|
Puncta 26 Januari 2026
Pw. St. Timotius dan Titus, Uskup Markus 3:22-30 atau RUybs Lukas 10:1-9 SEORANG bapak menasehati anak-anaknya sebelum ia meninggal dunia. Ia mengumpulkan mereka semua di sekitar pembaringannya. “Anak-anakku semua, bapak tidak minta apapun. Sepeninggalku, aku hanya minta kalian hidup rukun sebagai saudara,” katanya terbata-bata. Ia mengambil sapu lidi. Ia minta anaknya yang sulung untuk mematahkan sapu lidi itu. Anak sulung sudah berusaha tetapi gagal. Begitu pula anak-anak yang lain. Semua tidak bisa mematahkan sapu lidi. Akhirnya bapak itu melepaskan “suh” ikatan sapu lidi. Satu per satu lidi yang sudah terpisah itu dipatahkannya dengan mudah. Dia berkata, “Kalau kamu hidup sendiri-sendiri, kamu akan mudah dipatahkan. Hiduplah dalam ikatan keluarga kita. Selalu rukunlah dengan saudaramu, pasti kalian akan kuat.” Ia meninggal dengan warisan ikatan persaudaraan yang kuat seperti sapu lidi yang dicontohkan kepada anak-anak dan cucu-cucunya. Yesus dituduh kerasukan Beelzebul, dan dengan penghulu setan, Ia mengusir setan. Namun Yesus menolak. Dia mengusir setan dengan kuasa Roh Kudus. Ia berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.” Kuasa kegelapan harus dilawan dengan Kuasa Terang. Kuasa gelap adalah iblis. Kuasa Terang adalah Roh Allah sendiri. Para ahli Taurat itu menyamakan kuasa iblis dengan kuasa Roh Kudus. Maka Yesus berkata, ”Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." Berhati-hatilah agar jangan menyejajarkan kuasa setan atau iblis dengan kuasa Roh Tuhan. Sebab setan itu sungguh licik, dia bisa memanipulasi wajahnya seperti wajah Allah. Ia berlagak seperti Allah. Janganlah mudah terkecoh. Sepercik pantun untuk anda: Jalan-jalan di pedalaman Kalimantan, Hutan ditebang tinggal nunggu kerusakan. Jangan terkecoh tipu daya setan, Ia pandai menipu dengan wajah kebaikan. Wonogiri, hidup rukun dan damai Rm. A.Joko Purwanto,Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed