Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Ki Ageng Mangir

2/6/2026

0 Comments

 
Puncta 6 Februari 2026
Pw. St. Paulus Miki, Imam dan martir
Markus 6.14-29 atau RUybs Matius 28:16-20

DIKISAHKAN dalam Babat Tanah Jawi dan Babat Mangir, bahwa Ki Ageng Mangir adalah keturunan Brawijaya V dari Majapahit. Kakeknya membuka tanah perdikan di Mangir dan berkembang menjadi wilayah yang kuat dan merdeka.

Mataram Islam yang dibangun oleh Panembahan Senopati ingin menguasai wilayah Mangir. Namun Ki Ageng Mangir menolak dan melawan. Maka dibuatlah siasat untuk menundukkan tanah perdikan Mangiran.

Retno Pembayun, putri dari Panembahan Senopati disuruh menyamar menjadi “Ledhek” atau sinden keliling. Tumenggung Jaya Supanta disuruh menyamar jadi Ki Dalang Sandi Guna. Mereka “ngamen” ke desa-desa di sekitar Mangir.

Singkat cerita Ki Mangir terpikat oleh kecantikan sang putri. Mereka menikah dan hidup bahagia.

Setelah sekian lama, Sang Putri membuka rahasia bahwa dia adalah putri Keraton Mataram. Sebagai suami istri mereka harus pulang untuk sujud sungkem ke Mataram. 

Rencana licik mulai dijalankan. Ketika menghadap raja, semua pasukan harus ditinggalkan. Tombak milik Ki Ageng Mangir harus diserahkan. 

Ketika mereka sujud sungkem kepada Raja, kepala Ki Ageng Mangir dipukulkan ke watu gilang, tempat Senopati bertahta. Matilah Ki Ageng Mangir, musuh sekaligus anak menantu raja.

Herodias punya dendam kesumat kepada Yohanes Pembaptis. Ia ingin membunuh Yohanes tetapi tidak bisa karena Herodes suaminya hormat dan sungkan kepada Yohanes. 

Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. 

Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Tiba saatnya ketika pesta ulangtahun, anak Herodias menari dan menyukakan hati para tamu. Herodes ingin memberi hadiah kepadanya. Tak diduga yang diminta adalah kepala Yohanes Pembaptis.

Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 

Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"

Cinta membutakan segalanya. Seperti kata Freddy Mercury dalam lagunya “Too much love will kill you.” 

Herodes dibutakan oleh cinta hingga ia mengorbankan nyawa Yohanes Pembaptis.

Cinta menghalalkan segala cara. Seperti Senopati yang tega membunuh menantunya sendiri. Berhati-hatilah dengan cinta buta. 

Putri Mesir namanya Cleopatra,
Mati bunuh diri di Alexandria.
Hati-hatilah dengan cinta buta,
Ia hanya membuatmu sengsara.

Wonogiri, Yohanes pembela kebenaran
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki