Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

Berita Paroki

Saat Altar Bercerita tentang Dua Jalan Cinta

5/5/2026

0 Comments

 
Minggu (26/4) Pagi itu, bangku-bangku gereja St. Yohanes Rasul Wonogiri  tidak hanya menampung raga, tetapi memeluk ribuan harapan. Hari Minggu Panggilan kali ini terasa berbeda. Sang Gereja seolah sedang tersenyum, memperhatikan anak-anaknya yang berdiri di persimpangan dua jalan suci yakni panggilan berkeluarga dan panggilan imamat.

​Harmoni Warna di Depan Altar
​Lantai altar yang dingin mendadak hangat ketika puluhan pasangan suami istri (Pasutri) melangkah maju. Mereka tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa beban manis tahun-tahun yang telah terlewati. Pemandangan ini berupa simfoni warna pakaian dari masing masing pasutri  yang seirama. Ada yang menggunakan batik mengalunkan narasi tradisi yang tak lekang oleh waktu. Kedua yaitu biru langit seolah membawa secercah ketenangan surgawi ke dalam ruang suci dan aneka warna lainnya. Hal itu mencerminkan keberagaman dinamika rumah tangga yang penuh tawa dan air mata. Saat mereka memperbarui janji perkawinan, udara di dalam gereja terasa menebal oleh rasa syukur. Panggilan berkeluarga bukan sekadar hidup bersama, melainkan sebuah misi suci untuk saling menguduskan dan menyucikan, memastikan bahwa kapal kecil bernama keluarga ini kelak berlabuh di dermaga keselamatan abadi.

​Pesan dari Mimbar Tentang Ketukan di Pintu Hati
​Di sudut lain, panggilan imamat berdiri tegak sebagai pilar pelayanan. Jika keluarga adalah jantung, maka imamat adalah tangan yang melayani umat Katolik dengan kasih yang tak terbagi. Romo Joko Purwanto, Pr, dengan suara yang tenang namun berwibawa, membisikkan kunci dari segala kerumitan hidup kepada jiwa-jiwa yang hadir: ​"Kuncinya adalah Setia. Kesetiaan bukan sekadar kata sifat, melainkan napas yang membuat panggilan hidup tetap hidup. Yesus tidak pernah berhenti mengetuk pintu hati kita dan tugas kita bukanlah membuat pintu itu, melainkan cukup dengan membukanya." Beliau mengingatkan bahwa Sang Juru Selamat telah memberikan segalanya yaitu darah dan daging-Nya sebagai mahar cinta yang paling mutlak. Maka, perjuangan untuk setia adalah cara kecil kita untuk membalas cinta yang begitu besar.
​
Perjuangan yang Terus Berlanjut
​Minggu Panggilan di St. Yohanes Rasul Wonogiri kali ini memberikan pesan yang kuat, baik yang mengenakan jubah imamat maupun yang mengenakan batik sarimbitan, semuanya sedang berjalan menuju satu titik yang sama. Panggilan hidup bukanlah sebuah garis finis yang dicapai sekali jalan, melainkan sebuah maraton yang harus terus diperjuangkan. Hari ini, pintu hati telah dibuka lebar, membiarkan Sang Juru Selamat masuk dan memimpin langkah kaki umat-Nya menuju kekekalan.
​
Oleh: Rachel Sukma 
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    May 2026
    April 2026
    March 2026
    January 2026
    December 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    October 2024
    August 2024
    April 2024
    December 2023
    November 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    December 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Arsip Berita
    Berita Paroki
    Pengumuman
    Surat Edaran
    Surat Gembala

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki