|
Puncta 17 Februari 2026
Selasa Biasa VI Markus 8:14-21 RAGI adalah mikroorganisme yang sangat berguna dalam proses fermentasi. Dalam proses itu ragi mengubah gula menjadi alkohol dan CO2 yang membuat adonan roti menjadi mengembang. Ragi bekerja secara diam-diam dan tak terlihat. Ia merasuk dalam tepung dan membuat adonan menjadi ringan dan empuk. Ragi juga memberikan rasa dan aroma yang khas pada produk fermentasi seperti roti, bir, wine atau minuman lainnya. Ragi bekerja dengan masuk ke dalam adonan. Secara pelan-pelan dan tak disadari ragi mampu mengubah dan bertransformasi. Ragi itu mikroorganisme yang sangat kecil, tak terlihat oleh mata telanjang. Tetapi dia bekerja tanpa disadari dan mampu mengubah dari dalam dengan diam-diam. Ragi itu kecil tetapi bisa mempengaruhi seluruh adonan. Yesus berbicara tentang ragi kaum Farisi dan ragi Herodes. Yang dimaksud Yesus adalah nilai-nilai, sikap, ajaran atau perilaku kaum Farisi atau Herodian yang bisa mempengaruhi masyarakat luas. Mereka itu diumpamakan seperti ragi yang diam-diam menancapkan pengaruhnya di tengah banyak orang. Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." Ragi orang Farisi adalah kemunafikan, legalisme agama dan mengkotak-kotakkan manusia. Ragi Herodes adalah kekuasan yang otoriter, suka main kuasa, menabrak hukum, menindas dan tidak menghargai orang kecil. Nilai-nilai itu ditebarkan seperti ragi ke tengah-tengah masyarakat. Kalau kita tidak kritis dan peka, maka kita akan terpengaruh oleh ragi yang bisa meracuni masyarakat. Kita bisa merenungkan apa yang disampaikan Mgr. Anton dan Mgr. Kopong Kung di saat tahbisan Uskup Mgr. Hans Menteiro beberapa hari lalu. Mgr. Anton mengingatkan kalau sudah menjadi uskup jangan besar kepalanya. Mgr. Kopong mengingatkan agar pimpinan gereja atau KWI menjadi kompas moral bagi kehidupan gereja dan masyarakat. Bagaimana kita bisa menjadi kompas kalau kehidupan kita di dalam gereja menjauhi nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi? Bisa jadi ragi kaum Farisi dan kaum Herodian juga sedang merasuk dalam kehidupan gereja kita. Maka kesempatan memasuki masa Prapaskah ini, bisa menjadi saat tepat untuk merenungkan posisi kita sebagai suara moral di tengah kehidupan bersama. Mari kita memperbaiki diri dan waspada terhadap godaan-godaan dunia yang seperti ragi merasuk diam-diam tak kentara untuk merusak tatanan moral bersama. Sepercik pantun buat anda: Dimana-mana dibangun koperasi, Gedungnya besar tapi tak ada isi. Waspadalah terhadap ragi Farisi, Berbaju agamis tapi rajin korupsi. Wonogiri, waspadalah selalu Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed