Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Konsisten pada Opsi

1/17/2026

0 Comments

 
Puncta 17 Januari 2026
Pw. St. Antonius Abbas, Biarawan
Markus 2:13-17 atau RUybs

BUNDA Teresa dari Kalkuta memilih berkarya bagi orang-orang miskin di India. Ia hidup bersama orang miskin dan menderita. Ia melayani dan menolong mereka yang tidak punya rumah, sakit parah , para lansia miskin dan anak-anak yang tak pernah mengenyam pendidikan.

Dari awal sampai akhir hidupnya, Bunda Teresa mengabdikan diri bagi kaum miskin, tersingkir dan papa. Dia pernah dicibir banyak orang dengan karyanya itu. 

Ada pejabat yang menuduhnya menjual kemiskinan warga. Ada pula yang mencemooh hanya untuk mencari popularitas diri. 

Namun Teresa tidak mundur oleh kritikan dan cemoohan. Ia tetap konsisten dengan pilihannya, hidup untuk menolong orang kecil, lemah, miskin dan teringkir.

Yesus memanggil Lewi, pemungut cukai. Ia diundang ke rumah Lewi untuk makan bersama-sama dengan pemungut cukai. 

Namun orang-orang Farisi mencemooh-Nya. Mereka memprotes, "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 

Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Yesus menegaskan misi penyelamatan-Nya. Ia memilih mendekati orang-orang berdosa untuk dipertobatkan. Bahasa kerennya sekarang “Preferential Option for the poor.” Itulah pilihan karya Yesus.

Gereja juga mengikuti pilihan itu. Gereja lebih berpihak kepada kaum kecil, lemah, miskin dan tersingkir. Tetapi konsistenkah kita memilih opsi itu? Atau jangan-jangan hanya pemanis bibir atau lib’s service saja?

Sekarang banyak dikeluhkan  umat tentang biaya pendidikan sekolah Katolik mahal. Sekolah hanya untuk orang kaya saja. Biaya kesehatan mencekik. Orang tak mampu bayar obat dan perawatannya. Para imam juga lebih melayani orang kaya. Dimana option for the poor dihayati?

Yesus berani konsisten dengan berkata, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." 

Para pelayan Gereja ini berani nggak konsisten seperti Yesus, memilih opsi yang terus dihidupi walau tidak enak dan nyaman bagi diri kita sendiri. Berani nggak keluar dari zona nyaman untuk memilih opsi penyelamatan?

Makan roti dioles mentega,
Minumnya kopi dari Panama.
Yesus berpihak pada pendosa,
Walau harus disalib di Golgota.

Wonogiri, konsisten pada pilihan
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki