Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Pengakuan Diri

1/22/2026

0 Comments

 
Puncta 22 Januari 2026
Kamis Biasa II 
Hari kelima Pekan Doa Sedunia
Markus 3:7-12

JIKA ada orang atau kelompok yang meragukan pencapaian seseorang, pasti orang itu akan meradang. Ambil salah satu contoh kasus ijasah palsu. 

Ada orang yang mempertanyakan keaslian dari sebuah ijasah yang dikeluarkan oleh lembaga Perguruan Tinggi. 

Ijasah bukan cuma selembar kertas. Ijasah adalah pencapaian hasil prestasi belajar. Ijasah adalah bukti pengakuan akademik bahwa seseorang telah menyelesaikan proses belajar di suatu lembaga pendidikan. 

Kalau ijasah seseorang dipertanyakan, maka prestasi dan harga dirinya juga diragukan. Lembaga yang mengeluarkan pun juga dipertanyakan keabsahannya. 

Ijasah adalah bentuk pengakuan diri seseorang yang telah berhasil menamatkan pendidikannya.

Prestasi adalah bagian dari pengakuan diri. Presiden Prabowo pasti juga akan ngotot mengusahakan MBG karena itu dianggap sebagai prestasi yang bisa dibanggakan. 

Kalau ada banyak kritik tentang pelaksanaan MBG, dia akan mempertahankannya sekuat tenaga karena ini soal prestise.

Kalau MBG gagal, maka prestasi dan reputasinya pasti akan anjlog. Popularitas akan turun dan tingkat kepercayaan masyarakat juga akan rendah. Pengakuan diri ini harus diusahakan agar bisa memuaskan orang banyak.

Yesus berkeliling kemana-mana untuk mengajar dan menyembuhkan banyak orang. Dari berbagai daerah datang ingin mendengarkan Dia. 

Orang-orang dari Galilea, Yudea, Idumea, seberang Sungai Yordan, daerah Sidon dan Tirus, semua datang kepada-Nya.

Reputasi dan popularitas-Nya sudah diakui tersebar dimana-mana. Bahkan iblis pun mengenali-Nya dengan menyebut, "Engkaulah Anak Allah." 

Reputasi Yesus sudah diakui banyak orang. Namun Yesus dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

Kenapa? Karena Yesus tidak butuh pengakuan dari setan maupun dari manusia. Ia tidak mencari pujian, sanjungan atau pengakuan diri. Ia hanya fokus menjalankan perutusan Bapa-Nya menyelamatkan banyak orang.

Kita bisa belajar dari Yesus. berbuat baik bukan untuk pujian dan sanjungan, tetapi demi memuliakan nama Tuhan. 

Biasanya orang-orang yang masih mengejar eksistensi diri, butuh pujian dan panggung pengakuan adalah mereka yang belum selesai dengan dirinya sendiri. 

Sepercik pantun untuk anda;

Naik bendi berkeliling-keliling kota,
Bendinya ditarik oleh kuda perkasa.
Janganlah mencari pujian manusia,
Berbuatlah demi kebahagiaan sesama.

Wonogiri, masih mencari pengakuan diri?
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki