Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Punch, Monyet Kecil di Ichikawa

5/16/2026

0 Comments

 
Puncta 16 Mei 2026
Sabtu Paskah VI
Yohanes 16:23b-28

TANGGAL 26 Juli 2025, Seekor induk monyet Jepang (Macaca fuscata) dari Ichikawa City Zoo,  melahirkan bayi yang kelak diberi nama Punch. 

Bayi monyet ini ditinggalkan induknya. Penjaga kebun binatang memelihara Punch dengan kasih sayang.

Tak ada kasih dan pelukan induknya, Punch merasa kesepian. Penjaga memberinya boneka orangutan sebagai tempat bermanja dan berlindung dari rundungan monyet dewasa. Ia memeluk dan berguling-guling bermain manja. 

Rasa kasihan menyergap para netizen saat Punch bergelayutan di tubuh penjaga kebun binatang. Ia seperti layaknya anak tanpa kasih sayang ditinggalkan orangtuanya. Ia meminta perlindungan dan kasih sayang.

Nasib Punch sebetulnya adalah nasib kita juga. Yesus pergi meninggalkan para murid-Nya. Mereka seperti anak ayam kehilangan induk. Berlari kian kemari mencari perlindungan dan kasih sayang.

“Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa," kata Yesus pada para murid. Ia kembali kepada Bapa. Ia menasehatkan agar kita meminta kepada Bapa.

Sebagaimana Punch yang mengharapkan rasa aman, perlindungan dan kasih sayang, kita pun juga membutuhkan kasih sayang dari Bapa. Maka Yesus berpesan agar kita memintanya kepada Bapa.

“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”

Dari monyet kecil, Punch itu kita bisa bercermin bahwa yang kita butuhkan adalah kasih sayang Allah Sang Pemelihara Kehidupan kita. 

Mengapa simpati global mengalir pada Punch, si monyet yatim itu? 
Karena dari lubuk terdalam, kita pun juga mengalami perasaan yang sama seperti Punch. 

Kita membutuhkan kasih Allah. Yesus sudah menyatakannya, “Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.”

Mari kita datang dan memohon kasih Allah, agar hidup kita dilimpahi dengan sukacita. Yesus berpesan, “Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”

Sepercik pantun buat anda:
Monyet kecil bermain di Ichikawa,
Menguras rasa simpati seluruh dunia.
Yesus Kristus kembali kepada Bapa,
Akan mengutus Roh Penghibur bagi manusia.

Wonogiri, mintalah pada Bapa
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments

Puncak Mongkrang

5/15/2026

0 Comments

 
Puncta 15 Mei2026
Jum’at Paskah VI
Yohanes 16:20-23a

SETELAH duapuluh lima tahun jadi imam, saya tidak naik gunung lagi. Tetapi untuk merayakan pesta perak imamat yang lalu saya ingin menikmati indahnya puncak gunung. 

Kami memilih yang tidak tinggi yakni Gunung Mongkrang (2.194 mdpl), sebuah puncak dalam gugusan Gunung Lawu Selatan yang sering menjadi tujuan pendakian santai.

Kami bertujuh naik dari Tawangmangu saat subuh yang masih gelap. Udara dingin dan pagi yang gelap menyelimuti. 

Walau demikian kaki terus melangkah naik dan mendaki dengan pelan. Makin di ketinggian perjalanan makin terjal.

Karena lama tidak mendaki gunung, kaki rasanya penat dan berat melangkah. Lelah, letih dan pegal di badan harus dikalahkan demi mencapai puncak. Derita dan sakit, beban dan kesulitan harus dibuang jauh untuk bisa melihat sunrise yang indah.

Saat sudah berada di puncak Mongkrang, pemandangan indah mengagumkan luar biasa. Melihat matahari terbit perlahan-lahan di cakrawala dengan warna-warna jingga keemasan sungguh mengagumkan. 

Segala beban derita, sakit, kelelahan dan keletihan hilang seketika. Perjuangan berat selama pendakian terbayar sudah dengan keindahan alam yang menakjubkan. Seperti kebahagiaan seorang ibu yang baru saja melahirkan. 

Demikianlah Yesus menghibur para murid yang akan berpisah dengan-Nya. Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.”

Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

Dalam kehidupan ini kita juga sering mengalami kehilangan, berpisah dan ditinggalkan oleh orang-orang yang kita kasihi. 

Kita mengalami beban dan derita, susah dan dukacita. Tetapi kita punya harapan bahwa sesudah perjuangan, kita akan memperoleh sukacita dan kebahagiaan.

Kita diminta untuk bersabar dan tekun menantikan janji Tuhan. Ia tidak akan meninggalkan kita. Ia akan menyertai kita dengan Roh Kudus-Nya. 

Ia akan berjalan bersama kita menapaki jalan yang berlekuk liku. Yesuslah sahabat setia yang akan selalu mendampingi kita.

Sepercik pantun buat anda:
Mendaki ke Gunung Mongkrang,
Dari jauh lihat Telaga Sarangan.
Walau sering ragu dan bimbang,
Tetap jalan mengandalkan Tuhan.

Wonogiri, jalan bersama Tuhan
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments

Pergilah Ke Seluruh Dunia

5/14/2026

0 Comments

 
Puncta 14 Mei 2026
HR. Kenaikan Tuhan
Matius 28:16-20

BANYAK peziarah mengunjungi Kapel Kenaikan Tuhan atau Chapel of Holy Ascension di Bukit Zaitun. 

Kapel ini berbentuk bulat dan atapnya berupa kubah. Dikelilingi oleh tembok melingkar dan dikelola oleh komunitas Muslim di Yerusalem.

Namun demikian banyak umat Kristiani dan Muslim yang berziarah di situ. Di tengah kapel itu ada situs batu tergambar telapak kaki yang diyakini sebagai kaki Yesus sebelum Ia terangkat ke langit dan naik ke sorga.

Injil Sinoptik (Lukas, Matius, Markus) mengisahkan Yesus yang terangkat dan naik ke sorga disaksikan oleh murid-murid-Nya dan orang banyak. Kisah Para Rasul juga menulis tentang peristiwa ini. 

Injil Yohanes tidak mengisahkan narasi kenaikan Tuhan, tetapi lebih berfokus pada makna teologis dari kisah itu. 

Yesus pergi meninggalkan murid-murid untuk kembali kepada Bapa di sorga. Kepergian-Nya bukan untuk berpisah tetapi mengutus Roh Kudus untuk menuntun mereka menjadi pewarta kasih Allah.

Inti peristiwa Kenaikan Tuhan ini adalah perintah agung kepada para murid yang diberi kuasa untuk pergi mewartakan Injil. 

Yesus berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”

Dia juga berjanji akan menyertai mereka. “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." 

Yesus melalui Roh Kudus-Nya akan membimbing kita melintasi ruang dan waktu dalam tugas pewartaan Injil.

Hari raya ini mengundang kita semua untuk menyadari perutusan agung Tuhan. Sebagai murid-murid-Nya, kita diberi tugas untuk membawa banyak orang kepada keselamatan kekal dalam Kristus. 

Apakah kita sudah menjadi teladan baik bagi orang lain agar mereka  - melalui tutur kata dan tindakan kita – semakin mengenal Kristus dan melakukan segala sesuatu yang telah diajarkan-Nya?

Sepercik pantun buat anda:

Di Bukit Zaetun ada Kapel Kenaikan,
Bisa melihat Yerusalem dari kejauhan.
Kita diutus jadi pewarta keselamatan,
Pergi kemana-mana menanam kebaikan.

Wonogiri, pergilah ke seluruh dunia
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments

Dibimbing oleh Roh Kudus

5/13/2026

0 Comments

 
Puncta 13 Mei 2026
Rabu Paskah VI
Yohanes 16:12-15

YESUS terus menekankan kepada para murid bahwa Ia akan mengutus Roh Penghibur yaitu Roh Kudus. 

Roh Kudus itu adalah Roh Yesus yang berasal dari Bapa. Maka Dia menyebut Aku dan Bapa adalah satu.

Apa yang dipunyai Bapa juga dipunyai Yesus. Kesatuan kasih antara Bapa, Putra dan Roh Kudus inilah yang memungkinkan Yesus memberikan Roh-Nya bagi kita. Roh Kudus itu bertugas menuntun kita kepada kebenaran.

Yesus pernah berkata, “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup.” Yesus adalah Kebenaran itu sendiri. Roh Kudus akan membimbing kita kepada Sang Kebenaran Sejati yaitu Yesus Kristus.

Ia (Roh Kudus) akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Roh Kudus terus menuntun Gereja sepanjang masa. Hal ini dapat kita baca dalam pengalaman Paulus di Athena. Di sana Paulus bertemu dengan orang Athena yang menyembah dewa-dewa. 

"Hai orang-orang Athena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. 

Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. 

Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.”

Paulus kemudian menjelaskan siapa Allah yang tidak dikenal itu. Dengan kuasa Roh Kudus, Paulus menuntun mereka kepada kebenaran Allah yang Maha Pencipta.

Dari antara mereka ada yang percaya yakni Dionesius, seorang anggota majelis Aeropagus dan Damaris.

Kita semua juga dikaruniai Roh Kudus saat menerima sakramen Krisma. Kita juga bisa memimpin orang-orang menuju kepada kebenaran dan keselamatan. 

Dengan hidup kita yang telah dibaptis dan diselamatkan, kita menjadi teladan baik bagi mereka.

Percayalah bahwa Roh Kudus masih berkarya di tengah-tengah kita. Kita bisa menjadi jalan agar orang lain memperoleh kebenaran dan hidup sesuai dengan nilai-nilai kebenaran.

Sepercik pantun buat anda:
Sungguh aneh hidup di negeri Konoha,
Film Pesta Babi saja dikawatirkan.
Roh Kudus dianugerahkan pada kita,
Dia memimpin kita menuju kebenaran.

Wonogiri, Dengan Roh Kudus kita tidak takut
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments

Selamat Tinggal Barca

5/12/2026

0 Comments

 
Puncta 12 Mei 2025
Selasa Paskah VI
Yohanes 16:5-11

PEMAIN legendaris Lionel Messi merasa berat harus meninggalkan Barcelona, klub yang sudah membesarkannya sejak ia usia 13 tahun. 

Pada transfer musim panas tahun 2021, klub terpaksa harus melepas Messi karena berbagai kesulitan.

Salah satu masalah yang muncul selain masalah finansial  adalah regenerasi pemain. Klub tak mungkin mempertahankan Messi untuk membangun generasi baru di Blaugrana. 

Messi sudah menjadi ikon Barcelona. Tetapi usia tidak bisa disembunyikan. Generasi baru harus disiapkan.

Dengan sedih akhirnya Messi harus pergi. Tetapi klub berharap bisa melahirkan generasi baru dengan nafas dan tenaga baru yang lebih muda. 

Maka muncullah pemain muda Lamine Yamal dan Gavi, yang diharapkan bisa mengharumkan klub.

Perpisahan memang sangat berat. Apalagi jika kita telah lama berjuang bersama. Begitu pun Yesus juga akan meninggalkan para murid-Nya. Kurang lebih selama tiga tahun Yesus bersama-sama dengan mereka.

“Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? 

Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita,” kata Yesus.

Namun Yesus pergi tidak begitu saja. Dia akan mengutus Roh Kudus untuk membimbing murid-murid. 

Roh Kudus itu akan menginsafkan dunia  akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Dengan Roh Kudus para murid dipanggil meneruskan karya Yesus.

Kita dipanggil terus untuk menginsafkan dunia dengan pertobatan hidup. Kita juga diutus untuk mewartakan kebenaran sejati yang diajarkan Kristus. 

Roh Kudus yaitu Roh Kristus sendiri yang akan menolong dan menyertai kita.

Tuhan akan menghakimi kita di akhir zaman. Untuk bisa berjuang membawa kebenaran dan pertobatan, kita membutuhkan bimbingan Roh Tuhan. 

“Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu,” demikian pesan Yesus.

Kita tidak perlu bersedih karena Yesus mengutus Roh Kudus-Nya bagi kita. Roh itu yang akan menuntun langkah kita. 

Sepercik pantun buat anda:
Messi menginggalkan Barcelona,
Agar muncul bintang baru lebih muda.
Roh Kudus diutus turun ke dunia,
Membawa warta bahagia dan sukacita.

Wonogiri, dituntun Roh Kudus
Rm.A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments

Pesta Babi Dibubarkan

5/11/2026

0 Comments

 
Puncta 11 Mei 2026
Senin Paskah VI
Yohanes 15:26 – 16:4a

BARU-BARU ini terjadi pembubaran kegiatan nobar (nonton bareng) film berjudul Pesta Babi di Universitas Mataram NTB. 

Sungguh aneh bahwa kampus sebagai wahana intelektual untuk diskusi dan mengeluarkan pendapat dibungkam oleh pihak rektorat.

Dari Film dokumenter Pesta Babi kita tahu sejatinya kondisi masyarakat adat Papua yang tergusur karena pembangunan besar-besaran untuk pembukaan lahan. 

Atas nama pembangunan, masyarakat adat dikurbankan harus kehilangan wilayah, mata pencaharian, identitas budaya dan sumber kehidupan mereka.

Masyarakat kita baru terbuka betapa hancurnya suatu suku bangsa dikarenakan pembangunan nasional dengan berdalih demi kepentingan bangsa. Film itu harus disebarkan agar rakyat tahu pembangunan ini untuk siapa. 

Kalau pemerintah melarang film ini, semakin jelas penguasa sudah tuli dan tidak mau mendengar kritik dari masyarakat. 

Kalau aparat dipakai untuk merepresi kaum sipil, menjadi jelas pemerintah bersikap otoriter dan menutup kebebasan bersuara.

Yesus berpesan kepada para murid-Nya untuk bersaksi tentang kebenaran dan keadilan. “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 

Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

Namun kita juga harus siap dengan dampak dari keberanian kita bersaksi. Yesus dari awal sudah mengingatkan. “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.”

Apa yang dialami oleh aktivis Andri Yunus sudah bisa menjadi pratanda bagi para pejuang keadilan. Mereka yang berani melawan otoritarianisme akan disingkirkan. Andri Yunus disiram dengan air keras. 

Tidak heran dan mungkin bisa terjadi film Pesta Babi akan dibreidel dan dilarang tayang oleh penguasa sebagai bentuk pembekuan kebebasan berekspresi dan berpendapat. 

Yesus sudah mengingatkan kepada para murid-Nya bahwa para murid akan menghadapi tantangan yang berat.

“Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu." Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu.”

Mari kita terus bersaksi tentang kebenaran dan keadilan. Pada saatnya kebenaran akan menang dengan caranya sendiri dan Tuhan akan membuka mata semua orang mana yang benar dan mana yang salah. 

Sepercik pantun buat anda:
Nonton Pesta Babi dibubarkan,
Apa gunanya UU kebebasan bersuara.
Jangan takut wartakan kebenaran,
Walau dihadang kesulitan dan bahaya.

Wonogiri, terus wartakan kebenaran
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments

You'll Never Walk Alone

5/10/2026

0 Comments

 
Puncta 10 Mei 2026
Minggu PaskahVI
Hari Minggu Panggilan
Yohanes 14:15-21

LAGU ini adalah slogan sakral bagi fans atau pecinta Klub Sepakbola Liverpool, Inggris. Dalam lagu ini melekat semangat solidaritas, kebersamaan dan kesetiaan. 

Tidak hanya di lapangan bola, tetapi dalam setiap nadi kehidupan para pengagum The Reds.

Kopites dan Anfield Gang, sebutan para fans Liverpool dipersatukan dengan nyanyian magis di stadion dengan lagu You’ll Never Walk Alone. Pemain dan pendukung memiliki nafas bersama dalam setiap pertandingan.

You’ll Never Walk Alone seperti ikrar kesetiaan bersama menghadapi kegagalan dan kemenangan komunitas besar Liverpool. Dalam setiap langkah mereka tidak pernah merasa sendirian.

 Lirik "Walk on through the wind, walk on through the rain" menggambarkan semangat untuk terus maju meskipun hujan dan badai menghadang. 

Bagi para pecinta Liverpool, ini adalah pesan kuat bahwa tak ada halangan yang tak bisa diatasi. Lagu ini mengajarkan kita untuk tetap berjalan bersama, bahkan ketika langit mendung sangat gelap. Kita tak berjalan sendiri, tetapi ada teman yang menggandeng tangan kita.

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. 

Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu,” pesan Yesus pada para murid-Nya.

Yesus tidak akan membiarkan kita sebagai yatim piatu. Ia tidak akan tega kita berjalan sendirian. Ia akan menemani kita dengan Roh Kebenaran, yaitu Roh Kudus yang diutus Bapa untuk kita. 

Seperti “The Anfield Anthem; You’ll Never Walk Alone” yang menyatukan tim dengan pecinta Liverpool, demikian pula Yesus bersatu dengan kita di setiap langkah hidup kita. “Aku akan menyertai kamu selama-lamanya.”

Sadarkah kita bahwa Yesus selalu berjalan bersama kita, bahkan ketika ada badai kehidupan sedang menimpa kita? 

Ingatlah sabda-Nya ini “Aku akan menyertai kamu selama-lamanya.” You’ll never walk alone.

Sepercik pantun buat anda:
Naik kereta menuju ibukota,
Menikmati sawah hijau di depan mata.
Dalam setiap langkah hidup kita,
Tuhan selalu berjalan bersama-sama.

Wonogiri, you’ll never walk alone
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments

Dibenci oleh Dunia

5/9/2026

0 Comments

 
Puncta 9 Mei 2026
Sabtu Paskah V
Yohanes 15:18-21

MARTIN Luther King Jr (1929-1968) adalah tokoh gerakan sipil yang anti kekerasan di Amerika. Ia melihat ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat karena perbedaan warna kulit pada masa itu. 

Ia menyuarakan kesamaan hak sipil bagi siapapun tanpa membedakan unsur SARA. 

Masyarakat kulit hitam diperlakukan tidak adil dan tidak memperoleh kebebasan dalam hak-hak sipil mereka. Pemicu terjadinya protes yang dipimpin Martin Luther King adalah kasus Rosa Park. 

Wanita kulit hitam ini tidak mau memberikan kursi penumpang di bus Montgomery kepada orang kulit putih.

Rosa ditangkap, dianiaya, disiksa di penjara. Martin Luther membuat gerakan boikot pada perusahaan bus Montgomery selama satu tahun hingga perusahaan itu kolaps dan jatuh.

 Inilah awal perjuangan Martin Luther menentang ketidakadilan di tengah-tengah masyarakat.

Ia memperjuangkan kesetaraan warga sipil dengan boikot, longmars dengan damai tanpa kekerasan. Ia terinspirasi perjuangan Mahatma Gandhi di India. 

Perlawanan paling monumental adalah ketika dia memimpin longmars ke Washington dan berpidato “I have a dream.”

“Saya bermimpi anak-anak saya akan dinilai bukan dari warna kulit, tetapi dari karakter mereka,” demikian Martin mengobarkan kesetaraan derajat setiap pribadi manusia. 

Tetapi pandangan dan perjungan ini dianggap melawan kemapanan penguasa. Iya dibenci oleh dunia. 

Yesus sudah menubuatkan kepada para pengikut-Nya bahwa mereka akan dibenci oleh dunia. 

”Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia, maka dunia membenci kamu.”

Tokoh-tokoh yang memperjuangkan keadilan, kebenaran dan hak-hak sipil pasti akan dibenci dunia. Kita memiliki pejuang hak-hak sipil seperti Munir, Marsinah, Udin, Andri Yunus dan masih banyak lagi. Mereka tidak disukai oleh penguasa dunia.

Semakin kita mengasihi Kristus dan melakukan ajaran-Nya, semakin dunia membenci kita. Kasih Kristus itu ajaran yang melampaui hukum dunia. 

Maukah anda berjuang di jalan kebenaran dan siap dibenci oleh dunia? Siapkah anda menghadapi teror dan intimidasi yang akan terus mengancam?

Sepercik pantun buat anda:
Cuaca panas terik di alun-alun kota,
Ada acara makan bakso sejuta rasa.
Pejuang keadilan tidak takut senjata,
Ia hanya takut pada suara Tuhan saja.

Wonogiri, dunia akan membencimu
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments

Tindakan Kasih Seorang Messi

5/8/2026

0 Comments

 
Puncta 8 Mei 2026
Jum’at Paskah V
Yohanes 15:12-17

KETIKA Didier Drogba, Thiery Henry dan Messi jadi bintang iklan perusahaan minuman untuk promo Piala Dunia 2010, mereka mengambil gambar di Afrika. 

Setelah shooting mereka melihat anak-anak Afrika dan beberapa orang minum dari air kotor di dekat lapangan bola.

Pemandangan itu menyentuh nurani Messi. Ia berkata kepada Drogba, “Didier, apakah kamu melihat orang-orang ini minum air comberan yang kotor, sementara kita mendapat gaji jutaan dollar dari perusahaan iklan?”

Hari berikutnya Drogba mendengar bahwa Messi menyumbangkan seluruh honor iklannya untuk menggali sumur untuk desa dan membangun rumah sakit, sekolah, taman bermain dan hal-hal yang berguna bagi kesehatan dan pendidikan anak-anak.

Yang paling menyentuh adalah Messi tidak mau disebut namanya sebagai donatur. 

Saat terbang kembali ke Yohanesburg, Drogba bertanya, “Mengapa semua ini kamu lakukan?” dan Messi menjawab, “Anak-anak Afrika tidak membutuhkan iklan, mereka membutuhkan tindakan!”

Drogba menyatakan, Gol terbaik Messi tidak tercipta di gawang, tetapi di hati mereka yang tidak kenal sepakbola dan siapa yang kenal sepakbola akan mengakui bahwa Messi adalah pemain terbaik dalam sejarah sepakbola.

Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya untuk saling mengasihi. 'Inilah perintah-Ku: supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada seseorang yang mengorbankan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jika kamu melakukan apa yang Aku perintahkan kepadamu.”

Tanda bahwa kita menjadi sahabat-sahabat Yesus jika kita mau saling mengasihi dengan tulus, tanpa pamrih dengan siapapun tanpa membeda-bedakan warna kulit, agama atau latar belakang kehidupan kita. 

Perbuatan kasih tidak perlu digembar-gemborkan. Apa yang dibuat tangan kananmu jangan sampai diketahui oleh tangan kirimu. 

Apa yang dilakukan Messi tidak dipublikasikan agar diketahui orang banyak. Ia menolong mereka secara nyata dan tersembunyi.

Kita diajak mengasihi sesama sebagaimana Yesus mengasihi kita. Ia mengorbankan nyawa untuk keselamatan kita. 

Marilah kita juga mau berkorban demi kebahagiaan sesama di sekitar kita.

Sepercik pantun buat anda:
Kita suka sebarkan desas-desus,
Orang saleh jadi bau seperti tikus.
Mari kita mengasihi dengan tulus,
Seperti kasih pengorbanan Yesus.

Wonogiri, kasihilah sesamamu
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments

Tinggal Di Ponpes Baitul Makhmud

5/7/2026

0 Comments

 
Puncta 7 Mei 2026
Kamis Paskah V
Yohanes 15:9-11

KETIKA kami mengadakan pertemuan Komisi HAK (Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan) di Purwokerto, kami diajak untuk berkunjung dan tinggal di Pondok Pesantren Baitul Makhmud Kalibagor, Banyumas dan bersilahturahmi dengan saudara-saudara di sana.

Kami diterima dengan sukacita oleh para kyai dan pengasuh pondok. Kami duduk bersama, ngobrol dan saling mengenal satu sama lain dalam suasana persaudaraan. 

Kebuntuan, kebekuan dan benteng egoisme runtuh manakala kami tinggal bersama.

Kami bisa ngobrol “ngalor-ngidul” tentang kondisi masyarakat, pendidikan dan sosial ekonomi serta cinta pada lingkungan hidup. Dari pertemuan itu kami dapat menemukan titik temu perjuangan bersama.

Kita bersama-sama mengabdi kepada kemanusiaan, kendati agama berbeda tetapi martabat sebagai ciptaan Tuhan adalah sama. 

Dari situlah semangat persaudaraan, kerukunan, kebersamaan direnda sehingga menghasilkan kesepakatan untuk berjuang bersama.

Tinggal bersama bisa saling menghargai dan menghasilkan buah yang baik. Dengan tinggal bersama, kita saling mengenal dan mengasihi satu sama lain.

 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu,” demikian pesan Yesus kepada para murid.

Tinggal di dalam kasih itu berarti seperti Yesus yang tinggal dalam Bapa dan Bapa menyatu dengan Yesus melaksanakan perutusan. Kita pun juga diajak tinggal dalam kasih melaksanakan ajaran-Nya.

Dengan tinggal bersama, kita bisa saling mengenal lebih dalam dan memahami satu sama lain. Dengan mengenal lalu tumbuh sikap mengasihi, menghormati dan bekerjasama untuk mengasihi semua ciptaan.

Mari kita saling mengenal saudara kita yang berbeda-beda dengan sesering mungkin tinggal bersama, “srawung” mengalami perjumpaan-perjumpaan sehingga kita bisa saling menghargai dan mengasihi. 

Dengan kasih maka akan muncul sukacita yang berbuah kebaikan bagi orang-orang di sekelilingnya.

Sepercik pantun buat anda:
Bunga mawar indah warnanya,
Durinya tajam bisa membuat luka.
Mengasihi lewat tindakan nyata,
Tinggal bersama sebagai saudara.

Wonogiri, marilah tinggal bersamaku
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
<<Previous

    Archives

    December 2034
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki