Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Kesombongan Rohani

2/20/2026

0 Comments

 
Puncta 20 Februari 2026
Jum’at sesudah Rabu Abu
Matius 9:14-15

PUASA atau kegiatan rohani lain yang kita buat kalau tidak hati-hati bisa membuat kita menjadi sombong. Kita membanggakan bisa puasa penuh selama empatpuluh hari. 

Kita merasa yakin bisa masuk sorga. Kita menghakimi orang lain yang tidak berpuasa.

Sikap seperti itu nampak dalam pertanyaan murid-murid Yohanes dan kaum Farisi kepada Yesus. 

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"

Dalam tradisi Yahudi ada keharusan puasa minimal sekali setahun pada hari raya pendamaian. Namun mereka membuat tradisi puasa menjadi lebih banyak sebagai bentuk kesedihan atau penyesalan. 

Murid-murid Yohanes berpuasa karena keprihatinan gurunya ditangkap dan dipenjara. Orang-orangYahudi berpuasa untuk menantikan kedatangan Mesias ke dunia. Mereka sangat getol berpuasa dengan maksud-maksud tertentu.

Maka mereka heran karena murid-murid Yesus tidak berpuasa seperti mereka. Yesus menjawab bahwa puasa itu ada masanya. 

"Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Ia menggambarkan Diri-Nya sebagai mempelai laki-laki yang bersanding bersama mempelai wanita yaitu umat-Nya. Karena mempelai ada bersama mereka, mereka bersukacita dan berpesta. Pada waktu itu tidakada puasa. Baru ketika mempelai diambil dari mereka, mereka akan berpuasa.

Bukan soal banyaknya atau seringnya orang berpuasa yang dianggap paling suci dan benar. Tetapi niat hati yang mendasari orang itu berpuasa yang paling penting. Bukan benar dan salah dalam menjalani puasa, tetapi kesungguhan hati untuk membaharui diri.

Kita mudah sekali menuduh dan menyalahkan orang lain karena tidak menjalankan puasa seperti yang kita lakukan. 

Kita membenarkan diri dan memandang orang lain salah karena tidak mengikuti kemauan kita. Inilah kesombongan rohani yang harus kita buang jauh-jauh.

Masa prapaskah ini mari kita gunakan untuk mengoreksi diri kita sendiri agar perilaku kita tidak menyimpang dari kehendak Tuhan.

Sepercik pantun buat anda:
Libur panjang banyak turis piknik ke Bali,
Ingin menikmati indahnya senja di sore hari.
Kalau kita mengadili dengan ayat-ayat suci,
Kita sendiri jatuh pada kesombongan rohani.

Wonogiri, puasa untuk diri sendiri
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki