|
Puncta, 5 Januari 2026
Senin Biasa Sesudah Penampakan Tuhan Matius 4:12-17.23-25 RAMA MANGUN walaupun tugas resminya ada di Gereja Jetis, Yogyakarta, namun dia banyak tinggal di pinggir Kali Code. Di sana Rama menemani warga masyarakat pinggiran yang miskin dan kurang pendidikan. Daerah sekitar Kali Code waktu itu dikenal sebagai daerah hitam. Rumah-rumah bedeng dari karton, terpal bekas dan buangan-buangan bangunan dijadikan tempat tinggal bagi warga pemulung, penyemir sepatu, tukang becak dan masyarakat bawah. Rama Mangun mengangkat derajat mereka dengan mendampingi anak-anak yang tidak bersekolah. Mereka diajari membaca dan menulis. Rumah-rumah mereka dibangun dengan sentuhan seni yang bagus. Akhirnya daerah itu tidak lagi dipandang sebagai daerah hitam, tetapi disulap menjadi daerah percontohan penataan lingkungan berbasis potensi masyarakat urban. Rama Mangun hadir membawa pencerahan bagi wilayah yang dulunya hitam. Yesus bermigrasi dari Nasaret ke Kapernaum. Di Nasaret Dia tidak diterima oleh kaum keluarganya. Seorang nabi tidak dihargai di daerah asalnya sendiri. Setelah Yohanes dibunuh oleh Herodes, Yesus menyingkir di Kapernaum. Maka Kapernaum disebut sebagai The City of Jesus. Yesus adalah penggenapan nubuat nabi-nabi dahulu. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." Yesus memulai karya-Nya di daerah asing, di luar bangsa Yahudi, di wilayah bangsa-bangsa lain yakni daerah Zebulon dan Naftali. Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar. Yesus adalah Cahaya yang membawa harapan besar adanya perubahan. Yesus mewartakan tentang pertobatan agar orang diselamatkan. Hal itu juga dilakukan oleh Rama Mangun. Dia tidak banyak berkiprah di Gereja Jetis, tetapi namanya berkibar di daerah Code, tempat yang dianggap daerah hitam atau gelap. Di sana banyak terjadi pencerahan dan pemartabatan manusia sejati. Matahari bersinar di balik dedaunan, Menghalau mendung gelap di awan-awan. Mari kita memberi secercah pencerahan, Bagi mereka yang hidup dalam kegelapan. Wonogiri, secercah sinar harapan Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed