|
Puncta 9 Januari 2026
Jum’at Biasa Sesudah Penampakan Tuhan Lukas 5: 12-16 PADA waktu perang Baratayuda, Prabu Salya minta ijin untuk menjadi panglima perang Kurawa. Tentu saja pihak Pandawa ketakutan, karena Salya memiliki senjata ampuh Candrabirawa. Untuk itu, Kresna mengutus Nakula dan Sadewa yang masih keponakan Prabu Salya datang ke Mandaraka. Mereka berdua diminta untuk merendahkan diri, serah diri mohon mati oleh sang pamannya sendiri. Karena sayangnya kepada Pandawa, akhirnya Salya luluh dan siap mati di medan Kurusetra menyerahkan diri pada kekuatan Pandawa. Di lain pihak, Kresna juga memohon agar Puntadewa mau maju perang. Raja yang welas asih yang seumur hidup tidak pernah berperang ini awalnya menolak. Bagaimanapun bujuk rayu Kresna tidak mempan. Tetapi bagaimanapun musuh harus dihadapi. Dengan merendahkan diri, Puntadewa minta agar Kresna menjelma menjadi Dewa Wisnu. Karena perintah dewalah, bukan karena perintah manusia, Puntadewa mau maju berperang. Pandawa menang. Orang kusta yang datang kepada Yesus itu memohon dengan rendah hati. Ia tidak memaksa Tuhan untuk menyembuhkannya. Tetapi dengan rendah hati dan terbuka, dia bilang, “Tuan, jika Tuan mau. Tuan bisa menyembuhkan saya.” Seringkali terjadi, kita tidak hanya meminta tetapi memaksa Tuhan, bahkan berani mengancam. Tuhan harus memenuhi permintaan kita. Kalau tidak dipenuhi doa-doa kita, kita merajuk, “mutung” gak berdoa, tidak mau ke gereja dan lari meninggalkan Tuhan. Kita mesti belajar seperti orang kusta ini. Dia mengakui kemahakuasaan Tuhan. Dia menyadari sebagai ciptaan, orang kecil, berdosa dan tak pantas di hadapan-Nya. Dia hanya bisa menyerahkan seluruh hidupnya kepada kuasa Tuhan. Karena keyakinan dan sikap kerendahan hatinya itulah Tuhan berkata, “Aku mau. Jadilah engkau tahir.” Orang kusta itu sembuh dan kembali normal. Mari kita tidak memaksa, tetapi merendahkan diri di hadapan Tuhan yang Mahakuasa. Dari Semarang menuju Pati, Jalanan macet diguyur hujan. Jadi orang jangan tinggi hati, Rendah hati disayang Tuhan. Wonogiri, merendahkan diri pada Tuhan Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed