|
Puncta 10 Maret 20206
Selasa Prapaskah III Matius 18:21-35 KASIH pengampunan Allah itu sungguh luar biasa, tak ada habis-habisnya. Manusia hanya bisa mengampuni sekali dua kali saja. Seperti Petrus yang bertanya sampai tujuh kalikah? Yesus menjawab, “Bukan sampai tujuh kali, tetapi tujuhpuluh kali tujuh kali.” Hal ini digambarkan oleh Yesus dengan sikap raja yang membebaskan hambanya yang berhutang kepadanya. Hamba itu punya hutang 10.000 talenta. Satu talenta itu setara dengan 6.000 dinar. Upah buruh satu hari adalah satu dinar. Jadi hamba itu berhutang 60.000 hari kerja. Itu berarti hampir 165 tahun masa kerja. Hamba itu tidak mampu mengembalikannya. Ia memohon kepada raja untuk bersabar. Raja itu dengan belaskasihnya membebaskan hutangnya. Namun hamba yang jahat itu justru menghukum temannya yang berhutang 100 dinar kepadanya. Ia menjebloskan temannya ke dalam penjara sampai dilunasi hutangnya. Raja marah mendengar hambanya bertindak kejam terhadap temannya. “Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” Sifat manusia itu senang melihat orang lain menderita. Ia tidak ingin melihat keberhasilan orang lain. Kalau ada kesempatan menjegal teman, itu digunakan secepat mungkin. Hamba itu tidak mau mengasihani temannya. Padahal dia sendiri sudah dikasihani. Yesus menghendaki agar kita meneladan sikap Allah Bapa yang penuh belas kasih. Bapa telah mengasihi kita, maka kita pun diajak mengasihi sesama. Tindakan hamba yang jahat dan bengis itu tidak boleh ditiru. Kalau kita tidak mau mengampuni, Bapa juga tidak akan mengampuni kita. Yesus mengajak murid-murid-Nya menjadi sempurna sebagaimana Bapa sempurna adanya. Kalau kita mau, kita pasti bisa. Kita mulai dengan mendoakan orang yang bersalah kepada kita. Dengan mendoakannya, kita sudah membuka hati yang baik terhadapnya. Banyak orang pergi ke Arafah, Bersujud untuk mencari berkah. Mengampuni itu bukan kalah, Kita memenangkan hati yang salah. Wonogiri, mari terus mengampuni Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed