|
Puncta 25 November 2025
Selasa Biasa XXXIII Lukas 21: 5-11 RIBUAN pelacong baik domestik maupun mancanegara berbondong-bondong datang ke Candi Borobudur di Magelang. Mereka mengagumi hasil karya abad ke 8 Masehi zaman Dinasti Syailendra yang hebat ini. Mereka berdecak kagum akan karya besar manusia pada zaman itu. Mereka mengelilingi candi yang berbentuk mandala dan menaiki tanggga-tangga menuju puncak. Di atas candi mereka bisa melihat pemandangan indah. Ada banyak stupa-stupa yang di dalamnya ada patung Budha bersemadi. Banyak turis asing naik ke puncak juga ingin menikmati pemandangan matahari terbit yang sangat indah. Walau harus membayar tiket mahal, namun menikmati keindahan Candi Borobudur tak seberapa dengan harga yang harus dibayar. Namun orang sering hanya berhenti mengagumi keindahan luarnya saja. Keindahan fisik itu hanya sementara saja. Orang lupa bahkan tidak tahu bahwa di balik keindahan Borobudur itu ada nilai-nilai kekal yang diajarkan lewat panel-panel dinding candi. Relief candi mengajarkan nilai-nilai luhur untuk mencapai kesempurnaan hidup. Dalam relief itu ada tingkatan perjalanan hidup manusia; Kamadhatu (dunia nafsu), Rupadhatu (dunia bentuk, wujud) dan Arupadhatu (dunia tanpa wujud, kosong, hampa). Yesus memperingatkan orang-orang yang datang ke Bait Suci untuk mengagumi bangunan yang indah dan megah itu. Tetapi itu hanyalah bangunan fisik atau wujud yang akan hancur. Orang tidak sadar siapa yang ada di dalam bangunan itu. Dia adalah Allah yang tak kelihatan. "Semua hal yang kamu lihat ini sekarang – akan datang saatnya di mana tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain: semuanya akan hancur,” kata Yesus. Iman kepada Allah-lah yang semestinya dicari orang, bukan bangunan atau gedung yang megah dan indah. Gedung hanyalah sarana fisik yang bisa roboh, tetapi iman yang kuat kepada Tuhan tak bisa diruntuhkan. Marilah kita memperkuat iman kita kepada Tuhan, agar dalam situasi apa pun kita tidak akan digoyahkan. Entah penderitaan, ancaman, kesulitan menghadang tidak akan mempengaruhi iman kita. Borobudur adalah mahakarya dunia, Dikagumi oleh orang dari segala bangsa. Jangan mengagumi keindahan luarnya, Tetapi kagumilah Tuhan Sang Pencipta. Wonogiri, Bersyukurlah kepada Tuhan Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed