|
Puncta 27 Januari 2026
Selasa Biasa III Markus 3: 31-35 SINETRON ini dinilai sebagai karya sineas terpopuler selain Si Doel Anak Sekolahan. Adi Kurdi sebagai kepala keluarga membangun nilai-nilai keluarga yang rukun, sederhana dan penuh kasih sayang. Keluarga disatukan dalam hubungan darah yang kental antara abah, emak dan anak-anak. Abah dianggap simbol ayah yang bijaksana. Emak adalah pribadi yang sederhana. Sedang anak-anak mewarisi nilai-nilai orangtuanya. Sebagaimana theme song sinetron ini, “Harta yang paling berharga adalah keluarga. Mutiara yang paling indah adalah keluarga,” tergambar dalam Keluarga Cemara. Keluarga yang bahagia didasarkan pada relasi akrab dan mesra antar anggotanya. Yesus memperluas hubungan keluarga. Bagi Yesus bukan hanya hubungan darah sebagai pengikat keluarga. Tetapi kesediaan untuk mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah. Ketika ibu dan saudara-saudara-Nya datang ingin menemui Dia, orang-orang berkata, "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." Apakah kita juga mampu memperluas ikatan kekeluargaan tidak sekedar karena hubungan darah, tetapi karena orang itu sama-sama mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah? Ataukah kita justru membuat sekat-sekat yang memisahkan karena perbedaan agama, suku, etnis dan budaya? Marilah kita renungkan sabda Yesus ini bagi persaudaraan kita. Nonton film Keluarga Cemara, Hati terharu mata berkaca-kaca. Kita semua adalah saudara, Jika kita melaksanakan kehendak-Nya. Wonogiri, torang basudara Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed