Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

Berita Paroki

Dari Reuni Pasca-Pandemi Menjadi Rutinitas, Trofeo Tiga Paroki Rajut Persaudaraan di Bonoharjo

9/20/2026

0 Comments

 
BONOHARJO — Lapangan sepak bola di Paroki Bonoharjo menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi umat Paroki Wonogiri, Paroki Jumapolo, dan Paroki Bonoharjo, Minggu (20/9/2026). Bertajuk “Merawat Persaudaraan dalam Sukacita”, ketiga paroki menggelar trofeo, yaitu pertandingan sepak bola persahabatan segitiga,  yang tidak sekadar menghadirkan pertandingan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan lintas paroki dan lintas generasi.​


Pertandingan dimulai pukul 15.30 WIB dan mempertemukan tiga tim dalam tiga laga, yakni Paroki Jumapolo melawan Paroki Bonoharjo, Paroki Bonoharjo melawan Paroki Wonogiri, serta Paroki Wonogiri melawan Paroki Jumapolo.

Suasana pertandingan berlangsung meriah. Canda dan tawa sesekali terdengar di tengah pertandingan, sementara sorak-sorai para pendukung menambah semarak suasana. Yang menarik, sejumlah imam Keuskupan Agung Semarang (KAS) turut turun ke lapangan dan bermain bersama umat.

Sedikitnya sembilan  imam dan dua frater ikut meramaikan pertandingan tersebut. Mereka antara lain Romo Ivan dari Paroki Wonogiri, Romo Iswahyudi dari Promasan, Romo Anton dari Sedayu, Romo Ristata dari Bonoharjo, Romo Sapto Nugroho dari Nanggulan, Romo Suprihadi dari Purbowardayan, Romo Yudono Suwondo dari Kidul Loji, Romo Budi dari Ungaran, Romo Y. Sunaryadi selaku Vikep Jogja Barat, serta Frater Tantra dan Frater Panji dari Kentungan.

Kehadiran para imam dan frater membuat suasana semakin cair. Para gembala dan umat berbaur tanpa sekat, menikmati permainan sekaligus merayakan kebersamaan melalui olahraga.

Berawal dari Reuni Mantan Mudika
Pertemuan sepak bola lintas wilayah dan paroki ini ternyata berawal dari sebuah reuni sederhana.

Menjelang peringatan HUT Paroki Wonogiri pada 2023, sejumlah umat yang pernah aktif sebagai Mudika dan memiliki pengalaman dalam persepakbolaan paroki kembali bertemu. Andi dan Mursid dari Timang berjumpa dengan Andreas, Daniel, Kuyud, Indras, Topo, dan sejumlah teman dari Sidoharjo. Pertemuan itu kemudian melahirkan gagasan untuk mengadakan reuni melalui pertandingan sepak bola.

Gagasan tersebut diwujudkan dalam Fun Game pertama di Lapangan Ngasinan, wilayah Mento, Wonogiri, pada Juli 2023.

Pertemuan di lapangan hijau itu ternyata tidak berhenti sebagai ajang reuni para mantan Mudika. Kegiatan kemudian berkembang dengan melibatkan generasi penerus, terutama Orang Muda Katolik (OMK). Pertandingan digelar secara bergilir meskipun pada awalnya belum berlangsung secara rutin.

Dari Juli 2023 hingga Desember 2025, kegiatan sepak bola bersama telah berlangsung di sejumlah tempat, antara lain Mento, Timang, Sidoharjo, Mloko, dan Jlegong-Ngadirojo.

Memasuki 2026, kegiatan tersebut mulai menemukan ritme baru. Kehadiran Rm. Heribertus Budi Purwantoro, Pr., dalam tugasnya di Wonogiri turut memberi warna bagi komunitas sepak bola paroki. Pertemuan yang sebelumnya berlangsung tidak teratur mulai dapat dilaksanakan hampir setiap bulan.

Lapangan yang digunakan pun semakin beragam. Selain Timang, Mento, Sidoharjo, Mloko, dan Ngadirojo, kegiatan mulai merambah Wuryantoro serta Bero-Manyaran.

Semangat kebersamaan itu juga mulai meluas ke paroki-paroki lain di KAS. Teman-teman dari Paroki Jumapolo dan Danan, hingga Paroki Bonoharjo yang berada di Kevikepan Jogja Barat, turut bergabung dalam pertandingan bersama.

Dari Trofeo Pertama hingga Trofeo Jilid II
Puncak perkembangan kegiatan sepak bola lintas paroki terjadi pada Mei 2026. Untuk pertama kalinya digelar trofeo yang mempertemukan tim Wonogiri, Jumapolo, dan Bonoharjo di Lapangan Ngasinan.

Pertandingan tersebut semakin istimewa karena diikuti sembilan imam KAS yang turut bermain bersama umat. Selain dua imam yang saat itu berkarya di Wonogiri, Romo A. Joko Purwanto, Pr. dan Romo Heribertus Budi Purwantoro, Pr., hadir pula Romo Petrus Dwi Purnomo Adi “Ipung”, Pr., putra daerah Selogiri yang saat itu berkarya di Sukoharjo, serta Romo Ignatius Fajar Kristianto, Pr., putra daerah Mento yang sedang menjalani karya di Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan.

Sejumlah imam dari paroki tetangga juga turut bergabung. Dari Bonoharjo, Romo Ristata hadir bersama tim, sementara Romo Yudono Suwondo, Vikep Jogja Barat, ikut meramaikan pertandingan sebagai penjaga gawang.

Kebersamaan tersebut berlanjut pada 19 Juli 2026 melalui Farewell Game, sebuah fun game internal Paroki Wonogiri yang digelar untuk mengantar perpisahan dengan Romo Budi sebelum menjalani tugas perutusan baru di Ungaran.

Setelah jeda selama satu bulan karena euforia Kemerdekaan RI, kegiatan sepak bola kembali digelar. Kali ini Paroki Bonoharjo mendapat giliran menjadi tuan rumah Trofeo Jilid II pada Minggu (20/9/2026).

Rombongan Paroki Wonogiri yang terdiri atas sekitar 20 delegasi bertolak menuju Gereja Katolik Maria Mater Dei, Bonoharjo. Di antara mereka terdapat para pemain seperti Pak Andi, Pak Mursid, Pak Ibin, Pak Wahyu, dan Oscar Revan, serta para suporter dan tim Komsos.

Setibanya di Bonoharjo, rombongan disambut hangat oleh Romo Ag. Sudarisman dan Romo Ristata, bersama umat Paroki Bonoharjo.

Persaudaraan Berlanjut di Meja Makan
Pertandingan berakhir sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, berakhirnya pertandingan tidak berarti berakhir pula kebersamaan.

Setelah membersihkan diri, seluruh peserta berkumpul di Aula Paroki Bonoharjo untuk menikmati santap malam dan mengikuti ramah tamah. Percakapan hangat, canda, dan tawa kembali mengisi suasana. Para pemain yang sebelumnya berhadapan di lapangan kini duduk bersama sebagai saudara.

Bagi para peserta, sepak bola menjadi pintu masuk bagi perjumpaan yang lebih luas. Dari sebuah reuni mantan Mudika, kegiatan ini berkembang menjadi perjumpaan rutin yang melibatkan OMK, umat lintas wilayah, lintas paroki, serta para imam.

Mewakili rombongan, umat Paroki Wonogiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Paroki Bonoharjo dan Paroki Jumapolo atas kehangatan persaudaraan yang telah dibangun melalui kegiatan tersebut.

Trofeo diharapkan terus menjadi ruang perjumpaan pastoral yang sederhana, sehat, dan menggembirakan. Rencana berikutnya adalah Trofeo Jilid III yang akan digelar di Jumapolo pada Mei 2027.

Dari lapangan hijau, persaudaraan terus dirawat dan dirayakan.

Satu iman, satu persaudaraan, terus melangkah bersama!

(ags/mita/komsos/andi)







0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    September 2026
    August 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    January 2026
    December 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    October 2024
    August 2024
    April 2024
    December 2023
    November 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    December 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Arsip Berita
    Berita Paroki
    Pengumuman
    Surat Edaran
    Surat Gembala

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki