|
Puncta 8 Februari 2026
Minggu Biasa V Matius 5:13-16 BEREDAR film dokumenter tahun 2007 yang lagi viral tentang seekor penguin yang diberi nama “Adelie.” Ia tiba-tiba meninggalkan koloni dan memisahkan diri dari ribuan penguin lain serta menuju ke pegunungan yang jaraknya 27 km. Penguin adalah binatang berkelompok. Mereka mencari makan bersama-sama dalam koloni. Mereka saling menjaga suhu tubuh dari gugusan es yang membeku. Tetapi mengapa Adelie justru memisahkan diri dan menuju ke pegunungan yang hampir pasti mengarah kepada kematian? Netizen menghubungkannya dengan filsafat Nihilisme. Kaum nihilist memandang bahwa hidup itu adalah kesia-siaan dan tanpa makna. Hidup hanyalah menuju kepada kematian. Perilaku penguin itu adalah cermin dari perilaku manusia modern sekarang ini. Kita semua merasa terwakili oleh tindakan penguin ini yang merasa asing di tengah komunitas, kehilangan arah hidup, dan tekanan mental dan eksistensial. Maka menjawab keprihatinan sosial di dunia modern sekarang ini, Yesus memberi jalan. Ia berkata, "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Kita harus menjadi garam dan terang di tengah komunitas. Kalau tidak, seperti penguin itu, yang alami stress merasa tidak berguna, lalu pergi ke pegunungan untuk mati. Menjadi garam di tengah masyarakat berarti memberi rasa yang enak. Garam melebur, hilang wujudnya namun membuat masakan jadi sedap. Kita harus berani berkorban agar masyarakat hidup dalam damai dan sejahtera. Menjadi terang berarti mampu menunjukkan jalan yang benar, menjadi teladan bagi komunitas dan menjadi inspirasi kebaikan bagi koloninya. Jika demikian maka hidup menjadi bermakna, bukan kesia-siaan atau nihilisme semata. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." Itulah tujuan hidup kita di dunia ini. Hidup bukan nihilisme menuju kematian belaka, tetapi hidup menjadi bermakna kalau kita bisa menjadi garam dan terang dunia. Penguin hidup di benua Antartika, Mereka berkelompok slalu hidup bersama. Kita adalah garam dan terang dunia, Hidup bermakna kalau kita lebih berguna. Wonogiri, jadilah garam dan terang Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed