|
Puncta 15 November 2025
Sabtu Biasa XXXII Lukas 18:1-8 FRANK CAPRIO menjadi hakim sudah puluhan tahun. Ia meninggal 20 Agustus 2025. Tetapi dia dikenang banyak orang sebagai hakim yang bijaksana, humanis dan murah hati. Baginya aturan dipakai untuk menolong orang bukan menghukum. Tidak jarang dia meringankan denda, membebaskan hukuman, bahkan membantu terdakwa secara finansial dari kas kantornya. Ia pernah berkata, “Seandainya aku jadi mereka (terdakwa) bagaimanakah kehidupan keluarga dan masa depannya?” Proses pengadilan yang dipimpinnya tidak berjalan kaku dan menakutkan. Tetapi relaks, kadang ada canda tawa. Bahkan dia pernah meminta anak terdakwa untuk memberi pendapat dan memutuskan denda. Seorang anak diminta maju untuk memberi pendapat tentang pelanggaran lalu lintas yang dilakukan ibunya. Dengan polos anak itu berkata, “Guilty” (bersalah) dan disambut tawa para hadirin. Dalam Injil Yesus menceritakan kisah seorang hakim – bukan Frank Caprio – yang tidak takut akan Allah. Dia menolak membantu seorang janda, mungkin karena tidak ada uangnya. Kalau janda kaya mungkin dia cepat bertindak. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." Yang ditekankan Yesus bukan sikap hakimnya yang lalim itu, tetapi sikap janda yang terus menerus datang dan meminta tanpa henti. Kalau hakim yang kejam saja bisa iba dan jatuh belas kasihan. Betapa Allah tidak akan mendengarkan orang yang siang malam berdoa kepada-Nya. Oleh karena itu, jangan berhenti berdoa. Jangan putus-putus datang kepada Tuhan dan memohon kepada-Nya. Kalau belum terkabul, jangan putus asa. Datanglah dan ketuklah pintunya lebih keras lagi. Kalau Dia tidak membuka pintu, pasti akan membuka jendela-Nya. Datang ke kraton duduk bersimpuh, Kepala tertunduk sampai ke tanah. Doa adalah senjata paling ampuh, Untuk meruntuhkan belas kasih Allah. Wonogiri, teruslah berdoa Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed