|
Puncta 2 Mei 2026
Pw. St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja, Sabtu Imam. Yohanes 14: 7-14 atau RUybs KALAU kita mengenal dekat Rama Yosef Supriyanto, Pr yang asli Boro, kita juga akan mengenal Bapaknya, Pak Prastawa almarhum yang adalah pensiunan guru sekolah. Gaya bicara, 'solah bawa' atau tutur kata dan bahkan cara berpakaian Pak Prastawa menurun pada anaknya. Rama Supri- demikian panggilannya – selalu berpakaian necis, sederhana dan bajunya pasti selalu dimasukkan. “Saya meniru teladan hidup bapak saya yang seorang guru,” kata Rama Supri dalam sebuah sharing. “Saya dulu juga ingin menjadi guru seperti bapak, maka saya mendaftar di SPG Van Lith Muntilan. Tetapi Tuhan punya kehendak lain dan membelokkan arah hidup saya menjadi seorang imam.” Menjadi imam toh juga tidak jauh dari tugas bapaknya sebagai seorang guru. Imam juga punya tugas mengajar kepada umatnya. Dalam bahasa Jawa ada pepatah; “Kacang mangsa ninggala lanjaran.” Perilaku anak tidak akan jauh dari teladan hidup orangtuanya. Begitu pula Yesus menjelaskan kepada Filipus, bahwa Ia ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Dia. Barangsiapa melihat Yesus, dia juga bisa melihat Bapa. Apa yang dikerjakan dan diajarkan Yesus berasal dari Bapa. "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami,” kata Yesus pada Filipus. Yesus mengutus para murid-Nya, termasuk kita untuk membawa Kabar Sukacita. Kalau kita sering disebut sebagai “Alter Christi,” atau Kristus yang lain, apakah cara hidup kita, perilaku dan tutur kata kita membawa orang semakin mengenal Kristus dalam diri kita? “Sebagaimana Bapa telah mengutus Aku, sekarang Aku mengutus kamu,” Kata Yesus. Bapa ada di dalam Yesus, maka seharusnya Yesus juga ada di dalam diri kita. Apakah hidup kita sungguh-sungguh sudah menjadi cerminan hidup Yesus bagi orang lain. Atau apakah kita sendiri sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengenal Bapa dalam Diri Yesus Putera-Nya? Dan menyelaraskan hidup kita dengan hidup Yesus sendiri? Sepercik pantun buat anda: Sungguh konyol logika menteri wanita, Lelaki dijadikan tumbal kalau kereta tabrakan. Mengenal Yesus berarti mengenal Bapa, Mari kita jadi perpanjangan kasih Tuhan. Wonogiri, semakin mengenal Allah Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Puncta 1 Mei 2026
Jum’at Paskah IV Jum’at Pertama Yohanes 14:1-6 SEKARANG ini untuk pergi kemanapun kita tidak perlu kawatir karena sudah ada aplikasi yang menuntun kita. Ada google map, ada waze dan banyak lagi aplikasi di smartphone yang akan mengarahkan kita. Kita tidak perlu takut pergi ke tempat asing yang belum pernah kita kunjungi. Asal alamatnya jelas dan ada sinyal di HP maka kita akan dituntun dan diarahkan sampai pada tujuan. Kita tinggal mengikuti petunjuk dan perintah di HP yang akan membimbing kita. Kepada para murid-Nya, Yesus menasehatkan agar jangan kawatir dan cemas. Dia akan menuntun kita seperti roadmap yang mengarahkan sampai ke tujuan akhir yakni Rumah Bapa di sorga. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” Yesus sudah menyediakan tempat di sorga. Kita diajak untuk tidak takut dan percaya kepada-Nya. Dengan wafat dan kebangkitan-Nya, Yesus mempersiapkan tempat bagi kita. Dia kembali kepada Bapa. Pada akhir zaman (parousia) Dia akan datang kembali untuk menjemput kita. Pertanyaan Tomas adalah pertanyaan kita semua yang masih hidup ini. "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kita semua tidak tahu jalan kemana setelah akhir hidup di dunia ini. Orang Jawa bilang, "Urip kuwi mung mampir ngombe." Hidup itu hanya sementara saja. Maka Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Inilah jawaban dari semua teka-teki kehidupan kita. Pertanyaan besar atas nasib kita dijawab oleh Yesus dalam perikope ini. Beruntunglah kita memiliki Allah yang menjamin hidup kita di dunia dan di akherat nanti. Kita tidak perlu takut, gelisah dan kawatir. Kita tinggal mengikuti sabda Yesus yang adalah jalan keselamatan. Dalam segala perkara hidup; susah dan derita, jatuh bangun, gagal dan gelap kehidupan, Allah senantiasa hadir menuntun kita. Mari kita tetap berpegang pada tangan Tuhan karena Dialah Jalan menuju keselamatan. Sepercik pantun buat anda: Ada banyak pohon yang patah, Diterjang hujan badai dan taufan. Jangan kamu takut dan gelisah, Yesus adalah jalan kepada kehidupan. Wonogiri, Yesuslah Jalan dan Kebenaran Rm. A. Joko Purwanto, Pr |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed