Sore itu, misa begitu spesial. Sejauh mata memandang nampak umat dengan balutan busana lurik-batik, kebaya-beskap, sanggul- blangkon. Semua berkumpul penuh semangat untuk mengikuti Misa Syukur HUT Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri ke-58, Minggu, 13 Juli 2025. Misa syukur ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak awal Mei lalu.
Romo Alexander Joko Purwanto, Pr menjadi selebran utama pada misa syukur HUT Paroki didampingi oleh Romo Heribertus Budi Purwantoro, Pr. Menggunakan Bahasa Jawa, nuansa Jawa menjadi lebih kental dengan dekorasi altar dari janur, penggunaan gamelan hingga hadirnya tarian sebagai pengiring arak-arakan pembuka dan persembahan. Misa berlangsung sekitar satu setengah jam mulai pukul 16.00 WIB. Dalam homilinya, Romo Joko mengupas bacaan injil yang menceritakan tentang orang Lewi dan Samaria. Umat diajak untuk meneladani orang Samaria yang punya kepedulian, mau membantu sesama yang sedang kesusahan. Apa yang dilakukan orang Samaria memuat pesan moral agar kita bisa menjadi harapan bagi sesama, memberi pertolongan dengan tulus hingga tuntas. Lebih lanjut Romo Joko juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri yang telah berpartisipasi penuh dalam rangkaian HUT Paroki. Romo mengajak seluruh umat untuk selanjutnya bersama-sama bersedia membangun gereja dan terus menguatkan persaudaraan. Secara khusus Romo berpesan untuk umat yang nantinya ditunjuk sebagai Dewan Pastoral Paroki yang baru pada akhir tahun ini, siapa pun itu, semua diajak untuk bersedia terlibat, sehingga pelayanan dalam gereja menjadi semakin lancar dan bersatu padu. Pesta Umat: Kado Silang hingga Pertunjukan Lerok Selesai Misa, umat tumpah ruah di halaman gereja. Acara makan bersama dirancang oleh panitia menggunakan sistem kado silang. Masing-masing lingkungan diminta membawa makanan sesuai jumlah umat lingkungan yang hadir, lalu disetorkan pada panitia dan panitia yang membagikan kepada seluruh umat dengan sistem bertukar secara acak. Dalam pesta umat juga terdapat pula UMKM yang menjajakan aneka snack dan minuman bagi umat. Pesta umat dimeriahkan dengan aneka kesenian seperti Tari Gambyong dari Wilayah Timang, Tari Tor-tor dari Wilayah Kota Utara, Tari Prawiro Watang dari Wilayah Kota Selatan, dan Tari Kethek Ogleng dari WKRI cabang Wonogiri. Sebagai puncak acara pesta umat disuguhkan kesenian Lerok dari Wilayah Timang. Kesenian Lerok di wilayah tersebut awalnya dibuat sebagai sarana pewartaan Injil. Namun demikian, kesenian tersebut dikemas menjadi drama yang epik dengan kekhasan Jawa Tengah seperti Seni Kethoprak. Kesenian Lerok pada pesta umat mengambil cerita “Ande Ande Lumut”. Sebagai bintang tamu, Romo Joko berperan sebagai Ande-Ande Lumut dan Romo Budi berperan sebagai Yuyu Kangkang. Pada akhir cerita Romo Joko menyampaikan makna dari cerita yang dilakonkan. Romo mengatakan bahwa cinta sejati tidak dapat dipisahkan. Romo mengajak seluruh umat untuk saling bersatu dan memberikan cinta kasih untuk sesama untuk memajukan Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri. Caecilia Mayllanie Puspaningtyas dari lingkungan Yusuf Kota Selatan, salah satu umat yang mengikuti puncak perayaan HUT menyampaikan antusiasmenya. Ia merasa sangat diberkati bisa turut ambil bagian dalam acara ini yang bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara umat paroki. Seluruh rangkaian acara pun akhirnya selesai pukul 21.00 WIB dan seluruh umat pulang ke rumah dengan penuh sukacita. (Tim Liputan/ Komsos)
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
August 2025
Categories
All
|