|
Puncta 5 Februari 2026
Pw. St. Agata, Perawan dan Martir Markus 6:7-13 atau RUybs Lukas 9:23-26 MENGAPA Yesus mengutus para murid pergi tanpa membawa bekal apa-apa? Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Perutusan ini adalah karya Tuhan. Para murid diajak untuk tidak mengandalkan kemampuan dan kehebatan sendiri, tetapi melulu bergantung pada kebaikan Tuhan saja. Itulah sebabnya, Tuhan melarang mereka membawa apa-apa dalam perjalanan. Dalam pengalaman turne di pedalaman, saya mengalami pemeliharaan Tuhan dan kasih-Nya yang melimpah. Saya tidak pernah kekurangan suatu apa pun dalam perutusan. Tuhan selalu mencukupi dengan kelimpahan. Saat saya lelah dan lapar dari jalan jauh di Sungai Ingin, Bu Anang di Pangkalan Suka selalu siap menyediakan makanan dan tempat meletakkan kepala. Ketika ban motor bocor di tengah jalan, ada orang baik yang menolong. Ketika jatuh terperosok di sungai, ada tukang sampan yang menyelamatkan. Ketika motor penuh lumpur dan kehujanan, Pak Denggol di Engkadin membantu. Ketika butuh teman di perjalanan, Pak Herman, Pak Jali, Pak Redes dan banyak orang siap menjadi malaikat. Modalnya hanya siap diutus dan Tuhan akan mengurus segalanya. Bergantung hanya kepada kebaikan Tuhan itulah yang diminta Yesus kepada murid-murid-Nya. Dalam menjalankan perutusan, dituntut ketaatan total kepada Allah yang mengutus. Ketundukan mereka bukan kepada orang-orang yang menerima atau menolak pewartaan mereka. Ketundukan hanya pada Tuhan saja. Ketaatan kita bukan pada uang, materi atau fasilitas, tetapi kehendak Allah semata. Kalau kita taat melaksanakan kehendak Tuhan, semuanya nanti akan disediakan Tuhan. Bahkan sampai berkelimpahan. Karena Tuhan yang mengutus, maka Tuhan juga yang akan mengurus. Maukah kita hanya mengandalkan Dia dalam tugas perutusan ini? Sepercik pantun buat anda: Dari Ponti menuju Mempawah, Sambil menikmati hamparan sawah. Carilah dahulu Kerajaan Allah, Semua akan menjadi anugerah. Wonogiri, Tuhan mengurus segalanya Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed