|
Puncta 13 Januari 2026
Selasa Biasa I Markus 1:40-45 DALAM falsafah hidup orang Jawa ada istiah “Sabda Pandhita Ratu sepisan dadi tan kena wola-wali.” Ungkapan ini berarti sabda atau perintah seorang raja (pemimpin) atau pandhita (pemimpin rohani atau ulama) sekali diucapkan akan terjadi dan tidak boleh berubah-ubah atau plin-plan. Hal ini menunjukkan kewibawaan seorang tokoh yang dianut oleh rakyat atau bawahannya. Apa yang diucapkan penuh wibawa. Antara ucapan dan tindakannya selaras, harmonis. Sabda atau ucapannya ditaati karena kewibawaan sang pemimpin. Seorang pemimpin yang berwibawa terlihat dari ucapannya yang ditaati oleh rakyat atau bawahannya. Sekali berbicara langsung menjadi kenyataan. Ia tidak akan mengulang-ulang berkali-kali. Cukup sekali langsung ditaati. Dalam perikope Injil hari ini, tergambar kewibawaan Yesus ketika menghardik setan yang menguasai orang di rumah ibadat. Orang yang kerasukan roh jahat itu berkata, "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Roh jahat itu keluar dari orang yang kerasukan. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Yesus menunjukkan kewibawaan-Nya. Ia berkuasa atas manusia dan setan, karena Dia adalah Firman Allah. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Yesus dibandingkan dengan ahli-ahli Taurat yang tidak dipercaya karena antara kata dan tindakannya jauh berbeda. Mereka banyak mengajarkan aturan atau hukum-hukum pada orang lain tetapi tidak mau melakukannya sendiri. Para ahli Taurat itu dipandang sebagai orang-orang munafik. Mereka tidak dipercaya karena tidak memberi teladan hidup yang baik. Beda dengan Yesus yang sabda-Nya penuh wibawa dan ditaati, bahkan setan pun tunduk kepada-Nya. Mari kita taati sabda Yesus, karena Dia berkuasa atas kehidupan kita. Tuhan berkuasa membuat mawar menjadi biru dan melati menjadi merah. Bahkan Dia bisa, jika berkehendak membuat matahari terbit dari barat. Tuhan Mahakuasa. Burung berkicau di dedaunan, Angin berhembus perlahan-lahan. Sabda Yesus adalah kebenaran, Dia Berkuasa atas bumi dan lautan. Wonogiri, Tuhan Mahakuasa Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed