|
Puncta 26 November 2025
Rabu Biasa XXXIV Lukas 21:12-19 TIGA tahun setelah kemerdekaan Indonesia, kondisi keamanan belum kondusif. Masih terjadi perang di daerah-daerah. Apalagi Belanda masih ingin menguasai Indonesia. Beberapa kali terjadi agresi di Semarang, Ambarawa, Muntilan dan Yogya. Rm. Sandjaya bertugas di Seminari Muntilan. Situasi revolusi masih belum aman. Seminari mau dibakar oleh para pejuang kiri. Situasi mencekam karena ancaman dan teror. Rama Rektor yang adalah pastor Belanda diundang rapat oleh para pemuda. Rama Sandjaya mencium ada gelagat yang mencurigakan. Maka ia minta ijin menggantikan Rama Rektor menghadiri “rapat” di desa sebelah. Bersama Fr. Bouwens SJ, Rama dijemput pemuda-pemuda Muntilan. Tanggal 20 Desember 1948 malam hari Rama Sandjaya dibawa pemuda-pemuda kampung. Itu adalah malam terakhir hidup Rama Sandjaya. Belum sampai di Bale desa, Rama Sandjaya dan Fr. Bouwens dibunuh oleh para pemuda di antara desa Kembaran dan Patosan. Jenasahnya ditemukan di tengah sawah dalam kondisi yang mengenaskan. Ia mengalami penyiksaan dan kemudian ditembak di malam yang gelap itu. Kini makam Rama Sandjaya di Kerkhof Muntilan dikunjungi banyak peziarah. Mereka percaya Rm. Sandjaya adalah martir suci yang membela imannya. Yesus menasehatkan kepada para murid-Nya untuk tetap teguh dan percaya menghadapi segala pencobaan dan penderitaan demi imannya. Ia berkata, “Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.” Yesus juga berpesan agar para murid tetap tenang dan yakin, tidak perlu takut karena Dia akan menjaga dan melindungi mereka. “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu." Nyawa tidak lebih berharga dengan jaminan keselamatannya. Apa gunanya punya nyawa tetapi akhirnya tidak selamat, tidak masuk sorga? Orang rela mengorbankan nyawanya karena ia percaya akan selamat di sorga. Yesuslah yang menjamin keselamatan kita. Beli empek-empek ke Palembang, Aku suka yang rasa kapal selam. Janganlah takut dan bimbang Yesus siap memberikan jaminan. Wonogiri, jangan takut Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed