Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Singkong dan Keju

3/9/2026

0 Comments

 
Puncta 9 Maret 2026
Senin Prapaskah III
Lukas 4:24-30

MENGAPA banyak francise kuliner asing merambah di pelosok-pelosok daerah kita? Sebutlah seperti KFC, MacDonald, Starbuck atau Sushi, Ramen, Sashimi, Tempura, dan Yakitori, Shabu-shabu, Sukiyaki, dan Oden dari Jepang.

Juga makanan ala Korea seperti Kimchi, Bulgogi – Daging Sapi yang Manis dan Gurih, Bibimbap, Tteokbokki, Jjajangmyeon?

Itu baru soal makanan. Pakaian, asesoris, barang-barang  branded semua luar negeri. 

Karena kita punya mental tak menghargai milik kita sendiri. Jiwa kita masih jiwa feodal, terjajah dan minder.

Kita baru ribut kalau kesenian reog diakui di Negeri Jiran atau gamelan dimainkan dengan apik oleh kaum bule atau orang-orang Jepang. Tetapi di negeri sendiri, barang itu disingkiri dan asing.

Saya jadi ingat lagu berjudul Singkong dan Keju, yang dilantunkan oleh Ari Wibowo. Lagu ini berupa sindiran bagi kita yang lebih luar negeri minded daripada menghargai produk dalam negeri yang menjadi buah tangan sendiri.
 
"Parfummu dari Paris (hm). Sepatumu dari Itali.
Kaubilang, "Demi gengsi". Semua serba luar negeri 

Manakah mungkin. Mengikuti caramu yang penuh hura-hura

Aku suka jaipong. Kau suka disko, oh (oh), oh
Aku suka singkong. Kau suka keju, oh (oh), oh 

Aku dambakan seorang gadis yang sederhana
Aku ini hanya anak singkong. Aku hanya anak singkong."

Yesus juga mengkritik orang-orang pada zaman itu yang tidak menghargai nabi di daerahnya sendiri. Kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.”

Dia memberi contoh bagaimana Nabi Elia membuat hujan turun di negeri asing dan menolong janda di Sarfat karena tidak dipercaya di Israel sendiri. 

Nabi Elisa menyembuhkan Naaman orang Siria sementara banyak orang kusta yang sakit di Israel.

Kalau kita tidak bisa menghargai diri kita sendiri, lalu siapa yang akan menghargai martabat dan buah karya kita? Begitupun orang-orang Yahudi tidak mau percaya dan menghargai Kristus, Nabi yang diutus Allah. 

Kita kadang juga tidak menghargai iman kita sendiri. Merasa kegiatan itu hanyalah hal rutinitas belaka, aktivitas rohani terasa hambar hanya begitu-begitu saja. 

Kalau tidak hati-hati, kita juga seperti orang-orang Yahudi yang hilang kepercayaan pada Yesus.

Mari kita cintai dan hargai iman kita sendiri. Kita pasti bisa melihat karya-karya ajaib Tuhan yang terjadi pada hidup kita.

Tari reog dibawa ke Malaysia,
Kita sendiri sudah kehilangan budaya.
Yesus buat mukzijat dimana-mana,
Di Nasaret orang malah tidak percaya.

Wonogiri, hargai budaya kita
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki