ia menghukum mereka dan sekarang menyuruh hamba-hambanya memanggil semua orang di persimpangan jalan; orang jahat dan orang baik semua diundang sampai penuhlah tempat pesta. Namun ada seorang yang tidak berpakaian pesta. “Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?” Tetapi orang itu diam saja. Orang itu diusir dari istana dan dilemparkan ke luar. Keselamatan Allah ditawarkan kepada bangsa pilihan yang diundang secara khusus yakni Bangsa Israel melalui para nabi, bahkan Yesus Kristus Anak-Nya sendiri diutus. Tetapi bangsa terpilih ini tidak mau menanggapi undangan Allah. Maka keselamatan ditawarkan kepada segala bangsa. Semua orang boleh masuk ke pesta perjamuan. Tetapi mereka harus memakai baju pesta yang sesuai dengan kehendak Allah. Baju yang sesuai adalah baju Anak Allah yaitu Kristus. Dengan memakai baju Kristus yaitu ajaran dan hidup-Nya, kita boleh masuk ke perjamuan pesta di surga. Sepercik pantun buat anda: Pergi ke pesta perkawinan, Hanya pakai sandal jepit. Kalau kita ikuti Tuhan, Hati tak kan pernah menjerit. Wonogiri, rayakan pesta nikah di Kana Rm. A.Joko Purwanto, Pr Puncta 10 Oktober 2026
Sabtu Biasa XXVII Lukas 11:27-28 SESANTI atau doa ini adalah harapan semua orangtua. “Mikul dhuwur” artinya anak bisa menghormati orangtua setinggi mungkin dan menjaga nama baik keluarga atau masyarakat. Sedangkan “Mendhem jero” artinya dapat mengubur dalam-dalam kekurangan atau aib keluarga. Konsep ini punya makna filosofis bahwa setiap anak punya kewajiban untuk menjunjung tinggi kebaikan, jasa, dan kehormatan serta harga diri keluarga, sekaligus menutup rapat kekurangan, kesalahan, atau aib mereka. Dengan menjadi anak yang baik, hormat, tahu tentang tata krama dan sopan santun, menghargai sesama dan penuh bakti, seorang anak dapat menjunjung martabat keluarga. Orangtua pasti bangga jika anaknya berhasil menjadi orang yang baik dan tahu berterimakasih. Dalam etika Jawa, manusia tidak hidup seorang diri tetapi terikat oleh nilai-nilai moral dan sosial. Menghormati orangtua dan leluhur tidak hanya persoalan membalas budi, tetapi menjaga harmoni batin dan tatanan keselarasan sosial. Kebaikan yang diwariskan harus terus dikembangkan dan dihayati sebagai habitus keluarga. Kekurangan atau keburukan keluarga tidak perlu dibuka tetapi dikubur dalam-dalam karena bisa merusak martabat dan harmoni keselarasan. Anak yang berbakti kepada keluarga akan berusaha “mikul dhuwur mendhem jero” dengan tabiat, perilaku dan tindakan yang baik dalam kehidupan di tengah masyarakat. Dengan demikian dia akan membawa nama harum bagi keluarganya. Melihat hidup, karya dan pelayanan Yesus, seorang ibu memuji dengan berkata: “Sungguh berbahagia wanita yang melahirkan dan menyusui Engkau!” Wanita itu melihat apa yang dilakukan Yesus membawa kebahagiaan dan kebanggaan seorang ibu yang melahirkannya. Namun Yesus menegaskan bahwa yang lebih berbahagia adalah setiap orang yang mendengarkan dan melaksanakan sabda Tuhan dengan tekun dan setia. Yesus menjawab, “Lebih berbahagia lagi orang yang mendengar perkataan Allah dan menjalankannya!” Kebahagiaan bukan dipandang secara sempit bagi orangtua atau keluarga. Kebahagiaan bisa dialami oleh setiap orang asal dia mau mendengarkan dan melaksanakan sabda Tuhan. Syarat orang menjadi bahagia adalah menjadi pendengar dan pelaksana sabda. Maukah kita hidup bahagia? Bersiaplah mendengarkan dan melaksanakan sabda Tuhan. Sepercik pantun buat anda: Ziarah menuju Bukit Golgota, Ikut Yesus dalam duka sengsara. Jadilah orang baik dan berguna, Bisa menjunjung martabat keluarga. Wonogiri, menyusuri lorong-lorong sempit Yerusalem Rm. A. Joko Purwanto, Pr Puncta 9 Oktober 2026
Jumat Biasa XXVII Lukas 11:15-26 TERJADI keributan di dalam istana Hastinapura sehubungan dengan kehadiran duta Pandawa yang meminta kembalinya Negeri Indraprastha dan separuh dari jajahan Hastina. Karna yang berdarah muda sebagai panglima Hastina menuduh Salya sebagai “telik sandi,” atau mata-matanya Pandawa. Kendati Salya adalah mertuanya, Karna tidak “tedheng aling-aling” mengatakan bahwa Salya berpihak pada Pandawa. Walaupun badannya ada di Hastina, tetapi hatinya lebih condong ke Pandawa. Karna menuduh Salya sebagai musuh yang disusupkan di Hastina. Percekcokan terjadi dengan sengit antara Karna dan Salya. Dituduh sebagai mata-mata, Salya, raja Mandaraka tidak terima. Dia menantang Karna bertanding satu lawan satu. Mulai dari sini terjadi pertentangan keras antara para punggawa di Hastina. Masing-masing bersikukuh mempertahankan pendapatnya. Hal ini menimbulkan perpecahan dan rapuhnya kekuatan Hastina. Bisma menyarankan agar kerajaan diserahkan kepada Pandawa yang berhak. Sangkuni dan Karna menolak pendapat Bisma, Hastina harus dibela dengan peperangan. Ketidakcocokan dan perbedaan pandangan membuat pecah kekuatan Kurawa. Tidak ada kata sepakat dan kekompakan diantara mereka, membuat mereka rapuh dan gampang runtuh. Pandawa yang hanya lima orang bersatu padu dan kokoh kuat mampu mengalahkan Kurawa yang kuantitasnya jauh lebih banyak dari Pandawa. Yesus menggambarkan kerajaan yang mudah hancur karena mereka tidak rukun bersatu padu. "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.” Begitupun kerajaan setan. Jika mereka saling bertengkar dan berperang sendiri, kerajaan mereka tidak akan lestari. Mereka akan hancur dan punah. “Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.” Yesus dituduh menggunakan kuasa Beelzebul, penghulu setan dalam mengusir roh-roh jahat. Mereka menyebarkan berita bohong pada orang banyak. Dikatakan bahwa Yesus memakai kuasa setan untuk menyembuhkan orang yang kerasukan. Bagaimana mungkin setan melawan setan. Sama saja jeruk makan jeruk. Justru kuasa Allah yang dipakai Yesus untuk mengusir setan. Kuasa Allah sudah hadir dalam Diri Yesus. Mestinya orang percaya, bukan malah menuduh yang bukan-bukan. Kita yakin Yesus adalah kebenaran. Ia tidak mengumbar kata-kata kosong belaka. Dia pasti juga membawa kuasa-kuasa kebenaran bagi seluruh dunia. Percayakah kita pada kuasaNya? Sepercik pantun buat anda: Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh. Jangan pernah ngeluh, Rejekimu akan penuh. Wonogiri, memanggul salib di Golgota Rm. A.Joko Purwanto, Pr Puncta 8 Oktober 2026
Kamis Biasa XXVII Lukas 11:5-13 TEMAN saya, Rama Pamungkas waktu itu bertugas di Balai Semandang. Kalau harus turun ke Ketapang dia menempuh jarak 275 km jauhnya. Dia suka naik motor malam hari. Kadang jam 21.00 wib atau jam 22.00 wib baru tiba di Pastoran Nanga Tayap, tempat saya bertugas. Dengan ransel penuh beban, jaket tebal, sepatu boot dan kaos tangan serta motor trail KLX hijau langsung masuk ke garasi. Malam-malam dia singgah untuk istirahat dulu di Tayap. Besuknya baru lanjut ke Ketapang dengan jarak 136 km lagi. Sambil bikin kopi panas dan masak mie rebus atau mie goreng, kami ngobrol sampai ketiduran di kursi. Kalau ada liga Spanyol bertanding, kami bertaruh pada masing-masing jago. Dia mendukung Real Madrid, saya dukung Barcelona. Pokoknya harus beda. Pintu pastoran selalu terbuka bagi siapa saja yang datang sekedar melepas lelah atau nginap dari perjalanan jauh. Hospitalitas adalah bagian dari pelayanan pastoral di pedalaman. Tidak hanya rama, tetapi umat pun juga sering datang singgah dari perjalanan jauh dan numpang menginap di pastoran. Apa yang ada di ruang makan pastoran, ya itulah hidangan kami. Kami biasa nyimpan mie instan dan telur. Itu sudah sangat istimewa untuk menemani ngobrol kami. Bacaan Injil hari ini menegaskan doa yang tak putus pasti didengar oleh Tuhan. Yesus memberi gambaran dengan cerita sahabat yang mengetuk pintu malam-malam untuk pinjam roti demi menjamu tamu yang datang. Yesus berkata, “Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.” Berdoalah selalu, pasti Tuhan akan mengabulkannya.” Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Kalau Allah sungguh murah hati, kita pun juga diajak bermurah hati kepada saudara-saudara kita. Jangan sungkan untuk datang meminta pertolongan-Nya. Jangan berhenti meminta sampai doamu dikabulkan oleh Tuhan. Sepercik pantun buat anda: Ke Surabaya naik kereta api, Mampir di kantin membeli roti. Doa tak pernah kunjung berhenti, Suatu saat Tuhan pasti memberi. Wonogiri, Yerusalem, aku singgah di sini Rm. A.Joko Purwanto, Pr Puncta 7 Oktober 2026
Pw. St. Perawan Maria Ratu Rosario Lukas 11:1-4 atau RUybs Lukas 1:26-38 DALAM sebuah penerbangan Jim berada dalam satu pesawat dengan Suster Teresa. Wajah yang damai dan teduh itu menyapa lembut; “Apakah anda sering berdoa rosario?” Jim terhenyak dan jujur menjawab; “Ah tidak juga. Saya jarang berdoa, apalagi doa rosario.” Sambil meletakkan rosario di tangan Jim, Suster Teresa berkata; ”Mulai sekarang anda akan berdoa rosario suci.” Sembilan bulan setelah perjumpaan dengan “Puteri Tuhan” di dalam pesawat itu, Jim dan Ruth, istrinya berkunjung ke rumah Connie sahabatnya yang sakit kanker ovarium ganas. Jim ingat rosario pemberian Suster Teresa. Ia meminjamkannya kepada Connie dengan pesan, ““Bawalah Rosario itu untukmu, mungkin bisa membantu sedikit dalam perjuanganmu.” Setahun kemudian, mereka mengunjungi Connie lagi. Wajahnya berseri-seri dan tampak lebih sehat. “Aku bawa selalu rosariomu. Bulan kemarin dokter memeriksa untuk yang terakhir kalinya; katanya kanker ovariumku sudah hilang, sembuh sama sekali! katanya dengan mata berbinar. Rosario itu juga dipinjamkan kepada Liz, saudari Ruth yang depresi berat. Di malam-malam yang sepi yang menakutkan, Liz memegang rosario itu. Lama kelamaan ia merasa tenang dan damai. Dia merasa ada seseorang yang selalu menemaninya. Seorang asing menelpon Ruth. Ia ingin meminjam rosario untuk ibunya yang sedang kritis dan koma di rumah sakit. Ia membawa rosario itu dan membisikkan kepada ibunya tentang rosario dari Suster Teresa. "Setelah rosario itu ada di genggaman ibu, aku melihat wajah ibu penuh kedamaian dan rileks, seperti tidur, dan nampak wajahnya seperti jauh lebih muda. Kami hampir tidak sadar kalau ibu sudah berpulang kalau tidak mendengar suara mesin perekam jantung sudah datar tanpa detakan…" tulisnya di WA. “Ibu ku berpulang dalam tidur yang damai. Terimakasih atas kebaikanmu meminjamkan Rosario. Saatnya kukembalikan, mungkin ada orang lain yang lebih membutuhkannya….” Bulan Oktober adalah Bulan Rosario dimana umat Katolik mendaraskan doa rosaria bersama, baik di tengah keluarga maupun di lingkungan-lingkungan. Rosario adalah doa pusaka yang terus menerus dilambungkan untuk menghormati Maria Bunda Kristus. Banyak doa-doa dikabulkan melalui doa rosario suci. Apakah anda sudah berdoa rosario saat ini? Sepercik pantun buat anda: Rosario tak lepas dari genggaman, Doa-doa dilambungkan pada Tuhan. Percayalah dengan sepenuh iman, Belaskasih Tuhan tak berkesudahan. Wonogiri, debur ombak pantai Movenpick Resort Thaba Rm. A. Joko Purwanto, Pr |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed