Luar Biasa! 19 Remaja Katolik Wonogiri Rela Jaga Parkir demi Hadiri Misa 100 Tahun Misi di Surakarta10/18/2026 SURAKARTA — Ada kisah inspiratif dan penuh perjuangan di balik partisipasi umat Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri dalam Perayaan Misa 100 Tahun Misi Kevikepan Surakarta. Acara akbar ini diselenggarakan di Auditorium Regina Pacis Surakarta pada Minggu, 18 Oktober 2026. Sebanyak 19 remaja dari kelompok Pendampingan Iman Remaja (PIR) Wonogiri hadir dengan membawa semangat kemandirian yang patut diacungi jempol.
Didampingi oleh Frater Yosep Bambang Pamungkas dan Cyrullus Ikken Devstiandra, para remaja ini tidak sekadar datang sebagai peserta. Demi bisa membiayai transportasi keberangkatan ke Solo, mereka berinisiatif menggalang dana secara swadaya dengan menjadi juru parkir di lingkungan gereja! Usaha keras ini mereka lakukan setia seminggu sekali selama lima pekan berturut-turut, mulai dari pertengahan September hingga Sabtu (17/10) kemarin. Jerih payah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat misioner dan kemandirian sudah menyala dalam diri mereka. Setibanya di lokasi acara, rasa lelah mereka terbayar lunas. Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Episkopal meriah yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr., sebagai selebran utama. Mengusung tema "One in Christ, United in Mission", acara berlangsung penuh sukacita dan dilanjutkan dengan dinamika seru bersama para animator. Acara ini tidak hanya berisi doa, tetapi juga pembekalan materi yang sangat relevan dengan dunia anak muda saat ini, yaitu seputar pewartaan lewat konten digital: Sesi Pertama: diisi oleh Wandy Murti, sosok content creator di balik akun Instagram @suka_sembahyang. Ia membagikan rahasia bagaimana meracik sebuah konten yang dari luar terlihat ringan dan kekinian, namun tetap memiliki kesan mendalam dan mampu mewartakan nilai-nilai kebaikan. Sesi Kedua: dibawakan oleh Sr. M. Rita, AK (Suster Abdi Kristus). Beliau mengajak peserta menyelami proses di balik layar (backstory) pembuatan sebuah konten. Mulai dari cara menggali ide hingga bagaimana memastikan konten tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menyalahi norma serta hukum yang berlaku. Selain mendapatkan ilmu baru, para remaja juga berkesempatan mengikuti ice breaking, mengunjungi stand promosi panggilan (propang), hingga menantikan pengumuman pembagian hadiah aksi. Melalui perjuangan swadaya menggalang dana parkir hingga partisipasi aktif dalam perayaan 100 Tahun Misi ini, diharapkan benih-benih misioner yang tangguh sungguh tumbuh dan mengakar dalam diri anak-anak PIR Wonogiri. Pengalaman berharga ini sekaligus menjadi langkah awal yang sangat baik untuk menyambut fokus Arah Dasar (ARDAS) Keuskupan Agung Semarang di tahun depan yang menitikberatkan pada formatio (pembinaan) iman umat. Satu Iman, Satu Hati, Satu Klik untuk Kristus! Berkah Dalem. (ags/komsos)
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
September 2026
Categories
All
|
RSS Feed