|
Puncta 10 Januari 2026
Sabtu Biasa Sesudah Penampakan Tuhan Yohanes 3:22-30 KETIKA Rama Wijaya ingin mengetahui kondisi istrinya, Dewi Sinta yang diculik di Alengka, dia bermaksud mengirim utusan ke Taman Argasoka. Sugriwa menawarkan ponakannya Jaya Anggada yang pergi. KKN nampaknya sudah ada di zaman itu. Ketika ditanya berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Alengka dan kembali ke Maleawan, Jaya Anggada menjawab, “Saya sanggup satu tahun.” Rama nampak kecewa. Satu tahun terlalu lama. Anoman datang menyanggupi setengah tahun. Jaya Anggada tidak mau kalah. Dia sanggup tiga bulan. Persaingan makin panas. Anoman menyanggupi satu bulan. Jaya anggada bilang, “Saya siap limabelas hari.” Anoman tidak mundur. Dia siap menempuh perjalanan satu hari. Jaya Anggada marah merasa disaingi dan digagalkan oleh Anoman. Dia menantang Anoman untuk berkelahi. Siapa yang paling besar dan kuat di antara mereka, dialah yang berhak berangkat. Charles Dikens menulis, “Ada orang yang menjadi besar dengan cara mengecilkan, atau merendahkan orang lain. Tetapi orang besar sesungguhnya adalah ia yang mampu membuat setiap orang merasa dirinya besar." "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya." Yohanes Pembaptis tidak marah dan kecil hati ketika dikabarkan bahwa Yesus juga membaptis banyak orang di Sungai Yordan. Yohanes dengan bijak berkata, “Sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” Kita mesti belajar sikap rendah hati seperti Yohanes. Tidak perlu iri hati kalau ada orang lain yang lebih sukses, berhasil, dan hebat. Suka membanding-bandingkan itulah kejelekan kita. Yohanes punya kata-kata bijak: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.” Setiap orang diberi karunia atau talenta sendiri-sendiri. Bersyukurlah dengan karuniamu atau talenta yang kaumiliki. Pepatah bijak mengatakan, “Kalau ada orang sukses, tirulah dia. Kalau ada orang gagal, jangan mencemoohkan dia tetapi lihatlah dirimu sendiri.” Mari kita membantu agar orang lain tumbuh berkembang, bukan menjegal dia supaya jatuh dan gagal. Pergi ke hutan nangkap bekisar, Malah ketemu singa yang lapar. Biarkan orang lain menjadi besar, Tidak perlu kita iri hati dan gusar. Wonogiri, tetaplah rendah hati Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed