|
Puncta 2 Februari 2026
Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah Lukas 2:22-40 PEPUNDHEN atau pinisepuh adalah tokoh yang dituakan dan dihormati. Di lingkungan Pokoh Banyuaeng, ada pepundhen yang dihormati yakni tiga ibu tua atau simbah yang menjadi panutan umat. Mereka adalah Mbah Kar, Mbah Niti dan Mbah Atmo. Mereka ini bisa disebut tiga Srikandi penyebar iman di Pokoh dan sekitarnya. Saya adalah salah satu yang dibimbing dan didampingi oleh Mbah Kar mulai dari menerima sakramen komuni pertama dan krisma. Beliau seperti pembimbing rohani yang selalu memberi dukungan dan nasehat yang baik kepada setiap orang. Setiap kali liburan dari Seminari pasti saya “sowan” menghadap ke beliau untuk minta doa restu. Ketika saya tahbisan di Kentungan, Mbah Kar dan mBah Niti bisa hadir. Beliau merasa bangga dan senang karena doa-doanya terkabul dan bisa melihat saya ditahbiskan oleh Bapak Uskup. Trio Srikandi ini adalah pendoa dan penasehat yang baik untuk saya. Pasti mereka sekarang bahagia di sorga dan menerima mahkota abadi dalam kumuliaan. Simeon dan Hana adalah tokoh rohani yang hidup di Bait Suci. Mereka menerima Maria dan Yusuf saat mempersembahkan bayi Yesus di Kenisah. Simeon membopong Yesus dan bersukacita. Ia melihat Sang Penebus telah datang. "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." Bahagia karena melihat janji Allah terpenuhi dalam diri Yesus, itulah yang dirasakan Simeon dan Hana. Mereka bersyukur karena Allah telah melawat umat-Nya. Orang-orang saleh yang tajam hati nuraninya bisa melihat karya Allah dalam hidup nyata. Apakah kita juga mampu melihat Allah hadir dalam pengalaman hidup kita dan memuji Tuhan karena penyertaan-Nya yang senantiasa memelihara kita? Mari kita persembahkan hidup kita kepada Allah. Pasti Dia akan memberikan jalan terang bagi langkah kita. Sepercik pantun buat anda: Ke Rawaseneng melihat sapi perah, Penghasil susu yang berlimpah-limpah. Buatlah hidupmu menjadi berkah, Dunia sekitarmu akan bersinar cerah. Wonogiri, hidup adalah berkah Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed