|
Puncta 23 Februari 2026
Senin Prapaskah I Matius 25:31-46 DALAM perjalanan ziarah menuju nirwana, Pandawa dan Kresna bertemu dengan seorang janda tua. Nama perempuan itu Nyai Ruminta. Dia menimba air dari sumur dan anehnya air itu dibuang kembali ke dalam sumur. Kresna bertanya kepada Nyai Ruminta mengapa itu dilakukan terus menerus? Nyai Ruminta berkisah bahwa ia membuang hartanya, emas dan berlian ke dalam sumur agar tidak dijarah oleh Kurawa. Sekarang ia mau mengambil kembali hartanya. Janda tua itu minta bantuan Pandawa agar mengambilkan hartanya di dasar sumur. Kresna minta penduduk kampung itu bahu membahu memenuhi sumur dengan air dari segala penjuru. Akibatnya sumur itu meluap dan harta di dasarnya terbawa naik. Nyai Ruminta berterimakasih kepada Kresna dan memberikan emas dan berlian kepadanya. Namun Kresna meminta agar harta itu dibagi-bagikan kepada semua penduduk kampung di situ. Kresna dan Pandawa melanjutkan perjalanannya untuk moksa. Yesus mengajarkan bahwa untuk memperoleh keselamatan kekal, orang harus melakukan kebajikan secara nyata. Dalam kisah pengadilan terakhir, keselamatan diberikan kepada mereka yang rela dan tulus memberi atau menolong orang-orang yang menderita. Raja itu berkata, “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.” Kasih itu terwujud dalam tindakan nyata. Harta yang kita miliki akan hilang dan musnah. Tetapi kalau kita mau berbagi kepada mereka yang menderita, akan menjadi harta mulia di sorga. Seperti yang dilakukan Nyai Ruminta. Kalau harta hanya untuk diri sendiri tak menghasilkan apa-apa. Tetapi kalau kita mau menolong sesama, harta itu akan jadi bekal menuju ke sorga. Maukah kita tidak terbelenggu oleh harta duniawi? Namun rela berbagi untuk menolong mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel? Sepercik pantun buat anda: Pergi ke Surabaya naik kereta api, Gerbongnya bersih tempatnya rapi. Harta dunia tidak akan dibawa mati, Itu akan berguna bila kita mau berbagi. Wonogiri, kasih itu nyata Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed