Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Melawan Hukum

3/11/2026

0 Comments

 
Puncta 11 Maret 2026
Rabu Prapaskah III
Matius 5:17-19

SERING terjadi kalau ada orang yang mengkritik dengan keras kebijakan pemerintah, orang itu dituduh melawan hukum atau undang-undang. 

Kritik dipandang sebagai perlawanan bukan sebagai ruang untuk mencari kebenaran.

Orang yang mencari kebenaran, kejujuran dan pertanggungjawaban malah disingkirkan. Kita belajar dari tokoh-tokoh kritis seperti Munir, Pak Hoegeng, polisi yang jujur dan tegas. 

Mereka disingkirkan. Padahal mereka berusaha menegakkan hukum sebagai pilar kebenaran.

Begitulah sikap para ahli kitab dan orang-orang Farisi terhadap Yesus. Mereka menuduh Yesus ingin menghilangkan hukum Taurat. Yesus tidak hanya membaca tulisan atau huruf-huruf dalam Taurat. 

Tetapi Dia menjalankan inti dari ajaran Taurat. Kasih itulah kebenaran Taurat.

Namun tindakan kasih itu dianggap melenceng dari ajaran Taurat. Misalnya, Yesus dituduh akan menghapus hukum Sabat, karena dia sering menyembuhkan orang pada hari Sabat. 

Mereka beranggapan Yesus mau menghapus aturan sabat dan meniadakannya.

Dalam kotbah di bukit, Yesus menjelaskan bahwa Ia tidak akan menghapus hukum Taurat, tetapi Dia justru ingin menggenapinya.

 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”

Seringkali terjadi ada orang yang ingin meluruskan undang-undang atau menjalankan hukum dengan benar malah dituduh PKI, difitnah, diteror, diintimidasi dan disingkirkan. 

Asal tidak sesuai dengan kebijakan penguasa dituduh makar dan memberontak.

Semestinya kita terbuka pada opsi demi kebenaran hukum dan kebaikan bersama di tengah masyarakat. 

Tindakan demi memurnikan hukum atau undang-undang tidak boleh dipandang sebagai merongrong kewibawaan penguasa. Tetapi cara memurnikan arah dan cita-cita bersama.

Mungkin para ahli kitab dan orang-orang Farisi itu takut kehilangan kewibawaan karena mereka justru yang telah melenceng jauh dari hukum Taurat. 

Maka jika ada orang yang ingin menggenapi dan menyempurnakan dianggap sebagai tantangan dan mengusik ketenangan. 

Makan gratis tidak disukai anak didik,
Dibawa pulang dimakan ayam dan itik.
Pemimpin yang jujur tidak takut kritik,
Diterima sebagai masukan yang baik.

Wonogiri, sabar mendengar kritik
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki