Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

Berita Paroki

Kegiatan Anjangsana PIAR Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri - Paroki Santa Maria Assumpta Cawas

2/23/2025

0 Comments

 
​Pada hari Minggu, 23 Februari 2025, telah terlaksana kegiatan Anjangsana PIAR antara Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri dan Paroki Santa Maria Assumpta Cawas yang diadakan di Gereja Santa Maria Assumpta Cawas, Kalten. Acara ini mencakup berbagai kegiatan, seperti ramah tamah, games interaktif, dan sambutan, serta peneguhan dari Romo Simon Atas Wahyudi Pr selaku Romo Paroki Santa Maria Assumpta Cawas, Klaten.

Banyak kesan dan pesan kegembiraan yang dapat ditangkap dari kegiatan ini, salah satunya anak-anak PIAR mendapat teman baru dari Paroki Cawas. Dalam Anjangsana PIAR ini, anak-anak PIAR sangat antusias dan gembira atas kunjungan balasan ke Paroki Cawas ini. Mereka sangat senang dapat berwisata rohani, bertemu teman baru dari Paroki Cawas, dan berinteraksi dalam  berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh teman-teman dari Paroki Cawas. Sehingga harapan kami ke depannya dari kegiatan Anjangsana PIAR ini dapat rutin dilakukan untuk memupuk tali silaturahmi tidak hanya di Cawas saja, tetapi juga ke Paroki lain di sekitar Wilayah Santo Yohanes Rasul Wonogiri.

Mengapa memilih ke Cawas, Klaten?
Kunjungan ini dilakukan sebagai kunjungan balasan ke Paroki Cawas. Dalam kunjungan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin. Hanya saja, dengan kegiatan ini, anak-anak PIAR memiliki wawasan dan pengetahuan yang menjadi langkah awal dari kebangkitan rohani anak-anak dan juga sebagai ajakan bagi anak-anak PIAR agar lebih terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan di gereja, seperti kegiatan Bina Iman Anak PIAR yang rutin dilaksanakan pada minggu kedua dan keempat setiap bulannya. Selain itu, kami berharap agar anjangsana ini bisa menjadi kegiatan yang rutin dilakukan, baik ke luar Paroki maupun dalam Paroki sendiri, bahkan ke wilayah-wilayah di sekitar.

Yang Terlibat:
Selain pendamping dari Yoras dan Cawas, terdapat juga suster dari Yoras serta Romo Simon Atas Wahyudi Pr, Romo Paroki Cawas, yang sudah meluangkan waktu untuk menyambut kedatangan kami. Tak lupa, kami juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah memberikan dukungan besar hingga acara ini dapat terlaksana. Total pendamping yang hadir terdiri dari 7 orang pendamping dari Yoras, 2 suster dari Yoras, serta 16 orang pendamping dari Paroki Cawas. Pada kesempatan ini, pendamping dari Yoras Wonogiri hanya melibatkan pendamping dari Paroki belum melibatkan pendamping wilayah.
​
Harapan:
Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap semakin banyak anak-anak PIAR yang mau terlibat aktif dan mengikuti kegiatan Bina Iman Anak yang kami adakan. Kami berharap kegiatan ini dapat menarik dan menggerakkan anak-anak serta orang tua, dan semakin menunjukkan bahwa kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam pendampingan ini. Selain itu, kami sebagai pendamping juga dapat berbagi pengalaman, menambah wawasan, dan merefresh diri agar dapat melayani dengan lebih baik lagi. Pada akhirnya, kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin yang kami jalankan ke depannya.
0 Comments

Seminar Hukum Perkawinan: Memahami Perkawinan Katolik dengan Lebih Jelas

2/23/2025

1 Comment

 
Wonogiri, Minggu, 23 Feb 2025, Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri baru saja mengadakan Seminar Hukum Perkawinan Katolik yang dipandu oleh Romo Dr. Agustinus Tri Edy warsono, Pr. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pernikahan dalam Gereja Katolik, termasuk tantangan yang sering dihadapi umat dalam kehidupan berkeluarga.
Banyak kasus perkawinan yang dibahas dalam seminar ini, salah satunya perkawinan beda agama. Pernikahan beda agama ini dianggap yang tidak sah menurut Gereja. Hal ini dikarenakan dalam pernikahan hanya sah dalam hukum negara (sipil), tetapi tidak dalam hukum gereja.

Ada satu kasus yang menarik perhatian, yaitu kasus seorang wanita yang sudah menikah dan menjadi istri orang diculik. Dalam masa penculikan itu, wanita tersebut menghilang. Hanya saja di kemudian hari wanita tersebut menikah dengan orang lain. Maka dari itu, dapat dikatakan wanita ini menikah dua kali dengan pasangan hanya saja pernikahan yang pertama menikah di gereja, tetapi bercerai dan menikah lagi secara sipil tanpa menyelesaikan pernikahan sebelumnya dalam gereja.

Dan tak kalah menarik dalam kasus seorang istri yang meninggalkan suaminya karena alasan ekonomi. Hanya saja di kemudian hari wanita ini tercatat menikah lagi secara Islam melalui Pernikahan Eksklusif Sipil (PES).

Dalam Seminar Hukum Perkawinan Katolik ini, Romo Tri Edy menegaskan bahwa dalam ajaran Katolik sebuah perkawinan merupakan sakramen yang tidak dapat diceraikan. Namun, ada beberapa kasus tertentu gereja dapat memberikan kemurahan rohani. Hanya saja kemurahan rohani dalam gereja ini tidak boleh disalahartikan sebagai "izin untuk bercerai”.

Selain itu, Romo juga menegaskan bahwa perkawinan beda agama hanya dapat dilakukan dengan dispensasi dari otoritas Gereja. Syaratnya, pasangan Katolik harus tetap menjaga imannya, mendidik anak-anak secara Katolik, dan pihak non-Katolik harus mengetahui komitmen pasangannya.

Kemudian, Romo juga membuka memberikan kesempatan untuk peserta bertanya atau memberikan kesan mendalam seputar masalah keluarga dalam perkawinan Katolik. Beberapa pertanyaan atau pernyataan dari para peserta adalah
  1. Ketua lingkungan yang menyoroti materi tentang Perkawinan Efek Sipil sangat relevan dengan banyak kasus yang terjadi di masyarakat saat ini. Beliau mengharapkan seminar seperti rutin diadakan untuk menekan kasus-kasus yang sudah dijelaskan dalam seminar ini. Sehingga diharapkan kita selalu teguh hidup dalam menggereja dan kuat iman dalam keluarga Katolik
  2. Prodiakon menyatakan bahwa ada tantangan yang sangat besar dalam membantu pasangan yang menghadapi masalah pernikahan dan menjelaskan hukum perkawinan Katolik. Kemudian. Romo menjawab dan menyatakan bahwa seorang prodiakon dapat juga membantu umat dengan menjelaskan halangan pernikahan dan memberikan pemahaman yang tepat tentang hukum Gereja. Tidak hanya itu, Prodiakon dapat membantu umat memahami pentingnya persiapan perkawinan melalui KPHB (Katakese Persiapan Hidup Berkeluarga). Sehingga, Prodiakon harus aktif membangun kesadaran umat tentang pentingnya hukum perkawinan Katolik, melalui penjelasan yang jelas dan terbuka.
  3. Salah seorang Umat Paroki yang bertanya tentang kasus-kasus umum, seperti halangan beda agama dan pernikahan dengan efek sipil. Selanjutnya Romo menjawab dan menegaskan bahwa pasangan yang sedang menghadapi konflik rumah tangga harus mengingat tujuan perkawinan dan memperkuat iman mereka. Konflik yang terjadi di rumah tangga, seperti faktor ekonomi, kesibukan pasangan, dan pengaruh pihak lain dapat merusak keutuhan iman pasangan. Sehingga diperlukan kesetiaan, komunikasi yang baik, dan saling pengampunan yang menjadi kunci untuk mempertahankan pernikahan.
  4. Umat Paroki yang menanyakan seputar perkawinan yang sah dan tidak sah menurut ajaran Katolik, serta penjelasan terperinci tentang hal ini. Dalam penjelasannya, Romo Edy menjelaskan bahwa perkawinan yang sah adalah perkawinan antara dua orang yang sudah dibaptis, terbebas dari halangan nikah, dan dirayakan sesuai tata cara yang ditentukan Gereja Katolik. Romo juga memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami, disertai humor yang menggelitik tentang syarat pernikahan yang sah dan tidak sah menurut ajaran Katolik, yakni
  • Syarat-syarat perkawinan sah Katolik, yaitu
A. Terbebas dari halangan nikah. 
B. Ada kesepakatan kedua belah pihak. 
C. Dirayakan di hadapan tiga orang, yaitu petugas resmi Gereja Katolik dan dua orang saksi. 
D. Diteguhkan oleh petugas resmi Gereja Katolik, seperti uskup, pastor paroki, diakon, atau                    awam yang mendapat yurisdiksi dari uskup. 
  • Perkawinan yang tidak sah, yaitu
A. Perkawinan antara dua orang yang salah satu pihak belum dibaptis. 
B. Perkawinan yang dirayakan tanpa izin tegas dari otoritas Gereja Katolik yang berwenang. 
C. Perkawinan yang dilakukan dengan maksud untuk menikahi orang tertentu melakukan              pembunuhan terhadap pasangan orang itu atau terhadap pasangannya sendiri. 
D. Perkawinan Katolik bersifat monogami dan indissolubile, artinya tidak dapat diceraikan              kecuali oleh kematian.

    5. Sekretariat Paroki, banyak kasus yang dihadapi contohnya kasus halangan beda agama, misalnya Katolik menikah dengan non-Katolik. Dalam penjelasannya, Romo menegaskan bahwa pasangan yang menghadapi halangan seperti perbedaan agama harus konsultasi dengan Romo untuk mengurus dispensasi atau izin yang sesuai. Dan, Romo memberikan beberapa tips untuk pasangan muda untuk selalu ingat janji pernikahan dan sakramen yang sangat sakral. Jangan cepat berpikir untuk bercerai, selalu ada jalan untuk menyelesaikan masalah bersama.Sehingga dalam akhir seminar didapatkan beberapa pesan dan kesan yang dapat disimpulkan di antaranya
  • Peran Prodiakon dan Pengurus ParokiProdiakon memiliki tugas utama dalam pelayanan sakramen, tetapi juga dapat membantu memberikan pemahaman kepada umat mengenai halangan pernikahan, validitas perkawinan, dan pentingnya konsultasi dengan Romo sebelum menikah.
Selain itu, Sekretariat paroki juga memiliki peran penting dalam membantu pasangan yang ingin menikah, tetapi menghadapi hambatan, seperti perbedaan agama. Pihak Sekretariat Paroki dapat menyarankan untuk konsultasi dengan Romo untuk memahami prosedur yang harus dilalui. Sebagai contoh jika ada pasangan yang akan mengurus dispensasi atau izin ekumene jika menikah dengan pasangan dari gereja Kristen lain maka Sekretariat Gereja dapat menjelaskan prosedur konsultasi kepada Romo Paroki.
  • Pesan bagi Pasangan yang Akan MenikahRomo menegaskan dalam seminar ini bahwa perkawinan dalam Gereja Katolik bukan sekadar ikatan hukum, tetapi juga sakramen yang suci. Sehingga, pasangan yang akan menikah perlu memiliki kesiapan iman, saling keterbukaan, dan komunikasi yang baik. Tantangan dalam rumah tangga seperti masalah ekonomi, kesibukan, dan perbedaan karakter bisa dihadapi dengan kesetiaan, perjuangan bersama, dan pengampunan.
​
Dan sebagai penutup, peserta seminar diajak untuk melakukan pembinaan bagi umat mengenai hidup berkeluarga yang baik. Harapan Romo dan peserta seminar, untuk yang belum menikah dapat melakukan persiapan kursus persiapan perkawinan yang lebih komprehensif. Dan, bagi peserta seminar yang sudah menikah dapat menjalankan perkawinan dengan penuh sukacita dalam lindungan Roh Kudus. Sehingga, keluarga Katolik dapat semakin kuat dalam iman dan tetap setia pada janji perkawinan mereka.
1 Comment

Dua Warga Baru Resmi Menjadi Anggota Gereja Katolik dalam Misa Wilayah Kota Timur

2/14/2025

1 Comment

 
Suasana penuh syukur menyelimuti Misa Wilayah Kota Timur yang berlangsung pada Jumat malam, 14 Februari 2025, pukul 18.00 WIB, di kediaman Bapak Thomas Suwarno, Lingkungan Xaverius. Misa ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan umat, tetapi juga momen istimewa dengan diterimanya dua warga baru ke dalam Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul.

Dua warga baru yang diterima dalam persekutuan Gereja Katolik adalah Irene Herliana Widyasari dari Lingkungan Ignatius dan Debora Desi Santiyawati dari Lingkungan Xaverius. Sebelum resmi bergabung, mereka berasal dari Gereja Kristen.

Irene Herliana Widyasari dari Lingkungan Ignatius dan Debora Desi Santiyawati dari Lingkungan Xaverius telah menjalani pendidikan tentang ajaran Gereja Katolik selama empat hingga lima bulan dan sudah dinyatakan resmi diterima sebagai anggota gereja. Kedua warga tersebut telah mengikuti 16 kali pertemuan bersama katekis sebelum momen penerimaan ini.

Dalam Misa Penerimaan Warga Baru dalam Lingkungan Gereja Katolik ini dipimpin oleh Romo A. Joko Purwanto, Pr. MisaWilayah Kota Timur ini disemarakkan oleh Paduan Suara Ignatius yang telah menyanyikan beberapa lagu pujian dari teks liturgi khusus buku Madah Bakti sehingga menambah syadu misa tersebut. Tak lupa, kesyahduan tersebut berkat iringan organ dari Organis Okky. Dan, umat yang hadir untuk menyaksikan penerimaan warga baru gereja katolik pun turut membawa Buku Madah Bakti.

Dalam homilinya, Romo Joko, mengingatkan Irene dan Debora untuk aktif dalam kehidupan menggereja dan berperan aktif dalam lingkungan masing-masing. "Sekarang Kalian telah resmi menjadi bagian dari Gereja Katolik. Jagalah dan kembangkanlah iman kalian dengan terus berpartisipasi dalam kehidupan menggereja," pesan Romo Joko.
​
Selamat kepada Irene dan Debora atas perjalanan iman mereka yang baru. Semoga mereka semakin bertumbuh dalam kasih dan iman Katolik, selalu terlibat dalam kegidatan menggereja, serta setia dalam pelayanan di lingkungan dan paroki. Berkah Dalem!
1 Comment

Penyegaran Tim Katekese untuk Pendampingan Hidup Berkeluarga di Rayon Selatan

2/9/2025

0 Comments

 
Tim Penyegaran dari Tim TPKP Kevikepan Surakarta mengadakan pelatihan untuk para pengajar Kelas Persiapan Hidup Berkeluarga (KPHB) di Aula Susteran Hendragiri Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan teknik baru dalam menyampaikan materi kepada calon pasangan suami istri agar sesi KPHB lebih menarik dan dapat menyentuh hati peserta.

Acara ini diisi oleh narasumber, Romo Yoseph Aris Triyanto, MSF, yang berbagi pengalaman dan strategi dalam menyampaikan materi dengan cara yang tidak membosankan. "Penting bagi pengajar KPHB untuk dapat berkomunikasi dengan cara yang menyentuh hati peserta, sehingga mereka merasa lebih terhubung dan termotivasi untuk menerapkan nilai-nilai yang diajarkan dalam kehidupan rumah tangga mereka," ujar Romo Yoseph.

Salah satu fokus dari kegiatan ini adalah regenerasi para pengajar KPHB, yang diharapkan dapat terus berkembang dan memiliki pendekatan yang lebih segar dalam mengajar. Romo Yoseph menambahkan, "Selain memberikan materi yang berbobot, kita juga harus memastikan bahwa para peserta merasa didorong untuk terlibat aktif dalam kehidupan paroki setelah mereka menikah. Ini penting untuk membangun komunitas gereja yang lebih solid dan saling mendukung."

Diharapkan, dengan pendekatan baru ini, KPHB dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi para calon pasangan suami istri, tidak hanya dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga mereka, tetapi juga dalam mendorong mereka untuk terlibat lebih dalam dalam kegiatan paroki dan gereja secara keseluruhan.
​
Acara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Tim TPKP Kevikepan Surakarta untuk memperkuat pembinaan keluarga Katolik di wilayah Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri.
0 Comments

Rekoleksi Ibu Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri

10/14/2024

0 Comments

 
Sabtu, 12 Oktober 2024 dan Minggu, 13 Oktober 2024 Paguyuban Ibu Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri mengadakan rekoleksi. Rekoleksi diadakan di Rumah Retret Syalom, Bandungan. Acara tersebut diikuti oleh ibu-ibu yang tergabung dalam paguyuban ibu paroki dari beberapa wilayah di Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri. Acara dimulai pada hari Sabtu, 12 Oktober 2024. Rombongan berangkat dari Wonogiri menggunakan bus pada pukul 13.30 WIB. Adapun pemandu acara yang memberikan materi dan juga permenungan pada hari tersebut di Rumah Retret Syalom adalah beliau Bruder Albertus Hariadi,FIC. Materi yang disampaikan Bruder Hari mengenai bahagia menjadi ibu di rumah dan menjadi ibu yang melayani di Paroki. Beliau mengambil bacaan Alkitab mengenai Maria dan Marta. Hal tersebut disampaikan agar ibu-ibu dapat mendalami peran sebagai ibu rumah tangga dan ibu yang aktif dalam kegaiatan gereja. Beliau juga menyampaikan agar ibu-ibu tidak membandingkan dirinya dengan ibu-ibu yang lain karena kita semua memiliki peran masing-masing dalam keluarga dan juga menggereja. Bruder Hari juga mengajak bahwa sebagai ibu hendaknya dapat melihat maksud Allah dalam setiap pribadi dan peristiwa dengan mengingat bahwa manusia adalah citra Allah.
​
Pada keesokan paginya di tanggal 13 Oktober 2024 acara didahului dengan meditasi dan dilanjutkan dengan dinamika kelompok yang diwujudkan dalam senam pagi dan juga outbound. Acara tersebut dimaksudkan untuk mempererat hubungan pribadi dalam paguyuban agar dapat bekerja sama secara sinergi yang dapat menciptakan harmoni dalam keaktivan kegiatan menggereja. Rekoleksi ditutup dengan Misa Perutusan yang dipimpin oleh Romo Alexander Joko Purwanto,Pr. Dalam kotbahnya, Romo Joko menyampaikan agar sepulang dari rekoleksi ibu-ibu paroki bahagia dan bukan hanya senang dalam menjalankan perannya di Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri dan juga dalam keluarga. Romo Joko juga mengajak agar sekembalinya dari Bandungan ke Wonogiri, ibu-ibu paroki memiliki program yang semakin maju dan kreatif guna mengembangkan pelayanan dan dapat menyentuh setiap keluarga di Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri.
0 Comments

HUT PAROKI KE-57: BERTUMBUH MENJADI GEREJA YANG "KETAMPA LAN KETARA"

8/15/2024

0 Comments

 
Tahun ini paroki kita merayakan hari jadinya yang ke- 57, tepatnya pada 11 Juli 2024. Berbagai kegiatan berlangsung sejak Juli hingga Agustus, melibatkan seluruh umat, mulai dari malam tirakatan, perlombaan, hingga Misa Syukur. Misa syukur menjadi puncak acara, bersamaan dengan penerimaan Sakramen Krisma. Berikut ulasan kegiatannya,:

Pagelaran Wayang di Malam Tirakatan
Malam tirakatan tahun ini menjadi spesial dengan adanya pagelaran Wayang Purwo. Selain itu, acara berlangsung di gedung serbaguna Domus Mariae kawasan Kapel St. Paulus Wonokarto yang baru saja selesai direnovasi.

Tirakatan diawali dengan doa Syukur dan pemotongan tumpeng. Puncak acara tirakatan adalah pagelaran Wayang Wahyu dengan lakon St. Yohanes Rasul yang dibawakan oleh Romo Agustinus Handi Setyanto,Pr selaku dalang dari Keuskupan Purwokerto.

Tamu undangan berasal dari perwakilan wilayah di Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri, dihadiri pula oleh perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (Forkopimda)  Kecamatan Wonogiri serta Kabupaten Wonogiri.

Lomba Voli
Lomba Voli dibagi dalam dua kelompok besar berdasarkan rayon, yaitu Rayon 3 dan Rayon 2. Masing-masing memperebutkan dua posisi pemenang.

Pada lomba Voli Rayon 3 dilaksanakan pada Minggu, 14 Juli 2024 di lapangan sepak bola Dusun Glogok, Ngadirojo. Peserta meliputi Wilayah Jatisrono, Ngadirojo, Sidoharjo, Kota Tengah, Mloko, Girimarto, Kota Timur, dan Purwantoro. Adapun pemenang lomba voli dari Rayon 3 adalah sebagai berikut:
  • Juara I Wilayah Mloko
  • Juara II Wilayah Ngadirojo
  • Juara III Wilayah Kota Timur
  • Juara IV Wilayah Girimarto  

​Selanjutnya untuk Lomba Voli Rayon 2 dilaksanakan pada Minggu, 21 Juli 2024 di lapangan sepak voli Dusun Putuksari, Mlopoharjo Wuryantoro. Pesertanya meliputi tim dari Wilayah Kota Utara, Mento, Timang, Kota Selatan, Eromoko, Manyaran, Wuryantoro, dan Selogiri. Pemenang lomba voli dari Rayon 2 adalah sebagai berikut:
  • Juara I Wilayah Timang
  • Juara II Wilayah Manyaran
  • Juara III Wilayah Eromoko
  • Juara IV Wilayah Wuryantoro    

​Misa Syukur dan Penerimaan Sakramen Krisma
Sebagai puncak acara HUT Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri diadakan Perayaan Ekaristi pada Minggu, 11 Agustus 2024. Acara puncak ini diadakan bersamaan dengan Penerimaan Sakramen Krisma kepada 151 peserta oleh  Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr. Bapa Uskup bertindak sebagai Selebran utama, didampingi tiga konselebran yaitu:
  • Romo Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri, Romo Alexander Joko Purwanto,Pr;
  • Romo Vikaris Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri, Romo Lambertus Issri Purnomo Murtyanto,Pr.
  • Romo Vikaris Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri, Romo Benedektus Nugroho Susanto,Pr.
Sebelum berkat penutup, diadakan pemotongan tumpeng sebagai tanda perayaan Syukur HUT Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri ke 57. Adapun setelah perayaan Ekaristi berakhir, diselenggarakan audiensi Bapa Uskup dengan para penerima Krisma.

Rangkaian acara HUT Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri ditutup dengan pesan dari Bapa Uskup supaya umat Wonogiri semakin kompak, ngempel, dan gayeng sehingga semakin padu dan semakin berkiprah di tengah masyarakat. Beliau menekankan, perlunya gereja kita semakin ketampa lan ketara. Umat Wonogiri diharapkan semakin terlibat dalam dinamika paroki sekaligus melibatkan diri di tengah masyarakat agar gereja semakin hadir dan dirasakan peran dan kontribusinya bagi kemajuan masyarakat. Doa Bapa Uskup bagi Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri agar semakin maju, jaya, dan mengembangkan  karya pelayanan di tengah masyarakat.

Setelah perayaan Ekaristi, diselenggarakan pula aksi sosial yaitu donor darah. Bekerjasama dengan    PMI Kabupaten Wonogiri, aksi donor darah bertempat di Aula Susteran CB Hendragiri.
0 Comments

Visualisasi Jalan Salib Gunung Gandul

4/15/2024

0 Comments

 
Jalan Salib Gunung Gandul merupakan kekhasan Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri dari masa ke masa. Jalan Salib Gunung Gandul terakhir diadakan pada Jumat Agung tahun 2018. Pandemi CoVid 19 membuat semua kegiatan terhenti termasuk visuaisasi ini. Pada Jumat Agung 2024 ini Orang Muda Katolik Beato Carlo Acutis Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri berkesempatan untuk menghidupkan kembali Visualisasi Jalan Salib Gunung Gandul. Persiapan mulai bulan Februari setelah Rabu Abu. Persiapan yang cukup singkat tidak membuat para Orang Muda gentar. Mereka berusaha menghadirkan permenungan Kisah Sengsara dan wafat Tuhan melalui visualisasi ini. 
0 Comments

