|
Puncta, 19 Januari 2026
Senin Biasa II Hari kedua Pekan Doa Sedunia Markus 2: 18-22 SETIAP generasi memiliki cara hidup dan polanya sendiri sesuai dengan zaman dan dunianya. Orang-orang yang hidup pada era “baby boomer” (1946-1964) akan kesulitan memahami anak-anak generasi Z (1997-2012) atau generasi Alpha sekarang. Tradisi, kebiasaan atau nilai-nilai hidup antara mereka sangat jauh berbeda. Generasi lama masih mengenal permainan gobak sodor, dakon atau congklak, “jethungan,” petak umpet, bola bekel, lompat tali, jamuran kendhi borot. Semua dilakukan bersama teman-teman penuh ceria dan sukacita. Tanpa sungkan mereka bermain bersama-sama. Generasi sekarang suka main game online via aplikasi. Mereka asyik dengan dirinya sendiri tak perlu berjumpa dengan sesamanya. Maka komunikasi dan sosialisasi antar sesama menjadi kurang. Pola pikir dan gaya hidup sangat individualistis. Yesus menjawab pertanyaan orang tentang kebiasaan berpuasa. "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.” Yesus mengidentifikasi Diri-Nya sebagai mempelai laki-laki yang hadir di tengah umat sebagai mempelai wanita. Ketika mempelai itu ada di tengah-tengah mereka, orang tidak berpuasa karena sukacita. Yesus juga menggambarkan bahwa kain baru tidak akan cocok untuk menambal kain yang lama atau anggur baru tidak cocok ditaruh di kantong yang lama. Anggur baru harus disimpan pada kantong yang baru pula. Yesus membawa nilai-nilai baru dalam kehidupan. Orang harus berani berubah atau bertobat agar dapat menyesuaikan diri dengan cara hidup Yesus. Yesus membawa perubahan radikal yang tidak mungkin diterapkan dalam tradisi-tradisi lama yang lahiriah belaka. Yesus membawa pola hidup baru. Siapkah kita menerima cara dan pola hidup Yesus yang menuntut pertobatan radikal dalam diri kita? Cara hidup lama yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kristus harus ditinggalkan. Sekelumit pantun: Pagi-pagi sudah diguyur air hujan, Hujannya deras disertai angin taufan. Yesus datang membawa pembaharuan, Kita harus bertobat dan menyesuaikan. Wonogiri, salam perubahan Rm. A. Joko Purwanto,Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed