|
Wonogiri – Peran Komunikasi Sosial (Komsos) di era digital kini tak lagi sekadar menjadi corong informasi atau penyiaran satu arah. Lebih dari itu, Komsos diundang untuk membangun dialog dan perjumpaan yang bermakna dengan umat. Semangat transformasi inilah yang menjadi sorotan utama dalam program Live Talkshow #BerbagiHarapan garapan Katolikana TV, Senin (24/8/2026) malam.
Membanggakan, Komsos Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri turut mendapat kehormatan untuk berbagi pengalaman di panggung nasional ini. Mewakili Paroki Wonogiri, Anastasia DPW selaku Content Creator Komsos hadir langsung sebagai narasumber. Mengusung tema utama "Komsos, dari Siaran ke Percakapan, Perjumpaan", acara yang dipandu oleh host Bapak Lukas dan Kak Maria ini disiarkan secara langsung pada pukul 20.00 WIB melalui berbagai platform, mulai dari YouTube Katolikana hingga radio.katolikana.com. Membangun Jembatan Melalui Percakapan Digital Dalam perbincangan yang hangat tersebut, Anastasia DPW tidak tampil sendiri. Ia disandingkan dengan Rivan Fransiscus Tandiari, Penasihat Komsos Paroki St. Fransiskus Assisi Makassar. Kehadiran dua tokoh dari latar belakang paroki yang berbeda pulau ini memberikan warna dan perspektif yang kaya tentang dinamika Komsos di Nusantara. Tema yang diangkat malam itu merefleksikan pergeseran paradigma bermedia sosial di lingkungan gereja. Rivan menyoroti bagaimana Komsos harus mulai bertransformasi dari fungsi tradisionalnya. “Komsos saat ini dipanggil untuk keluar dari kebiasaan lama. Kita tidak bisa lagi hanya menjadi penyiar jadwal misa atau sekadar mendokumentasikan acara paroki. Fungsi utama kita sekarang adalah menjadi jembatan. Melalui ruang-ruang digital, Komsos harus mampu memfasilitasi perjumpaan antarumat yang mungkin tidak saling sapa di gereja, sehingga relasi persaudaraan itu tetap hidup meski di luar gedung gereja,” ungkap Rivan dalam diskusi tersebut. Senada dengan hal itu, Anastasia membagikan pengalaman dan strategi praktisnya dalam meramu konten media sosial paroki agar lebih hidup. “Tantangan terbesar kita saat ini bukan lagi sekadar memproduksi konten, tetapi bagaimana konten itu bisa memicu obrolan. Di Komsos Wonogiri, kami berusaha mengubah pola satu arah menjadi dua arah. Misalnya, melalui format unggahan interaktif yang memancing rasa penasaran umat atau melontarkan pertanyaan reflektif yang relevan dengan keseharian mereka. Dari obrolan di kolom komentar itulah perjumpaan digital yang sesungguhnya terjadi,” tutur Anastasia membagikan inspirasinya. Keterlibatan Komsos Paroki Wonogiri dalam talkshow ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa karya kreatif dari paroki di daerah mampu memberikan warna bagi Gereja Nusantara. Berbagai inovasi konten yang selama ini diproduksi oleh tim Komsos Paroki Wonogiri dinilai berhasil menciptakan perjumpaan digital yang menyapa umat lintas generasi. Bagi umat yang belum sempat menyaksikan keseruan dan insight menarik dari diskusi malam itu, tayangan ulangnya masih dapat disaksikan melalui kanal YouTube Katolikana TV (melalui tautan https://www.youtube.com/live/wZRXr-UwnYI?si=eYALqJtS-dn-S9u6). Mari kita dukung terus karya pelayanan Komsos Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri agar semakin kreatif dalam mewartakan sukacita Injil dan menghadirkan wajah Gereja yang ramah di dunia digital! (ags/komsos)
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
August 2026
Categories
All
|
RSS Feed