|
Puncta 21 Januari 2026
Pw. St.Agnes, Perawandan Martir Hari keempat Pekan Doa Sedunia Matius 13.44-46 PANCE Pondaag mengidungkan lagu berjudul "Mutiaraku.” Liriknya antara lain berbunyi demikian: “Engkaulah mutiara. Tempat curahan kasih sayangku. Engkau mahligai cintaku. Tempat pengharapan yang terakhir. Dalam hatiku berdoa slalu. Semoga kekal abadi. Cintamu cintaku milikmu jua. Sehidup semati kita” Mutiara adalah sesuatu yang sangat berharga. Orang akan memeliharanya dengan penuh kasih sayang. Orang berusaha bisa mendapatkannya karena nilainya yang sangat tinggi. Mutiara bagi setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang menilai keluarga adalah mutiara yang paling berharga. Maka dia menjaga dengan sungguh-sungguh keutuhan dan kebahagiaan keluarganya. Ada yang menempatkan pasangan hidup adalah mutiara yang paling indah. Ia sangat menyayangi dan mengasihi pasangannya agar bisa hidup lama. Ada juga yang menjaga imamat sebagai mutiara hidupnya. Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Sorga seperti mutiara yang sangat indah, harta yang tak ternilai jumlahnya. Orang mencarinya dengan sekuat tenaga agar bisa mendapatkannya. Bahkan dia rela mengorbankan apa pun demi mendapatkan itu. "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." Bagi anda sendiri, apakah harta yang paling berharga dalam hidup ini? Apakah mutiara yang paling indah bagi hidup anda, sudahkan anda menemukannya? Dan sudahkan anda berusaha menjaga dan memeliharanya dengan penuh cinta? Sepercik pantun untuk anda: Pergi ke Pulau Pelangi mencari mutiara, Mutiara bagus ada di Pantai Indah Kapuk. Harta yang paling berharga adalah keluarga, Peliharalah cinta keluarga jangan sampai lapuk. Wonogiri, Engkaulah mutiaraku Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed