|
Puncta 19 Februari 2026
Kamis sesudah Rabu Abu Lukas 9:22-25 DUA nama ini disebut sebagai satu kesatuan. Ini adalah nama binatang yakni sejenis kepiting jenis tapal kuda karena bentuk cangkangnya seperti tapal kuda. Binatang ini hidup selalu bersama-sama, kemana pun selalu berpasangan. Nama lainnya adalah belangkas. Mimi untuk sebutan kepiting jantan dan Mintuna untuk yang betina. Mimi dan Mintuna termasuk dalam spesies arthropoda. Meskipun memiliki tekstur dan bentuk yang keras seperti kepiting, namun belangkas bukan dari keluarga kepiting. Kemana-mana mereka selalu berdua. Mereka adalah binatang monogam tak terpisahkan. Jika yang satu terpisah, yang lain akan mati. Mimi dan Mintuna adalah sepasang hewan yang tidak dapat dipisahkan, apabila mereka terpisah maka kedua hewan ini akan mati. Karena kesetiaannya yang sampai akhir hayat ini, binatang ini dipakai sebagai gambaran hidup berkeluarga. Orang Jawa selalu berharap agar pasangan suami istri ibarat “Mimi lan Mintuna. Suka dan duka, susah dan senang, jatuh bangun dijalani bersama-sama, memanggul salib bersama dalam keadaan apapun. Kesetiaan tanpa reserve inilah yang dijadikan teladan dari binatang ini. Begitu pula Yesus mensyaratkan kepada para muird-Nya agar memiliki kesetiaan dalam mengikuti Dia. Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Seperti Mimi lan Mintuna itu yang selalu setia hidup bersama-sama, menjalani segala susah dan derita dipanggul bersama, demikian pun mengikuti Kristus harus berjuang untuk terus setia dalam memanggul salib setiap hari. Kemewahan dunia ini tidak mampu menjamin keselamatan kekal. Keselamatan yang abadi hanya tercapai jika kita berani setia memanggul salib setiap hari. Kebahagiaan bisa tercapai jika kita mau menderita bersama Yesus demi kebahagiaan sesama. “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” Pertanyaan ini menyadarkan kita bahwa harta milik duniawi tidak mampu menjamin kebahagiaan yang abadi. Untuk apa anda mengejar kemewahan dunia jika akhirnya kelak anda tidak memperoleh keselamatan yang abadi? Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya,” kata Yesus. Orang sehebat Steve Jobs akhirnya menyadari bahwa harta kekayaan tidak bisa menyelamatkan dirinya dari kematian. Ia mengorbankan kasih keluarganya demi mengejar karier dan harta kekayaan. Akhirnya dia sadar bahwa cinta kasih dan kesetiaanlah yang dia butuhkan. Ia menasehatkan kepada semua orang, jangan sia-siakan orang yang mengasihi anda. Selagi masih punya waktu cintailah keluargamu dan hiduplah dalam damai, kerukunan dan saling mengasihi. Sepercik pantun buat anda: Ke Belanda nonton bunga tulip, Healing-healing biar tidak sakit. Ikut Yesus memanggul salib, Kita pasti juga akan ikut bangkit. Wonogiri, setia memanggul salib Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed