|
Puncta 26 April 2026
Minggu Paskah IV, Minggu Panggilan Yohanes 10:1-10 KETIKA bertugas di Cawas, saya memelihara dua anjing. Saya merawatnya dengan sukacita karena anjing binatang yang setia. Ada dua ekor anjing diberi nama Boing, karena lahirnya pada hari Rebo Paing. Sekarang tinggal satu yang jantan. Pasangannya sudah mati diracun orang di pinggir jalan. Sudah dua tahun saya meninggalkan Cawas. Tetapi setiap kali saya singgah di pastoran Cawas, Boing pasti langsung mengenali saya dan menyambut saya dengan melonjak-lonjak dan meraung kegirangan. Seolah melampiaskan rasa rindu yang dalam. Seperti dua sahabat yang lama tidak berjumpa, saling mengungkapkan rasa bahagia bisa bertemu lagi. Boing sangat mengenal tuannya dan menyambut kedatangan saya dengan penuh sukacita.dia merasa aman karena dijaga dan dicintai. Yesus digambarkan sebagai Gembala yang menjaga kawanan domba-domba-Nya. Gembala mengenal domba-domba-Nya dan begitupun sebaliknya kawanan domba itu mengenal suara sang gembala. Gembala akan menjaga dan menjamin keselamatan dombanya. Gembala yang baik siap mengorbankan nyawa untuk keselamatan dombanya. Semua domba digiring menuju kandang yang aman dari perampok dan hewan buas yang akan menyerang mereka. Yesus juga menyebut Diri-Nya sebagai pintu yang aman menuju kandang domba. Yesus adalah akses satu-satunya untuk masuk ke dalam kandang yang aman. Ini mau menggambarkan hanya melalui Yesus saja kita akan sampai kepada keselamatan, damai sejahtera. Jika kita dipanggil menjadi gembala, apakah kita mengenal para domba dan siap berjalan di depan dengan memberi teladan sehingga domba-domba menemukan kedamaian? Apakah kita menjadi pintu yang selalu terbuka untuk menerima domba-domba yang hilang? Jika kita sebagai domba-Nya, apakah kita sungguh mengenal suara Gembala? Ataukah kita mengabaikan suara Gembala karena ada suara-suara lain yang menggiring kita? Apakah kita lebih suka mencari jalan sendiri menuju pintu yang kita sukai saja? Pada Minggu Panggilan ini, kita masing-masing – gembala dan domba – diajak hening sejenak untuk bertanya pada diri sendiri, apakah saya sudah menjadi gembala yang baik? Apakah saya juga menjadi domba-domba yang setia? Sepercik pantun buat anda: Ke Bogor lihat kebun raya, Banyak kijang merumput bersama. Gereja akan damai bahagia, Gembala dan domba seia dan sekata. Wonogiri, jadilah gembala yang baik Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed