|
NGADIROJO, 25 Oktober 2026 — Di tengah perbukitan Ngadirojo yang vegetasinya mulai mengering, kesejukan masih terasa menyelimuti kawasan Gua Maria Fatima Sendang Klayu Jlegong. Di tempat yang jauh dari keramaian itu, umat dari berbagai wilayah dan lingkungan berkumpul untuk mengikuti Perayaan Ekaristi Novena Putaran Kelima pada Minggu, 25 Oktober 2026. Perayaan yang dipimpin oleh Romo Alexander Joko Purwanto, Pr. ini menjadi bagian dari rangkaian novena yang diselenggarakan setiap Minggu Kliwon. Meskipun pepohonan dan vegetasi di sekitar perbukitan tampak kering kerontang, suasana di kawasan gua Maria tetap menghadirkan kesejukan bagi umat yang datang untuk berdoa dan berziarah.
Sebelum Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 10.00 WIB, umat terlebih dahulu mengikuti doa Rosario selama 30 menit. Doa ini menjadi bagian dari persiapan batin sebelum memasuki perayaan, ketika umat bersama-sama mengarahkan hati kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Kehadiran umat dari berbagai wilayah dan lingkungan menambah suasana kebersamaan dalam perayaan tersebut. Salah satu yang menarik perhatian ialah rombongan peziarah dari Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga. Mereka datang dengan kompak mengenakan kaus berwarna senada dan tiba tepat waktu sebelum Perayaan Ekaristi dimulai. Sementara itu, tugas paduan suara dipercayakan kepada umat dari Wilayah Mloko. Kehadiran mereka turut mengiringi perayaan liturgi, menyatukan suara umat dalam doa dan pujian yang dipersembahkan bersama. Di akhir Perayaan Ekaristi, terdapat doa novena dan pembakaran ujub doa. Melalui rangkaian tersebut, umat membawa intensi dan harapan masing-masing, menyerahkannya kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Ujub doa menjadi salah satu ungkapan iman umat dalam mempercayakan berbagai pergulatan dan harapan hidup kepada Tuhan. Dalam wawancara singkat bersama tim Komunikasi Sosial (KOMOS), Romo Joko menyampaikan undangan terbuka bagi umat yang memiliki devosi kepada Bunda Maria untuk hadir dalam perayaan tersebut. “Silahkan kepada Bapak Ibu, yang punya devosi kepada Bunda Maria bisa hadir dalam Perayaan Ekaristi di Gua Maria Sendang Klayu Jlegong,” ungkapnya. Ajakan tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk terus merawat kehidupan doa sekaligus mengambil bagian dalam persekutuan iman. Devosi tidak hanya menjadi ungkapan kedekatan pribadi dengan Bunda Maria, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan umat dalam mendekatkan diri kepada Tuhan. Di Gua Maria Sendang Klayu Jlegong, setiap umat datang dengan intensi dan harapan yang mungkin berbeda. Ada doa yang dipanjatkan untuk keluarga, ada pergulatan yang ingin diserahkan, dan ada pula harapan yang hanya dapat diungkapkan dalam keheningan. Semua itu bertemu dalam satu perayaan, dalam doa yang dipanjatkan bersama dan iman yang terus dihidupi. Di tengah perbukitan yang mengering, kehadiran umat menjadi gambaran bahwa perjalanan iman tetap berlangsung dalam berbagai keadaan. Alam boleh berubah mengikuti musim, tetapi kerinduan untuk datang, berdoa, dan menyerahkan harapan kepada Tuhan tetap menemukan tempatnya. Perayaan Novena di Gua Maria Fatima Sendang Klayu Jlegong diselenggarakan setiap Minggu Kliwon. Romo Joko mengundang umat yang memiliki devosi kepada Bunda Maria untuk hadir dan mengambil bagian dalam rangkaian Perayaan Ekaristi berikutnya. Melalui perjumpaan dalam doa ini, Gua Maria Sendang Klayu Jlegong terus menjadi tempat bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan, membawa intensi masing-masing, dan kembali menapaki kehidupan dengan harapan yang dipercayakan kepada Tuhan. -Rachel SH
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
September 2026
Categories
All
|
RSS Feed