Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

Berita Paroki

Surat Edaran Instruksi Bupati No. 7 Tahun 2021 : PPKM Level 4 Kabupaten Wonogiri

8/19/2021

1 Comment

 
1 Comment

Surat Edaran Pelaksanaan WFH 18 - 23 Agustus 2021

8/19/2021

0 Comments

 
0 Comments

Surat Edaran Satgas Covid-19 KAS

8/19/2021

0 Comments

 
0 Comments

Devosionalia

8/19/2021

0 Comments

 
  • GUA MARIA SENDANG KLAYU, JLEGONG            ​
Wonogiri merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Wonogiri memiliki 25 kecamatan dengan berbagai macam penduduk. Masyarakat Wonogiri memiliki agama, suku, dan profesi yang beragam layaknya negara Indonesia. Salah satu agama yang diakui dan dianut di Kabupaten Wonogiri adalah Agama Katolik. Umat Katolik ini terhimpun dalam sebuah paroki. Paroki Wonogiri yang sebelumnya adalah Stasi Wonogiri berpisah dari Paroki Santo Yusuf Baturetno pada tanggal 11 Juli 1967. Hari itu diperingati sebagai hari jadi Paroki Wonogiri.  Paroki Wonogiri memiliki pelindung gereja yakni Santo Yohanes Rasul. Pada tahun 1968 pembangunan Gereja Katolik St. Yohanes Rasul diprakarsai oleh Pater J. Mulder,SJ. Pada tahun yang sama hadir Pater Petrus Chrisologus Soeharso Soetopanitro, SJ.
Pater Petrus Chrisologus Soeharso Soetopanitro, SJ hadir sebagai Pastor Paroki Wonogiri. Pembangunan gereja dilakukan secara bertahap dikarenakan jumlah umat yang masih minim. Pastoran dan sekretariat Paroki masih menggunakan sisa peninggalan bangunan lama. Pembangunan gedung gereja yang berhasil dilaksanakan adalah bangunan gereja terbuka. Pada tanggal 20 September 1970, gedung gereja diresmikan oleh Bapak Uskup Agung Semarang Mgr. Justinus Kardinal Darmojuwono, Pr. Pater Petrus Chrisologus Soeharso Soetopanitro, SJ yang dikenal dengan Romo Soeta adalah seorang Romo yang sangat mencintai seni kebudayaan Jawa. Kecintaannya pada wayang dan juga gamelan Jawa membuatnya menghidupi inkulturasi liturgi misa dengan gendhing jawa. Sehingga setiap acara penting pasti akan diadakan pagelaran wayang kulit di lingkungan gereja.
               Romo Soeta merupakan seorang Romo yang sederhana. Beliau mengunjungi umatnya menggunakan alas sandal jepit, membawa tongkat, serta menggunakan pakaian abu-abu yang menjadi ciri khasnya. Perjalanan Romo Soeta ke wilayah di Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri membuahkan beberapa stasi yang memiliki kapel sebagai tempat misa bahkan Gua Maria. Pada tahun 1967, Romo Soeta rajin mengunjungi umat perdana di suatu stasi. Saat Romo Soeto berkunjung ke tempat tersebut beliau hanya berpesan direbuskan singkong. Di stasi tersebut terdapat sebuah sendang yang bernama Sendang Klayu dan terkenal sangat angker. Romo Soeto berhasil mengusir iblis yang ada di tempat itu bahkan air Sendang Klayu digunakan oleh Romo Suto untuk membaptis orang-orang Katolik perdana di daerah tersebut. Sejak peristiwa pembaptisan itu tempat tersebut dijadikan tempat doa. Tempat itu kita kenal dengan Gua Maria Fatima Sendang Klayu, Jlegong.
 Gua Maria Fatma Sendang Klayu ini berada di sebuah dusun di selatan Kabupaten Wonogiri Kecamatan Ngadirojo, Gemawang, yaitu Dusun Jlegong. Dusun ini terletak di sebuah ceruk antara bukit Watulumbung dan Gunung Gondel. Jalan menuju Gua Maria Fatima Sendang Klayu cukup terjal. Jalan yang menanjak menaiki tangga demi tangga yang agak tinggi akan mengantar perjalanan kita sampai ke depan pelataran gua.
Meskipun jalan menanjak yang harus dilalui sampai ke depan gua, selama perjalanan ini peziarah akan disuguhi dengan pemandangan Bukit Watulumbung yang sejuk dan rindangnya pepohonan  di sekitar Bukit Watulumbung.
  • JKKI St. Yohanes Rasul Wonogiri
Jaringan Kerasulan Kerahiman Ilahi disingkat dengan JKKI merupakan kelompok Devosi Kerahiman Ilahi. JKKI Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri resmi melakukan kegiatan pada tanggal 17 November 2017. Kegiatan yang dilakukan JKKI antara lain;
  1. Rapat bulanan guna koordinasi antar anggota.
  2. Kunjungan umat
  3. Ziarah doa
  4. Sosialisasi JKKI kepada umat guna menjaring umat bergabung dalam devosi Kerahiman Ilahi.
  5. Novena Kerahiman Ilahi dan perayaan Hari Minggu Kerahiman Ilahi.
  6. Rekoleksi KASI (Ketua Simpul dan Pengurus).
  7. Safari Rohani.
Safari Rohani dilaksanakan setiap satu bulan sekali pada minggu ke 4. Hari yang ditentukan adalah Hari Selasa pada setiap bulan. Tempat pelaksanaan dilakukan secara berpindah-pindah se-Kevikepan Surakarta.
0 Comments

