|
Puncta 21 Juni 2026
Minggu Biasa XII Matius 10:26-33 WAYANG model Yogyakarta memiliki tokoh Antasena, anak Werkudara dengan Dewi Urang Ayu. Tokoh ini tidak ada dalam versi Surakarta. Antasena adalah anak bungsu dari Werkudara. Dia bersaudara dengan Gatotkaca dan Antareja. Antasena digambarkan sebagai pemuda yang jujur, pemberani, sederhana, suka membela kebenaran, berpihak pada wong cilik. Dia tidak bisa berbahasa halus seperti ayahnya, suka terus terang apa adanya. Ya dikatakan ya, tidak dikatakan tidak. Dia tidak takut kepada siapapun demi membela kebenaran. Bahkan dewa sekalipun kalau berbuat salah akan dilawannya. Ia tidak pandang bulu dalam membela kebenaran. Siapapun yang salah akan dilawan. Ia suka memperjuangkan nasib rakyat kecil yang tertindas. Sabda Yesus hari ini bisa ditempatkan pada diri Ksatria dari Randugumbala ini. Yesus mengajarkan kepada para murid untuk tidak takut membela kebenaran dan berjuang secara pilih kasih. Jangan takut terhadap ancaman dari siapapun. Pesan Yesus, “Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.” Orang yang membela kebenaran pasti banyak lawannya. Mereka akan dibenci, diteror, diintimidasi dan bahkan dibunuh. Kita punya banyak tokoh seperti Munir, Marsinah, Udin yang mati demi kebenaran. Yesus menegaskan, “Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” Kebenaran suatu saat akan menang. Dia akan mengungkapkan segala kejahatan yang berusaha disembunyikan. Segala kemunafikan yang disembunyikan suatu saat akan tersingkap oleh kebenaran. Yesus menguatkan kita untuk tidak takut berjuang demi kebenaran. Sepercik pantun buat anda: Sungguh malu diteriaki sebagai pengkhianat, Idealisme digadaikan dengan kursi pejabat. Mari berjuang bela kebenaran sampai kiamat, Jangan mundur karena dihujat dan dilaknat. Wonogiri, wartakan kebenaran Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed