Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

Berita Paroki

Misa HUT RI Ke-76: Merawat NKRI, Menghidupi Pancasila

8/17/2021

0 Comments

 
Sumber : Komsos
Memperingati HUT RI ke-76, Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri menggelar perayaan Ekaristi secara daring dalam dua jadwal. Pada jadwal kedua, Selasa 17 Agustus 2021 pukul 08.00 WIB, misa dipimpin oleh Romo FX. Agus Suryana Gunadi, Pr. Dalam homilinya Romo berpesan agar umat ikut merawat  dan membangun NKRI dengan terus menghidupi Pancasila.
0 Comments

Kegiatan Susteran Hendragiri Di Tengah Pandemi

8/5/2021

0 Comments

 
​Foto : Anastasia DPW/Komsos
“Kami mendoakan para umat dan situasi saat ini, sebagai keterlibatan mereka menjadi murid, keluarga. Kami tidak pergi untuk mewartakan, namun mewartakan melalui biara kami”. – Sr. Celestina de Deus, CB.

Melihat bertambahnya jumlah kasus Covid-19, pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM sebagai bagian dari skenario solusi. Hampir semua kegiatan sosial dan keagamaan dilaksanakan secara daring lagi. Kebijakan itu pun turut  berdampak bagi  Susteran Hendragiri yang berada di Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri.

Susteran Hendragiri sampai saat ini didiami oleh tiga Suster yaitu Sr. Resdiana, CB (71), Sr. Celestina de Deus, CB (33), dan Sr. Joanina, CB (25). Suasana pandemi tak bisa dipungkiri mengubah beberapa agenda, namun hal tersebut tak mengurangi semangat para suster untuk terus melayani umat.

Sr. Resdiana, CB berkisah tentang beberapa kegiatan yang dulu rutin menjadi agenda para suster. Selain memasak dan belanja yang menjadi pekerjaan rumah tangga harian di susteran, kunjungan ke umat lazim dilakukan baik itu umat di rumah maupun yang sedang dirawat di rumah sakit, serta kunjungan wilayah di paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri.

Dari perjumpaan dengan umat, para suster bersyukur dan senang karena dapat berbagi berkat. Namun karena saat ini aneka pertemuan dibatasi, maka suster melakukan  pelayanan berupa renungan melalui zoom, serta melayani umat yang menjalani katekumen.

Di susteran, para suster setiap harinya tetap melaksanakan ibadah sabda dilanjutkan dengan meditasi. Khusus pada hari Kamis sore, ibadah dilanjutkan dengan adorasi dan rosario. Ada pun kerinduan pada umat mereka salurkan melalui doa yang dihantarkan ketika ibadah.

Selanjutnya, Sr. Celestina de Deus, CB bercerita bahwa pada awal pandemi ketiga suster memperhatikan dan membantu kebutuhan umat dengan aksi pembagian masker dan sembako untuk masyarakat di sekitar paroki. Bekerja sama dengan  ketua RT setempat, sembako dibagikan kepada keluarga yang membutuhkan.

Meski saat ini perayaan misa dilaksanakan secara daring, suster tetap ikut membantu persiapan di gereja paroki baik untuk perayaan ekaristi, pernikahan, atau kegiatan lainnya. “Kami mendoakan para umat dan situasi saat ini sebagai keterlibatan mereka menjadi murid, keluarga, kami tidak pergi untuk mewartakan, namun mewartakan melalui biara kami”, begitu kata Sr. Celestina.

Karena kegiatan sekolah pun ditiadakan, para suster mengisi waktu dengan menanam sayuran dan lainnya sebagai rasa syukur kepada Tuhan karena bisa terlibat untuk menjaga ciptaan Tuhan. Para suster tetap memberikan bimbingan melalui pertemuan daring dan video pembelajaran kepada siswa sehingga anak-anak dapat belajar dan dibimbing meskipun secara daring.

Terdapat harapan yang disampaikan oleh Sr. Resdiana bagi semua umat agar selalu sehat, dilindungi dari Covid-19, serta tetap memiliki semangat pelayanan dan semoga pandemi segera berakhir. Sr. Celestina menambahkan untuk saling mendoakan satu sama lain, tetap menjaga kesehatan dan tetap percaya kepada Tuhan semoga memberikan jalan yang terbaik bagi semua orang terutama di paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri agar dapat berjumpa dengan umat dan melaksanakan kegiatan gereja secara normal.
​
Michael Wahyu Kristian/Komsos
0 Comments

Misa HUT Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri Ke-54: Membangun Semangat di Tengah Pandemi

8/5/2021

0 Comments

 
Sumber: Komsos
Minggu, 11 Juli 2021 adalah Hari Ulang Tahun Gereja Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri ke- 54. Rasa syukur atas peristiwa bersejarah tersebut disatukan dalam misa mingguan bertempat di Gua Maria Gereja Paroki. Ibadah dipimpin oleh Romo Yosafat Dhani Puspantoro, Pr dan Romo Agus Suryana Gunadi, Pr diikuti oleh seluruh umat secara streaming karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Misa diawali dengan menyanyikan lagu ‘Murid Terkasih’, karangan Romo Dhani yang beliau persembahkan untuk Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri. Dalam khotbahnya, Romo Dhani mengajak kita untuk bangkit dengan semangat hidup yang baru dalam pelayanan dan pewartaan. Dengan bertambahnya umur Gereja Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri, umat dihimbau untuk kembali terlibat aktif dalam kehidupan menggereja, seperti kisah perutusan Para Rasul yang bangkit sebagai Anak Allah untuk memenuhi perintah yang diwartakan Tuhan kepada sesama.

HUT Paroki kali ini memuat kerinduan yang mendalam akan kehadiran umat secara utuh di gereja. Namun dalam kondisi pandemi belakangan ini, kita diajak untuk menunjukkan semangat gereja dengan mengikuti ketentuan pemerintah, mengikuti protokol kesehatan dan terlibat aktif secara rohani di lingkungan sekitar dengan cara daring/online.

Ibadah lalu ditutup dengan penyampaian ucapan selamat ulang tahun dari beberapa pihak di antaranya  Romo Paroki dan Dewan Paroki. Ada pun ucapan selamat ulang tahun dari Suster dan beberapa Romo yang pernah berkarya di Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri dikemas dalam sebuah video pendek produksi Tim Komsos Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri.  

Rangkaian Agenda HUT Paroki ke- 54
Sebagai kado HUT Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri ke- 54, tim pewartaan Dewan Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri mempersembahkan sebuah website dengan tautan link www.parokiwonogiri.or.id . Website ini menjadi upaya Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri untuk beradaptasi dan bertransformasi menyediakan media komunitas berbasis online. Tujuannya untuk semakin memudahkan umat dalam mendapatkan informasi seputar liturgi hingga pelayanan di paroki.

Gereja juga memberi ruang bagi bertumbuhnya Orang Muda Katolik (OMK) melalui sayembara lomba logo OMK. Setelah berlangsung sekitar 2 bulan sejak Juni. Lomba logo dimenangkan oleh Rachel Sukma Haristana sebagai Juara Pertama dari Wilayah Wuryantoro, kemudian Juara Kedua lomba logo diraih oleh Nicholas Maria Nathan Veda dari Wilayah Kota Tengah, dan terakhir Juara Favorit yaitu Gabriella Chindita Siswidyra dari Wilayah Jatisrono. Pengumuman dan penyerahan hadiah untuk  pemenang disampaikan oleh Romo Dhani tepat setelah misa selesai.

Setelah perayaan Ekaristi, Gereja Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri  mengadakan kegiatan pembagian sembako bagi masyarakat RT 09 Sanggrahan yang berlokasi di dekat gereja. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memberikan beberapa bingkisan sembako yang diserahkan kepada Ketua RT untuk disalurkan kepada seluruh warga RT 09.
​
Reporter: Emmanuel Aji Sadewa/Komsos
0 Comments

Isolasi Mandiri: Pastikan HP Penuh

8/5/2021

0 Comments

 
Beberapa waktu lalu salah satu teman, Doni, mengabarkan di WA Group bahwa dia dan keluarganya terpapar Covid-19. Spontan, karena bela rasa dan empati, satu persatu dari kami masing-masing memberikan semangat. Akan tetapi, yang terjadi adalah kebalikannya. Karena justru Doni yang memberi semangat kepada kami. Awalnya ia menceritakan bahwa pernyataan semangat yang diberikan oleh teman-teman sangat berarti. Selain itu. Ada beberapa petunjuk informasi dari dokter tentang isoman. Dalam isoman, Doni harus mengonsumsi makanan sehat, multivitamin, dan istirahat cukup, serta melakukan protokol kesehatan di rumah. Namun, yang terpenting dari itu semua adalah mengusahakan supaya Hati dan Pikiran untuk tetap senang sehingga dapat meningkatkan imun.
 
Dalam isoman tersebut Doni bercerita mengenai pengalamannya menghadapi Covid-19. Pada awalnya ia mengalami masa yang cukup berat terkait dengan kondisi fisiknya. Satu hal yang membuatnya lemah secara psikologis, yakni Doni, sebagai kepala keluarga, kurang mampu berbuat apa-apa terhadap kondisi keluarga. Ditambah pula anggota keluarga lain juga yang juga terpapar Covid-19. Sehingga membutuhkan perhatian khusus. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Doni karena ia harus memperhatikan kondisi anggota keluarga yang juga terpapar Covid-19, sedangkan kondisinya pun kurang baik. Saat genting itulah Doni kemudian teringat dengan pesan dokter puskesmas: “Buatlah Hati dan Pikiran untuk tetap Senang”. 
 
Apa yang dilakukan Doni? Pada masa isolasi mandiri, Doni memutuskan untuk berhenti menonton televisi dan membaca sosial media tentang Covid-19. Televisi hanya dipergunakan untuk melihat hiburan yang menyenangkan.  Selain itu, Doni melakukan meditasi meskipun hanya duduk. Ia pun merasakan sakit pada dada. Namun, Doni menyatakan bahwa situasi meditasi sangat membantu dalam pernapasan. Apa yang dilakukannya hanya mengolah pernapasan. Dengan duduk senyaman mungkin, memejamkan mata pelan-pelan, kemudian dua detik menarik napas, empat detik tahan, dan lima detik hembuskan pelan-pelan. Walaupun waktu meditasi dengan olah napas itu tidak panjang ternyata sudah membuat lelah. Akan tetapi, manfaat yang didapat setelah latihan, yaitu pernapasan mulai membaik.
 
Dalam akhir sharing-nya di WA Group, Doni menyampaikan suatu pengalaman reflektif bahwa  pada saat mengalami situasi seperti itu pikiran buruk mudah sekali datang. Ia menyatakan bahwa keluarganya sangat bersyukur dan bahagia karena ada teman-teman yang memberikan perhatian. Meskipun tampak sepele dan mungkin hanya sekadar kalimat penyemangat, tetapi bagi Doni itu sangat berarti berarti karena dengan hal sederhana tersebut nyatanya membuat Doni menemukan kembali keinginan untuk kembali sehat dan tetap mempunyai semangat hidup.
 
Berdasar dari cerita Doni, ada satu kalimat yang menarik untuk direfleksikan bersama, yaitu  Menjaga Hati dan Pikiran untuk Tetap Senang. Tidak hanya terkait dengan semangat spiritualitas yang bermanfaat menjaga kondisi psikologis untuk tetap seimbang, tetapi pada kenyataannya secara fisiologis juga bermanfaat. Saat kondisi sedang dalam keadaan buruk, hal yang sering muncul dan yang sering dirasakan adalah adanya tegangan pada otot, aliran darah naik sehingga tubuh merasa sakit. Secara neurologis, hal ini terjadi karena saat mengalami situasi buruk atau dalam tekanan (stres), Axis Hypothalamic-Pituary-Adrenal (HPA) suatu sistem yang mengatur keseimbangan tubuh akan respon terhadap stres. Aktifnya Axis HPA ini kemudian meningkatkan peripheral cortisol yang menghasilkan depressmood sehingga meningkatkan Autonomic Nervous System (ANS) yang kemudian ANS ini bekerja untuk mengupayakan coping atau cara mengatasi masalahnya. Kondisi inilah yang jika tidak disadari dan dijaga akhirnya dapat menurunkan imun.
 
Maka dari itulah, penting untuk tetap Menjaga Hati dan Pikiran (HP) tetap dalam kondisi Penuh rasa Senang, sebagaimana disampaikan oleh Green & Green, ahli psikoneurologis, dalam pernyataannya mengatakan ketika kita menjaga hati dan pikiran tetap senang, maka akan mengaktifkan cerebral cortex, sistem limbic, dan hyphotalamus yang berfungsi mengubah autonomic nervous system (ANS) dengan bekerja ‘mengendalikan sakit’ karena akan menutup ‘gerbang kesakitan’ sehingga neurotransmiter mengeluarkan serotonin yang menekan transmisi kesakitan. Itulah mengapa Doni dapat melewati masa buruknya dalam menghadapi Covid-19. Karena Doni mengupayakan Hati dan Pikirannya tetap dalam kondisi Penuh rasa senang dengan cara membuat diri senyaman mungkin, terhibur, dan tertawa. Ia pun menyadari kebaikan lingkungan sekitar dengan rasa syukur, ditambah dengan latihan relaksasi berupa olah napas. Meski dikatakannya lelah dalam berjuang, tetapi Doni tetap  senang. Hal ini dikarenakan Doni dapat meredakan sakit atau ketegangan yang dirasakan dan menjadikan Covid-19 dengan kelegaan sehingga dapat mengurangi beban psikologis. Dan pada akhirnya dapat mempercepat pemulihan kondisi tubuh melawan Covid-19.
 
Penulis : Markus Nanang Irawan Budi Susilo, S. Psi., M. Psi., Psikolog.
Editor : Kristina Wuri Desmayani
0 Comments

Pengumuman Minggu Biasa Ke XVIII, 1 Agustus 2021

7/31/2021

0 Comments

 
  • Pengumuman Perkawinan
Pengumuman Ketiga
  1. Ignatius Febri Nugroho dari Lingkungan Paulus Rinjani Paroki Santo Aloysius Mojosongo dengan Maria Roswita Nefiana Puji Astuti dari Lingkungan Yusup Wilayah Kota Selatan.
  2. Andreas Wahyu Dharmawan dari Lingkungan Elisabet Paroki St Maria Kartasura dengan Lorensia Dhian Tessalonika Sarie dari Lingkungan Salib Suci Kedungsono.
Saudara/i yang mengetahui adanya halangan perkawinan wajib lapor Rama Paroki.
 
  • Pendaftaran Kursus Persiapan Perkawinan. Dibuka untuk bulan Juli 2021. Akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2021 diundur tanggal 01 Agustus 2021 Online harap menghubungi tim KPP . Segera mendaftar ke Sekretariat Paroki. 
  • Piagam/ Sertifikat lomba logo OMK. Sertifikat dapat diambil di sekretariat pada jam kerja 08.00 WIB – 15.00 WIB.
0 Comments

Pengumuman Minggu Biasa Ke XVII, 24-25 Juli 2021

7/24/2021

0 Comments

 
  • Pengumuman Tahbisan Imam
Pengumuman Ketiga
Tahbisan Imam Diakon dari Kongregasi Serikat Jesus (SJ), pada hari Rabu 28 Juli 2021 jam 09.00 WIB di Gereja St. Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta :
  1. Diakon Alfonsus Ardi Jatmiko, S.J., asal Paroki St. Yusup, Gedangan.
  2. Diakon Aluisius Dian Permana, S.J., asal Paroki St. Stanislaus Kostka, Girisonta.
  3. Diakon Fransiskus Pieter Dolle, S.J., asal Paroki Keluarga Kudus Atmodirono.
  4. Diakon Hugo Bayu Hadibowo, S.J., asal Paroki Sta. Anna Duren Sawit Jakarta.
  5. Diakon Martinus Juprianto Bulu Toding, S.J., asal Paroki St. Yusup Kota Baru Banjarmasin.
  6. Diakon Evodius Sapto Jati Nugroho, S.J., asal Paroki Sta. Yosef Bangka.
  7. Diakon Philipus Bagus Widyawan, S.J., asal Paroki St. Maria Ratu, Bayat.
  8. Diakon Martinus Dam Febrianto, S.J., asal Paroki St. Petrus Kalirejo Lampung.
Saudara/i yang mengetahui adanya halangan tahbisan Imam wajib lapor Rama Paroki.

  • Pengumuman Perkawinan
Pengumuman Ketiga
  1. Matius Priyo Pratomo Nugroho dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong, Bogor dengan Elisabet Novita Indrajati dari Lingkungan Petrus Kanisius Wilayah Eromoko Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri.
Pengumuman Kedua
  1. Ignatius Febri Nugroho dari Lingkungan Paulus Rinjani Paroki Santo Aloysius Mojosongo dengan Maria Roswita Nefiana Puji Astuti dari Lingkungan Yusup Wilayah Kota Selatan.
  2. Andreas Wahyu Dharmawan dari Lingkungan Elisabet Paroki St Maria Kartasura dengan Lorensia Dhian Tessalonika Sarie dari Lingkungan Salib Suci Kedungsono.
Saudara/i yang mengetahui adanya halangan perkawinan wajib lapor Rama Paroki.
 
Pendaftaran Kursus Persiapan Perkawinan. Dibuka untuk bulan Juli 2021. Akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2021 diundur tanggal 01 Agustus 2021 pukul 09.00 WIB – 15.00 WIB diaula paroki St Yohanes Rasul Wonogiri. Segera mendaftar ke Sekretariat Paroki.

  • Pengumuman Kolekte bulan Juni 2021
Tunai                                                          : Rp  10.173.000
Via Mandiri                                                : Rp  13.060.000
Via BRI                                                        : Rp    5.455.000
Persembahan Bulanan                            : Rp    2.890.100
 
Kolekte Pembangunan bulan Juni 2021      : Rp     3.683.000
Persembahan  bulanan pembangunan       : Rp     2.557.000
 
0 Comments

Pengumuman Minggu Biasa Ke XVI, 17-18 Juli 2021

7/17/2021

0 Comments

 
  • Pengumuman Tahbisan Imam
Pengumuman Kedua
Tahbisan Imam Diakon dari Kongregasi Serikat Jesus (SJ), pada hari Rabu 28 Juli 2021 jam 09.00 WIB di gereja St. Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta :
  1. Diakon Alfonsus Ardi Jatmiko, S.J., asal Paroki St. Yusup, Gedangan.
  2. Diakon Aluisius Dian Permana, S.J., asal Paroki St. Stanislaus Kostka, Girisonta.
  3. Diakon Fransiskus Pieter Dolle, S.J., asal Paroki Keluarga Kudus Atmodirono.
  4. Diakon Hugo Bayu Hadibowo, S.J., asal Paroki Sta. Anna Duren Sawit Jakarta.
  5. Diakon Martinus Juprianto Bulu Toding, S.J., asal Paroki St. Yusup Kota Baru Banjarmasin.
  6. Diakon Evodius Sapto Jati Nugroho, S.J., asal Paroki Sta. Yosef Bangka.
  7. Diakon Philipus Bagus Widyawan, S.J., asal Paroki St. Maria Ratu, Bayat.
  8. Diakon Martinus Dam Febrianto, S.J., asal Paroki St. Petrus Kalirejo Lampung.
Saudara/i yang mengetahui adanya halangan tahbisan Imam wajib lapor Rama Paroki.
  • Pengumuman Perkawinan
Pengumuman Ketiga
  1. Ignatius Dio Cahya Kusuma Putra dari Lingkungan Antonius Abbas Wilayah Kota Timur dengan Felicia Putri Handayani dari Lingkungan Ignatius Wilayah Kota Timur.
Pengumuman Kedua
  1. Matius Priyo Pratomo Nugroho dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong, Bogor dengan Elisabet Novita Indrajati dari Lingkungan Petrus Kanisius Wilayah Eromoko Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri.
Pengumuman Pertama
  1. Ignatius Febri Nugroho dari Lingkungan Paulus Rinjani Paroki Santo Aloysius Mojosongo dengan Maria Roswita Nefiana Puji Astuti dari Lingkungan Yusup Wilayah Kota Selatan.
  2. Andreas Wahyu Dharmawan dari Lingkungan Elisabet Paroki St Maria Kartasura dengan Lorensia Dhian Tessalonika Sarie dari Lingkungan Salib Suci Kedungsono.
Saudara/i yang mengetahui adanya halangan perkawinan wajib lapor Rama Paroki.
0 Comments

Pengumuman Minggu Biasa Ke-XV, 11 Juli 2021

7/11/2021

0 Comments

 
  • Pengumuman Tahbisan Imam​
Pengumuman Ketiga
Tahbisan Imam Diakon dari Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF), pada hari Selasa 13 Juli 2021 jam 09.00 WIB di gereja Keluarga Kudus Banteng Yogyakarta :
  1. Diakon Vincentius Ferrera Dhanarjaya, MSF asal Paroki Mater Dei Madiun.
Pengumuman Pertama
Tahbisan Imam Diakon dari Kongregasi Serikat Jesus (SJ), pada hari Rabu 28 Juli 2021 jam 09.00 WIB di gereja St. Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta :
  1. Diakon Alfonsus Ardi Jatmiko, S.J., asal Paroki St. Yusup, Gedangan.
  2. Diakon Aluisius Dian Permana, S.J., asal Paroki St. Stanislaus Kostka, Girisonta.
  3. Diakon Fransiskus Pieter Dolle, S.J., asal Paroki Keluarga Kudus Atmodirono.
  4. Diakon Hugo Bayu Hadibowo, S.J., asal Paroki Sta. Anna Duren Sawit Jakarta.
  5. Diakon Martinus Juprianto Bulu Toding, S.J., asal Paroki St. Yusup Kota Baru Banjarmasin.
  6. Diakon Evodius Sapto Jati Nugroho, S.J., asal Paroki Sta. Yosef Bangka.
  7. Diakon Philipus Bagus Widyawan, S.J., asal Paroki St. Maria Ratu, Bayat.
  8. Diakon Martinus Dam Febrianto, S.J., asal Paroki St. Petrus Kalirejo Lampung.
Saudara/i yang mengetahui adanya halangan tahbisan Imam wajib lapor Rama Paroki.
 

  • Pengumuman Perkawinan
Pengumuman Ketiga
  1. Irvan Puji Kurniawan dari Lingkungan Xaverius ,Kota Timur dengan Vanessa Hendriasari dari Wilayah Selogiri Kedungsono.
  2. Titus Jefry Setyadhi dari lingkungan Carolus Wilayah Santo Petrus, Paroki Santo Yusup Baturetno dengan Agnes Ika Kundari dari Wilayah Selogiri Kedungsono.
  3. Albertus Agung Sanjaya dari Lingkungan Santo Mikael, Paroki Hati Kudus Yesus Tegal dengan Vitalis Novelania Trimonika dari Lingkungan Xaverius Wilayah Eromoko.
Pengumuman Kedua
  1. Ignatius Dio Cahya Kusuma Putra dari Lingkungan Antonius Abbas Wilayah Kota Timur dengan Felicia Putri Handayani dari Lingkungan Ignatius Wilayah Kota Timur.
Pengumuman Pertama
  1. Matius Priyo Pratomo Nugroho dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong, Bogor dengan Elisabet Novita Indrajati dari Lingkungan Petrus Kanisius Wilayah Eromoko Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri.
Saudara/i yang mengetahui adanya halangan perkawinan wajib lapor Rama Paroki.

  • Pendaftaran Kursus Persiapan Perkawinan. Dibuka untuk bulan Juli 2021. Akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2021 diundur tanggal 25 Juli 2021 pukul 09.00 WIB – 15.00 WIB diaula paroki St Yohanes Rasul Wonogiri. Segera mendaftar ke Sekretariat Paroki. 
0 Comments

Gunung Besek dan Monumen Jendral Sudirman

7/6/2021

0 Comments

 
​Komsos St. Yohanes Rasul Wonogiri melakukan hiking Gunung Besek, Bugelan, Kismantoro berlanjut ke Monumen Jenderal Sudirman, Pakisbaru, Nawangan pada Selasa, 1 Juni 2021. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperingati Hari Lahirnya Pancasila sebagai ideologi Republik Indonesia. Tidak hanya sebagai peringatan, namun sebagai pemicu jiwa nasionalisme terutama bagi umat Katolik St. Yohanes Rasul Wonogiri. 100% Katolik 100% Indonesia.
0 Comments

Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri Gelar Misa Arwah untuk Korban COVID-19

7/6/2021

0 Comments

 
Berlatar kain putih, beberapa foto terpajang di depan altar pada perayaan Ekaristi Minggu, 31 Mei 2021. Misa kali itu dipersembahkan untuk mereka, saudara-saudara kita yang telah berpulang ke rumah Bapa, khususnya akibat terpapar virus korona.
 
Bertepatan dengan penutupan bulan Maria, Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri menggelar perayaan Ekaristi Misa Arwah di Gereja Pusat. Perayaan Ekaristi secara konselebrasi dipimpin oleh Romo Yosafat Dhani Puspantoro, Pr dan Romo Agus Suryana Gunadi, Pr. Sebanyak  60 umat dari keluarga yang berduka hadir dalam misa arwah tersebut. Tampak pula dalam perayaan Ekaristi beberapa pengurus Dewan Paroki serta kelompok doa dan peserta misa harian di paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri.
Misa diselenggarakan dengan suasana hening khidmat sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian akan anggota keluarga yang telah meninggal. Foto-foto mendiang keluarga yang meninggal  dipajang di depan altar untuk mengenang mereka dan memohon belas kasih kerahiman dari Allah.
Dalam homili yang disampaikan oleh Romo Dhani, beliau berpesan agar keluarga yang ditinggalkan tetap teguh dan berpegang pada Kristus. Beliau juga memberikan  motivasi dan inspirasi berangkat dari bacaan Injil tentang kisah Maria saat menjenguk saudarinya Elisabet.
Makna dan tujuan yang ingin disampaikan melalui Ekaristi kali ini yaitu bahwa gereja sepenuhnya ingin berbela rasa bagi keluarga yang berduka. Ada pun bagi keluarga yang ditinggalkan, gereja membuka diri menjadi wadah  untuk menumpahkan segala keresahan hati, guna mencari ketenangan setelah mengalami guncangan hebat. Setelah homili, ekaristi dilanjutkan dengan doa pemberkatan arwah untuk anggota keluarga yang meninggal. Nama dan intensi doa dibacakan satu per satu oleh Romo Agus.
Dalam wawancara terpisah dengan Romo Dhani, beliau mengutarakan berbagai keprihatinan yang dialami paroki karena dampak dari Covid-19. Beliau berharap agar segenap umat Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri tetap tabah dalam iman menghadapi pandemi yang sedang terjadi.
Melalui Ekaristi Misa Arwah Covid-19 ini, kita disadarkan kembali akan cinta kasih Tuhan yang selalu menyertai kita sampai akhir kehidupan. Mengingat pandemi masih berlangsung, rencananya ekaristi misa arwah seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala dalam 2-3 bulan sekali.

Reporter : Emmanuel Aji Sadewa/Komsos
0 Comments
<<Previous
Forward>>

    Archives

    September 2026
    August 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    January 2026
    December 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    October 2024
    August 2024
    April 2024
    December 2023
    November 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    December 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Arsip Berita
    Berita Paroki
    Pengumuman
    Surat Edaran
    Surat Gembala

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki