|
Puncta 3 Januari 2026
Sabtu Masa Natal Yohanes 1:29-34 ANGELO DUNDEE mungkin tidak setenar Muhamad Ali atau Sugar Ray Leonard. Tetapi berkat polesan pelatih yang hebatlah kemudian lahir petinju legendaris seperti Muhamad Ali dan Sugar Ray Leonard. Berkat tangan dingin Angelo Dundee yang bekerja di balik layar, muncul petinju hebat yang dikenang sepanjang masa. Pelatih ini menunjukkan kepada panggung dunia seorang petinju yang hebat dan berbakat. Dundee duduk di bangku pelatih, ketika Mohamad Ali tampil di ring dengan tarian kakinya yang lincah dan jab-jab tangannya yang mengusik konsentrasi lawan. Dundee berada di balik layar. Namanya tersembunyi di balik bayang-bayang kehebatan Mohamad Ali dan Sugar Ray. Yohanes Pembaptis juga menunjukkan kepada dunia, "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Yohanes seperti seorang pelatih yang bertugas mempersiapkan orang untuk berhasil tampil di panggung. Ia memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang akan menebus dosa dunia. Setelah Yesus tampil ke muka umum, Yohanes mundur dan berada di belakang. Yesuslah yang kemudian tampil ke muka untuk mewartakan karya keselamatan Allah. “Biarlah Dia menjadi besar, dan aku harus makin kecil.” Itulah prinsip hidup Yohanes Pembaptis. Apakah kita juga berani dengan rendah hati membiarkan orang lain tampil ke panggung dunia dan menunjukkan kehebatannya? Apakah kita dengan rela memberi kesempatan agar orang lain tumbuh berkembang? Mari kita belajar rendah hati seperti Yohanes Pembaptis yang tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi memberi jalan orang lain untuk bertumbung kembang. Dunia ini diwarnai persaingan keras, Orang lain dipandang sebagai lawan. Yohanes Pembaptis contoh yang pantas, Rendah hati membangun persahabatan. Wonogiri, biarlah aku menjadi kecil Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed