|
Wonogiri – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kevikepan Surakarta terus bergema di wilayah Rayon Selatan. Pada Minggu (13/9/2026), umat Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri menggelar kegiatan touring persaudaraan menuju Paroki Santo Ignatius Danan. Mengusung semangat persaudaraan dalam tema besar “Nyawiji, Mawutuh, Andum Berkah”, perjalanan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk membangun kebersamaan sekaligus memberikan dukungan kepada tim bola voli Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri yang berlaga dalam Turnamen Voli Antar Paroki Rayon Selatan.
Rombongan touring bertolak bersama dari Gereja Pusat Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri sekitar pukul 09.00 WIB. Mengambil rute perjalanan melintasi Baturetno, iring-iringan kendaraan melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Bola Voli Paroki Santo Ignatius Danan. Setibanya di lokasi, rombongan langsung bergabung di sekitar lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim voli putri Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri yang sedang bertanding. Sorak-sorai para supporter menambah semarak suasana pertandingan sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan umat kepada para pemain. Dukungan Suporter Bawa Energi bagi Tim PutriSemangat para supporter ternyata menjadi energi tersendiri bagi tim voli putri. Dengan persiapan yang cukup singkat, tim putri tetap mampu menunjukkan kekompakan dan semangat juang selama pertandingan hingga berhasil meraih kemenangan. Salah satu pemain yang mengungkapkan rasa bahagianya atas kemenangan tersebut. Menurutnya, kehadiran supporter dalam jumlah banyak memberikan tambahan semangat bagi seluruh pemain. “Pastinya happy banget bisa menang. Supporter yang datang cukup banyak dan itu menambah semangat banget buat kami setim. Yang paling berkesan, ini pertama kalinya paroki mengadakan event seperti ini dan kami bisa ikut berpartisipasi,” ungkap Tanaya Kasihasa atau akrab dipanggil Naya. Naya juga menceritakan bahwa persiapan tim dilakukan dalam waktu yang cukup terbatas. Informasi mengenai pertandingan yang diterima secara mendadak membuat tim hanya memiliki kesempatan dua kali untuk berlatih bersama.”Informasinya termasuk mendadak, jadi kami hanya berkesempatan latihan dua kali. Tapi puji Tuhan, dengan kesempatan latihan yang minim, tim bisa sangat kompak dan memberikan hasil maksimal,” lanjutnya. Kemenangan tim voli putri pun menjadi salah satu momen yang menambah sukacita rombongan touring. Dukungan yang diberikan tidak hanya menjadi penyemangat bagi pemain, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan umat Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri dalam mengikuti rangkaian perayaan HUT Kevikepan Surakarta. Ramah Tamah di Rumah Romo SiwiMemasuki waktu jeda pertandingan, rombongan touring kemudian bergeser menuju kediaman Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk beristirahat sekaligus menjalin silaturahmi dalam suasana yang lebih akrab dan kekeluargaan.Suasana hangat terasa selama rombongan berada di kediaman Romo Siwi. Dalam kesempatan tersebut, Romo Siwi turut membagikan secuil cerita mengenai masa kecilnya kepada umat yang hadir. Cerita dan kenangan sederhana tersebut membuat suasana kunjungan menjadi semakin dekat. Umat tidak hanya hadir untuk bersilaturahmi, tetapi juga mendapat kesempatan untuk mengenal sosok Romo Siwi melalui kisah perjalanan hidupnya. Kehangatan semakin terasa ketika umat bersama-sama menikmati waktu makan dan berbincang santai. Momen tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang menunjukkan bahwa kebersamaan dalam komunitas tidak hanya dibangun melalui kegiatan resmi, tetapi juga melalui perjumpaan sederhana dan berbagi cerita. Di sela-sela ramah tamah, Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri, Romo Alexander Joko Purwanto, Pr., juga membagikan sejumlah doorprize kejutan yang disambut dengan gelak tawa dan antusiasme umat. Kembali ke Lapangan Dukung Tim PutraSetelah ramah tamah dan santap siang bersama, rombongan kembali menuju lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim voli putra Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri yang berlaga pada sesi siang. Kehadiran supporter dari Wonogiri kembali menambah semarak pertandingan. Sorakan dan dukungan dari pinggir lapangan menjadi bentuk solidaritas umat kepada para pemain yang membawa nama Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri dalam ajang olahraga antar paroki tersebut. Meskipun agenda ziarah ke Gua Maria Sendang Ratu Kenya yang semula direncanakan tidak terlaksana, perubahan agenda tidak mengurangi makna perjalanan. Touring tetap menjadi ruang bagi umat untuk berkumpul, memberikan dukungan, serta membangun relasi persaudaraan dengan sesama umat dan paroki lain. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kemudian bersiap melakukan perjalanan pulang pada sore hari. Perjalanan tersebut menjadi penutup dari kegiatan touring yang diisi dengan olahraga, kebersamaan, silaturahmi, serta berbagai pengalaman selama berada di Danan. Kegiatan touring menuju Danan ini menjadi salah satu bentuk nyata semangat “Nyawiji, Mawutuh, Andum Berkah” dalam perayaan HUT ke-60 Kevikepan Surakarta. Bukan sekadar perjalanan bersama, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk hadir dan saling mendukung, baik di lapangan maupun dalam suasana kekeluargaan. Melalui kebersamaan tersebut, semangat persaudaraan antar umat di Rayon Selatan diharapkan semakin erat tidak hanya bersatu dalam perayaan liturgi, tetapi juga guyub, saling mendukung, dan bertumbuh bersama dalam kehidupan menggereja.
0 Comments
Oleh : Rachel-Komsos
Wonogiri (6/9/26)-Matahari perlahan menyingsing dari ufuk timur, membiaskan sinar keemasan yang hangat di atas tanah. Pagi itu, langkah kaki orang-orang menuntun mereka ke satu tujuan yakni menuju Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri. Makin lama, pelataran gereja kian ramai. Gelombang anak-anak remaja berpakaian serba putih dari atas hingga bawah muncul bertahap dari balik gerbang. Wajah-wajah segar itu memancarkan binar antusiasme yang jujur. Beberapa di antaranya tak ingin kehilangan momen selagi pakaian masih necis dan rambut tertata rapi, mereka berkumpul di depan gereja untuk berfoto. Terlihat pula seorang ibu sedang merapikan kerah baju anak laki-lakinya, seperti tak ingin ada satu pun detail yang terlewatkan. Tawa renyah sesekali terdengar di antara jepretan kamera, merekam sukacita yang sederhana namun dalam. Hari itu menjadi catatan istimewa bagi 208 krismawan dan krismawati. Gereja yang dipenuhi umat hingga ke area luar tak mampu menyembunyikan rasa syukur yang membuncah. Di panti imam, Perayaan Ekaristi Penerimaan Sakramen Krisma dipimpin langsung oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dengan didampingi oleh Romo Alexander Joko Purwanto, Pr (Romo Joko), Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr (Romo Siwi), serta Romo Lukas Ivan Sanjaya, Pr (Romo Ivan). Suasana mendadak teduh saat doa dilantunkan bersama-sama, memohon curahan Roh Kudus bagi anak-anak muda yang bersiap menapak kedewasaan iman. Dalam khotbahnya yang mengalir ramah, Bapa Uskup menuturkan bahwa buah dari Roh Kudus pada dasarnya sangatlah ringkas yakni hidup dalam kasih. Beliau mengingatkan para krismawan agar tidak tumbuh menjadi pribadi yang acuh tak acuh. Tanggung jawab iman adalah saling merangkul, memberi teladan, dan berani mengingatkan saudara yang mulai melangkah menjauh dari kebaikan. Ketika minyak Krisma diusapkan ke dahi satu per satu, seolah menyatu dengan udara pagi yang bersih. Perayaan Ekaristi berakhir dengan berkat meriah dan sesi foto bersama para imam, namun kehangatan di paroki itu tidak lantas usai. Di bawah langit yang kian terang, remaja-remaja bergaun dan berkemeja putih itu berjalan pulang membawa dahi yang telah terurapi dan tekad sederhana untuk menjadi terang bagi sesamanya. |
Archives
September 2026
Categories
All
|
RSS Feed