Upacara HUT RI Ke- 76 di Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri

8/17/2021

0 Comments

 
Sumber : Komsos
​Bertempat di halaman gereja, beberapa perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri mengadakan upacara bendera memperingati HUT RI ke-76, Selasa, 17 Agustus 2021. Bertindak selaku pembina upacara Romo Yosafat Dhani Puspantoro, Pr. Dalam amanatnya, Romo Dhani mengajak kita untuk selalu  siap menjadi kawah candradimuka, menjadi penerang dan penghangat. Pandemi membuat kita belajar dan berefleksi dalam kehidupan.
0 Comments

Misa HUT RI Ke-76: Merawat NKRI, Menghidupi Pancasila

8/17/2021

0 Comments

 
Sumber : Komsos
Memperingati HUT RI ke-76, Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri menggelar perayaan Ekaristi secara daring dalam dua jadwal. Pada jadwal kedua, Selasa 17 Agustus 2021 pukul 08.00 WIB, misa dipimpin oleh Romo FX. Agus Suryana Gunadi, Pr. Dalam homilinya Romo berpesan agar umat ikut merawat  dan membangun NKRI dengan terus menghidupi Pancasila.
0 Comments

Kegiatan Susteran Hendragiri Di Tengah Pandemi

8/5/2021

0 Comments

 
​Foto : Anastasia DPW/Komsos
“Kami mendoakan para umat dan situasi saat ini, sebagai keterlibatan mereka menjadi murid, keluarga. Kami tidak pergi untuk mewartakan, namun mewartakan melalui biara kami”. – Sr. Celestina de Deus, CB.

Melihat bertambahnya jumlah kasus Covid-19, pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM sebagai bagian dari skenario solusi. Hampir semua kegiatan sosial dan keagamaan dilaksanakan secara daring lagi. Kebijakan itu pun turut  berdampak bagi  Susteran Hendragiri yang berada di Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri.

Susteran Hendragiri sampai saat ini didiami oleh tiga Suster yaitu Sr. Resdiana, CB (71), Sr. Celestina de Deus, CB (33), dan Sr. Joanina, CB (25). Suasana pandemi tak bisa dipungkiri mengubah beberapa agenda, namun hal tersebut tak mengurangi semangat para suster untuk terus melayani umat.

Sr. Resdiana, CB berkisah tentang beberapa kegiatan yang dulu rutin menjadi agenda para suster. Selain memasak dan belanja yang menjadi pekerjaan rumah tangga harian di susteran, kunjungan ke umat lazim dilakukan baik itu umat di rumah maupun yang sedang dirawat di rumah sakit, serta kunjungan wilayah di paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri.

Dari perjumpaan dengan umat, para suster bersyukur dan senang karena dapat berbagi berkat. Namun karena saat ini aneka pertemuan dibatasi, maka suster melakukan  pelayanan berupa renungan melalui zoom, serta melayani umat yang menjalani katekumen.

Di susteran, para suster setiap harinya tetap melaksanakan ibadah sabda dilanjutkan dengan meditasi. Khusus pada hari Kamis sore, ibadah dilanjutkan dengan adorasi dan rosario. Ada pun kerinduan pada umat mereka salurkan melalui doa yang dihantarkan ketika ibadah.

Selanjutnya, Sr. Celestina de Deus, CB bercerita bahwa pada awal pandemi ketiga suster memperhatikan dan membantu kebutuhan umat dengan aksi pembagian masker dan sembako untuk masyarakat di sekitar paroki. Bekerja sama dengan  ketua RT setempat, sembako dibagikan kepada keluarga yang membutuhkan.

Meski saat ini perayaan misa dilaksanakan secara daring, suster tetap ikut membantu persiapan di gereja paroki baik untuk perayaan ekaristi, pernikahan, atau kegiatan lainnya. “Kami mendoakan para umat dan situasi saat ini sebagai keterlibatan mereka menjadi murid, keluarga, kami tidak pergi untuk mewartakan, namun mewartakan melalui biara kami”, begitu kata Sr. Celestina.

Karena kegiatan sekolah pun ditiadakan, para suster mengisi waktu dengan menanam sayuran dan lainnya sebagai rasa syukur kepada Tuhan karena bisa terlibat untuk menjaga ciptaan Tuhan. Para suster tetap memberikan bimbingan melalui pertemuan daring dan video pembelajaran kepada siswa sehingga anak-anak dapat belajar dan dibimbing meskipun secara daring.

Terdapat harapan yang disampaikan oleh Sr. Resdiana bagi semua umat agar selalu sehat, dilindungi dari Covid-19, serta tetap memiliki semangat pelayanan dan semoga pandemi segera berakhir. Sr. Celestina menambahkan untuk saling mendoakan satu sama lain, tetap menjaga kesehatan dan tetap percaya kepada Tuhan semoga memberikan jalan yang terbaik bagi semua orang terutama di paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri agar dapat berjumpa dengan umat dan melaksanakan kegiatan gereja secara normal.
​
Michael Wahyu Kristian/Komsos
0 Comments

Misa HUT Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri Ke-54: Membangun Semangat di Tengah Pandemi

8/5/2021

0 Comments

 
Sumber: Komsos
Minggu, 11 Juli 2021 adalah Hari Ulang Tahun Gereja Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri ke- 54. Rasa syukur atas peristiwa bersejarah tersebut disatukan dalam misa mingguan bertempat di Gua Maria Gereja Paroki. Ibadah dipimpin oleh Romo Yosafat Dhani Puspantoro, Pr dan Romo Agus Suryana Gunadi, Pr diikuti oleh seluruh umat secara streaming karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Misa diawali dengan menyanyikan lagu ‘Murid Terkasih’, karangan Romo Dhani yang beliau persembahkan untuk Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri. Dalam khotbahnya, Romo Dhani mengajak kita untuk bangkit dengan semangat hidup yang baru dalam pelayanan dan pewartaan. Dengan bertambahnya umur Gereja Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri, umat dihimbau untuk kembali terlibat aktif dalam kehidupan menggereja, seperti kisah perutusan Para Rasul yang bangkit sebagai Anak Allah untuk memenuhi perintah yang diwartakan Tuhan kepada sesama.

HUT Paroki kali ini memuat kerinduan yang mendalam akan kehadiran umat secara utuh di gereja. Namun dalam kondisi pandemi belakangan ini, kita diajak untuk menunjukkan semangat gereja dengan mengikuti ketentuan pemerintah, mengikuti protokol kesehatan dan terlibat aktif secara rohani di lingkungan sekitar dengan cara daring/online.

Ibadah lalu ditutup dengan penyampaian ucapan selamat ulang tahun dari beberapa pihak di antaranya  Romo Paroki dan Dewan Paroki. Ada pun ucapan selamat ulang tahun dari Suster dan beberapa Romo yang pernah berkarya di Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri dikemas dalam sebuah video pendek produksi Tim Komsos Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri.  

Rangkaian Agenda HUT Paroki ke- 54
Sebagai kado HUT Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri ke- 54, tim pewartaan Dewan Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri mempersembahkan sebuah website dengan tautan link www.parokiwonogiri.or.id . Website ini menjadi upaya Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri untuk beradaptasi dan bertransformasi menyediakan media komunitas berbasis online. Tujuannya untuk semakin memudahkan umat dalam mendapatkan informasi seputar liturgi hingga pelayanan di paroki.

Gereja juga memberi ruang bagi bertumbuhnya Orang Muda Katolik (OMK) melalui sayembara lomba logo OMK. Setelah berlangsung sekitar 2 bulan sejak Juni. Lomba logo dimenangkan oleh Rachel Sukma Haristana sebagai Juara Pertama dari Wilayah Wuryantoro, kemudian Juara Kedua lomba logo diraih oleh Nicholas Maria Nathan Veda dari Wilayah Kota Tengah, dan terakhir Juara Favorit yaitu Gabriella Chindita Siswidyra dari Wilayah Jatisrono. Pengumuman dan penyerahan hadiah untuk  pemenang disampaikan oleh Romo Dhani tepat setelah misa selesai.

Setelah perayaan Ekaristi, Gereja Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri  mengadakan kegiatan pembagian sembako bagi masyarakat RT 09 Sanggrahan yang berlokasi di dekat gereja. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memberikan beberapa bingkisan sembako yang diserahkan kepada Ketua RT untuk disalurkan kepada seluruh warga RT 09.
​
Reporter: Emmanuel Aji Sadewa/Komsos
0 Comments

Isolasi Mandiri: Pastikan HP Penuh

8/5/2021

0 Comments

 
Beberapa waktu lalu salah satu teman, Doni, mengabarkan di WA Group bahwa dia dan keluarganya terpapar Covid-19. Spontan, karena bela rasa dan empati, satu persatu dari kami masing-masing memberikan semangat. Akan tetapi, yang terjadi adalah kebalikannya. Karena justru Doni yang memberi semangat kepada kami. Awalnya ia menceritakan bahwa pernyataan semangat yang diberikan oleh teman-teman sangat berarti. Selain itu. Ada beberapa petunjuk informasi dari dokter tentang isoman. Dalam isoman, Doni harus mengonsumsi makanan sehat, multivitamin, dan istirahat cukup, serta melakukan protokol kesehatan di rumah. Namun, yang terpenting dari itu semua adalah mengusahakan supaya Hati dan Pikiran untuk tetap senang sehingga dapat meningkatkan imun.
 
Dalam isoman tersebut Doni bercerita mengenai pengalamannya menghadapi Covid-19. Pada awalnya ia mengalami masa yang cukup berat terkait dengan kondisi fisiknya. Satu hal yang membuatnya lemah secara psikologis, yakni Doni, sebagai kepala keluarga, kurang mampu berbuat apa-apa terhadap kondisi keluarga. Ditambah pula anggota keluarga lain juga yang juga terpapar Covid-19. Sehingga membutuhkan perhatian khusus. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Doni karena ia harus memperhatikan kondisi anggota keluarga yang juga terpapar Covid-19, sedangkan kondisinya pun kurang baik. Saat genting itulah Doni kemudian teringat dengan pesan dokter puskesmas: “Buatlah Hati dan Pikiran untuk tetap Senang”. 
 
Apa yang dilakukan Doni? Pada masa isolasi mandiri, Doni memutuskan untuk berhenti menonton televisi dan membaca sosial media tentang Covid-19. Televisi hanya dipergunakan untuk melihat hiburan yang menyenangkan.  Selain itu, Doni melakukan meditasi meskipun hanya duduk. Ia pun merasakan sakit pada dada. Namun, Doni menyatakan bahwa situasi meditasi sangat membantu dalam pernapasan. Apa yang dilakukannya hanya mengolah pernapasan. Dengan duduk senyaman mungkin, memejamkan mata pelan-pelan, kemudian dua detik menarik napas, empat detik tahan, dan lima detik hembuskan pelan-pelan. Walaupun waktu meditasi dengan olah napas itu tidak panjang ternyata sudah membuat lelah. Akan tetapi, manfaat yang didapat setelah latihan, yaitu pernapasan mulai membaik.
 
Dalam akhir sharing-nya di WA Group, Doni menyampaikan suatu pengalaman reflektif bahwa  pada saat mengalami situasi seperti itu pikiran buruk mudah sekali datang. Ia menyatakan bahwa keluarganya sangat bersyukur dan bahagia karena ada teman-teman yang memberikan perhatian. Meskipun tampak sepele dan mungkin hanya sekadar kalimat penyemangat, tetapi bagi Doni itu sangat berarti berarti karena dengan hal sederhana tersebut nyatanya membuat Doni menemukan kembali keinginan untuk kembali sehat dan tetap mempunyai semangat hidup.
 
Berdasar dari cerita Doni, ada satu kalimat yang menarik untuk direfleksikan bersama, yaitu  Menjaga Hati dan Pikiran untuk Tetap Senang. Tidak hanya terkait dengan semangat spiritualitas yang bermanfaat menjaga kondisi psikologis untuk tetap seimbang, tetapi pada kenyataannya secara fisiologis juga bermanfaat. Saat kondisi sedang dalam keadaan buruk, hal yang sering muncul dan yang sering dirasakan adalah adanya tegangan pada otot, aliran darah naik sehingga tubuh merasa sakit. Secara neurologis, hal ini terjadi karena saat mengalami situasi buruk atau dalam tekanan (stres), Axis Hypothalamic-Pituary-Adrenal (HPA) suatu sistem yang mengatur keseimbangan tubuh akan respon terhadap stres. Aktifnya Axis HPA ini kemudian meningkatkan peripheral cortisol yang menghasilkan depressmood sehingga meningkatkan Autonomic Nervous System (ANS) yang kemudian ANS ini bekerja untuk mengupayakan coping atau cara mengatasi masalahnya. Kondisi inilah yang jika tidak disadari dan dijaga akhirnya dapat menurunkan imun.
 
Maka dari itulah, penting untuk tetap Menjaga Hati dan Pikiran (HP) tetap dalam kondisi Penuh rasa Senang, sebagaimana disampaikan oleh Green & Green, ahli psikoneurologis, dalam pernyataannya mengatakan ketika kita menjaga hati dan pikiran tetap senang, maka akan mengaktifkan cerebral cortex, sistem limbic, dan hyphotalamus yang berfungsi mengubah autonomic nervous system (ANS) dengan bekerja ‘mengendalikan sakit’ karena akan menutup ‘gerbang kesakitan’ sehingga neurotransmiter mengeluarkan serotonin yang menekan transmisi kesakitan. Itulah mengapa Doni dapat melewati masa buruknya dalam menghadapi Covid-19. Karena Doni mengupayakan Hati dan Pikirannya tetap dalam kondisi Penuh rasa senang dengan cara membuat diri senyaman mungkin, terhibur, dan tertawa. Ia pun menyadari kebaikan lingkungan sekitar dengan rasa syukur, ditambah dengan latihan relaksasi berupa olah napas. Meski dikatakannya lelah dalam berjuang, tetapi Doni tetap  senang. Hal ini dikarenakan Doni dapat meredakan sakit atau ketegangan yang dirasakan dan menjadikan Covid-19 dengan kelegaan sehingga dapat mengurangi beban psikologis. Dan pada akhirnya dapat mempercepat pemulihan kondisi tubuh melawan Covid-19.
 
Penulis : Markus Nanang Irawan Budi Susilo, S. Psi., M. Psi., Psikolog.
Editor : Kristina Wuri Desmayani
0 Comments

Pengumuman Minggu Biasa Ke XVIII, 1 Agustus 2021

7/31/2021

0 Comments

 
  • Pengumuman Perkawinan
Pengumuman Ketiga
  1. Ignatius Febri Nugroho dari Lingkungan Paulus Rinjani Paroki Santo Aloysius Mojosongo dengan Maria Roswita Nefiana Puji Astuti dari Lingkungan Yusup Wilayah Kota Selatan.
  2. Andreas Wahyu Dharmawan dari Lingkungan Elisabet Paroki St Maria Kartasura dengan Lorensia Dhian Tessalonika Sarie dari Lingkungan Salib Suci Kedungsono.
Saudara/i yang mengetahui adanya halangan perkawinan wajib lapor Rama Paroki.
 
  • Pendaftaran Kursus Persiapan Perkawinan. Dibuka untuk bulan Juli 2021. Akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2021 diundur tanggal 01 Agustus 2021 Online harap menghubungi tim KPP . Segera mendaftar ke Sekretariat Paroki. 
  • Piagam/ Sertifikat lomba logo OMK. Sertifikat dapat diambil di sekretariat pada jam kerja 08.00 WIB – 15.00 WIB.
0 Comments
<<Previous
Forward>>

    Archives

    May 2026
    April 2026
    March 2026
    January 2026
    December 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    October 2024
    August 2024
    April 2024
    December 2023
    November 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    December 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Arsip Berita
    Berita Paroki
    Pengumuman
    Surat Edaran
    Surat Gembala

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki