|
Gereja Katolik pada hari Minggu, 4 Januari 2026 merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan. Misa Perayaan Ekaristi dilaksanakan di Gereja St. Yohanes Rasul Wonogiri dipimpin oleh Romo Heribertus Budi Purwantoro, Pr. Perayaan Ekaristi berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sukacita. Hari Raya Penampakan Tuhan juga dirangkaikan dengan Hari Anak Misioner, sehingga suasana misa terasa semakin hidup dan bermakna bagi seluruh umat yang hadir.
Dalam homilinya, Romo Budi mengulas perbedaan konsep kehadiran Tuhan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ia menjelaskan bahwa dalam Perjanjian Lama, Tuhan dipahami sebagai sosok yang tidak dapat dijumpai manusia secara langsung. Namun, pemahaman tersebut mengalami perubahan dalam Perjanjian Baru ketika Yesus hadir ke dunia sebagai manusia, sehingga kehadiran Tuhan dapat dilihat dan dialami secara nyata. Romo Budi menegaskan bahwa kehadiran Yesus berawal dari Maria yang menerima rahmat untuk mengandung oleh kuasa Roh Kudus dan melahirkan Putra Allah yang diberi nama Yesus. Melalui kehadiran-Nya, Tuhan menyatakan kasih-Nya tidak hanya bagi bangsa Israel, tetapi bagi seluruh bangsa di dunia. “Tuhan hadir menjadi manusia, tidak hanya untuk bangsa Israel, tetapi untuk semua bangsa di dunia,” ujar Romo Budi dalam homilinya. Lebih lanjut, Romo Budi mengingatkan umat akan salah satu godaan yang kerap dialami manusia, yaitu perasaan bahwa Tuhan tidak mengasihi. Ia menegaskan bahwa dalam situasi apa pun, umat diajak untuk tetap percaya bahwa Tuhan selalu hadir dan mengasihi setiap manusia tanpa syarat dalam kondisi apapun. Menutup homilinya, Romo Budi mengajak seluruh umat untuk menyanyikan lagu “Kita Usahakan Lagi” sebagai simbol ungkapan iman bahwa Tuhan senantiasa hadir untuk mengasihi, memahami kebutuhan umat-Nya, serta menyertai perjalanan hidup manusia pada waktu yang tepat. (Rafaela Sekar/Komsos)
0 Comments
Sore itu, perayaan Ekaristi di Gereja Santo Petrus dan Paulus Manyaran dipimpin oleh Romo Alexander Joko Purwanto, Pr, Sabtu 3 Januari 2026. Hujan deras tidak menyurutkan semangat umat untuk beribadah.
Sabtu dan Minggu pekan pertama bulan Januari, Gereja Katolik memperingati "Hari Anak Misioner". Dalam bacaan diceritakan kisah tiga raja dari timur menuju babilonia atau sekarang kita kenal dengan negara Irak. Kisah itu jika kita maknai selaras dengan bagaimana kita berusaha untuk terus mencari keselamatan. Keselamatan adalah sesuatu yang bersifat universal segala bangsa atau golongan. Setiap orang sesungguhnya sedang ada dalam peziarahan untuk mencari keselamatan. Romo Joko berpesan, jika kita ingin mendapatkan keselamatan maka yang perlu kita lakukan yaitu diantaranya meneladani tiga raja dari timur yang tidak lekas puas atau berhenti. Mereka terus mencari dan tidak menetap di satu tempat. Artinya mencari keselamatan adalah mencari Tuhan dengan berani meninggalkan sesuatu yang tidak baik. Kedua, kita harus rendah hati untuk dibimbing seperti tiga raja yang mau dibimbing oleh tiga bintang. Kerendahan hati untuk bertanya kepada mereka yang lebih paham siapa Tuhan, dimana Tuhan untuk memiliki hidup bermakna. Kita wajib dan mau dibimbing Tuhan untuk menemukan jalan baru untuk menuju keselamatan dan tidak kembali kepada jalan yang lama. Itulah yang disebut pertobatan. (Yolenta Bellena/ Komsos) |
Archives
January 2026
Categories
All
|
RSS Feed