Natal Bersama Kabupaten Wonogiri 2023

12/30/2023

0 Comments

 
Pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri pada Jumat, 29 Desember 2023 menyelenggarakan Natal bersama seluruh umat kristiani se-Kabupaten Wonogiri. Umat yang hadir sekitar 3000 orang Acara natal bersama ini mengambil tema “ Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi”. Selain dihadiri oleh para pemuka agama kristiani di Kabupaten Wonogiri, acara tersebut juga dihadiri oleh Bapak Wakil Bupati Setyo Sukarno. Acara dimulai pukul 14.00 WIB dan selesai tepat pukul 17.00 WIB. Doa pembuka dibawakan oleh Pdt. Stefanus Mulyadi. Renungan Natal dibawakan oleh Romo Dr. Agus Widodo,Pr. M.Hum. Dalam renungan tersebut Romo Agus Widodo mengajak umat untuk “Manggiyo Tentrem Manungso Ing Donya Kang Kinasih Ing Gusti”. Doa penutup dibawakan oleh beliau Romo Yosafat Dhani Puspantoro,Pr. Adapun pengisi acara adalah sebagai berikut :
  1. Paduan Suara Junior Pesparawi
  2. Duet Vocal MAPAK
  3. Group Vocal Pahing Voice (PaVo)
  4. SMANSARI Worship Band
  5. Paduan Suara Nyawiji Memuji Gusti
  6. Persembahan Musik Angklung dari SD Kanisius Jamprit dan SMP Kanisius Baturetno
  7. Sendratari Bapak Ludiro
  8. Paduan Suara Voca Kanita SD Kanisius Wonogiri
Pada penghujung acara, MC mengajak seluruh umat untuk menjaga kedamaian serta ketentraman. Khususnya bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Wonogiri yang saat ini sedang marak dengan isu pelecehan dan bullying. Selamat Natal 2023 dan Selamat Menyambut Tahun Baru 2024.
0 Comments

Sekolah Tenaga Pastoral

11/13/2023

0 Comments

 
Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri memiliki kegiatan yakni Sekolah Tenaga Pastoral (STP). STP merupakan program Tim Pewartaan Dewan Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri. Program ini berawal dari kebutuhan katekis yang cukup banyak untuk menjangkau seluruh wilayah di Paroki Wonogiri dan kebutuhan manajemen umat yang masih memerlukan pendampingan. STP dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diadakan pada bulan Agustus 2022 hingga Desember 2022 dalam 11 kali pertemuan. Gelombang pertama diadakan bagi katekis wilayah. Para katekis wilayah ini kemudian terjun dalam pelayanan untuk menangani inisiasi. Gelombang kedua diadakan pada bulan September 2023 hinga November 2023 dalam 3 kali pertemuan. Gelombang kedua diperuntukkan bagi ketua wilayah dan ketua lingkungan. Gelombang ini menyasar mengenai manajemen lingkungan dan wilayah di Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri. Harapannya para ketua  wilayah dan ketua lingkungan ini dapat memanajemen wilayah dan lingkungan dengan lebih bijaksana. Sekolah Tenaga Pastoral ini bertujuan agar Paroki Wonogiri memiliki kader dan pemimpin yang militan dalam mengemban umat. Selain itu, tujuan lain adalah para katekis dan pemimpin umat dapat menggiring umatnya untuk tetap berada pada iman katolik dan apostolik.
0 Comments

Kolasi Dalam Rangka Pra-Tepas 2023

11/13/2023

0 Comments

 
Kamis, 9 November 2023 Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri menjadi tuan rumah Kolasi 2023. Acara ini diselenggarakan di Aula Paroki dan melibatkan Paroki-paroki Rayon Wonogiri serta Rayon Sragen-Karanganyar. Undangan yang hadir berjumlah 65 orang. Acara dimulai pada pukul 17.00 WIB dan berakhir pukul 21.30 WIB. dalam Kolasi ini membahas mengenai program kerja formatio iman berjenjang dan berkelanjutan. Pembahasan masing-masing bidang dilaksanakan dalam tiap kelompok kemudian dipresentasikan. Harapannya setelah ini para Romo dan juga pengerak umat melalui dewan paroki dapat menggerakkan seluruh umat di gereja untuk secara aktif terlibat dalam kegiatan gerejani. Selain itu harapan besar hadir pada kaum muda sebagai kaum yang dipandang produktif dan memiliki ide yang kreatif untuk menghidupkan gereja. Rasa memiliki gereja sangat diharapkan pula dalam penyusunan program ini agar seluruh umat mau terlibat dalam melayani dan tidak kehilangan iman katolik dan apostolik. 
0 Comments
<<Previous
Forward>>

    Archives

    September 2026
    August 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    January 2026
    December 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    October 2024
    August 2024
    April 2024
    December 2023
    November 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    December 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Arsip Berita
    Berita Paroki
    Pengumuman
    Surat Edaran
    Surat Gembala

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki