Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Pergilah Ke Seluruh Dunia

12/3/2025

0 Comments

 
Puncta 3 Desember 2025
Pesta St. Fransiskus Xaverius, Imam, Pelindung Misi
Markus 16:15-20

SEBELUM terangkat ke sorga, Yesus memberikan perintah agung bagi para murid-Nya; "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” 

Perintah ini sebagai wasiat bagi mereka untuk memberitakan Injil dari masa ke masa, dari generasi ke generasi tanpa kecuali kita sekarang ini.

Fransiskus Xaverius adalah salah satu dari ketujuh Yesuit pertama yang diutus mewartakan Injil ke Asia Timur Jauh. Pada mulanya dia berlayar dari Lisboa ke India sebagai jajahan Portugis.

Di Goa, India ia menetap dan mengajar agama kepada banyak orang di sana. Ia juga berkotbah dan membaptis orang India menjadi Katolik. 

Fransiskus kemudian melanjutkan perjalanan misi ke Melaka. Bahkan dia juga berlayar sampai ke Maluku, Ambon, Ternate dan Morotai.

Dari Melaka, ia melanjutkan perjalanan misi ke Jepang dan Tiongkok. Tetapi sebelum masuk ke Daratan China, Fransiskus jatuh sakit dan meninggal di Pulau Shangchuan pada awal Desember 1552. 
Gereja Katolik merayakan wafatnya pada 3 Desember.

Fransiskus Xavierius dikanonisasi sebagai orang kudus dan menjadi Pelindung Misi dalam Gereja. Dia menjadi teladan bagi kita semua untuk berani bermisi mewartakan Injil kepada semua orang. 

Bermisi tidak harus membawa Injil kemana-mana, tetapi terutama dengan teladan hidup yang baik dan benar, jujur dan adil, humanis dan toleran. Dengan sikap hidup sebagai orang Katolik yang baik, kita juga bermisi bagi orang lain.

Kini banyak medan pewartaan yang dapat kita jangkau untuk bermisi. Dunia digital juga perlu diberi warta tentang iman Kristen. Generasi milenial dan Generasi modern zaman ini membutuhkan pewartaan iman.

Dunia yang semakin menjauh dari Tuhan sekarang ini juga perlu pencerahan rohani. Kita semua diundang oleh Kristus untuk “Pergi ke seluruh dunia dan wartakanlah Kabar Sukacita.” 

Maukah kita diutus untuk bermisi menebar kebaikan kepada semua orang?

Ke padang pasir naik unta,
Untanya lari dikejar Honda.
Pergilah ke seluruh dunia,
Jangan hanya diam di rumah saja.

Wonogiri, wartakanlah Injil
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments

Selalu Bersyukur

12/2/2025

0 Comments

 
Puncta 2 Desember 2025
Selasa Adven I
Lukas 10:21-24

DALAM kunjungan keluarga di lingkungan-lingkungan saya merasa senang dan dikuatkan. Umat sederhana di desa-desa yang saya temui memberi kekuatan dalam beriman. Sharing-sharing mereka justru menguatkan dan meneguhkan kami yang datang.

Mereka menunjukkan iman yang kuat kendati hidup sendirian di tengah-tengah masyarakat. Mereka selalu bersyukur karena kebaikan Tuhan yang mengalir tiada henti. Mereka bisa melihat karya Tuhan itu lewat pengalaman hidup sehari-hari.

Hidup rukun di tengah warga, guyub dan saling membantu satu sama lain, selalu ada pertolongan dalam setiap kesulitan, selalu dicukupkan oleh Tuhan walau tidak kaya raya. Itulah campur tangan Tuhan yang selalu hadir secara nyata.

Selalu bersyukur membuat orang mampu melihat karya Allah dalam kehidupan sehari-hari. Bersyukur memungkinkan orang melihat peristiwa kehidupan sebagai tindakan Allah. 

Kita bisa melihat karya besar Allah dalam hidup kita. Itu dimulai dari hati yang selalu bersyukur.

Yesus sendiri mengalami karya Bapa dalam Diri-Nya, maka Dia bersyukur. "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.”

Yesus mengajak para murid-Nya untuk bersyukur. Para murid semestinya bersyukur karena melihat langsung karya Allah dalam diri Yesus. 

Maka Yesus berkata kepada mereka, “"Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

Banyak orang ingin melihat tetapi tidak bisa melihat. Banyak orang ingin mendengar tetapi tidak mendengar, karena tidak ada rasa syukur dalam hati mereka. 

Kalau hati kita dipenuhi rasa syukur, maka kita akan melihat karya-karya besar Allah bagi kita. Hal itu yang dikejar dan didambakan oleh orang-orang besar, cerdik pandai dan bijak.

Bersyukurlah karena anda telah mengalami dan melihat kasih karunia Allah dalam diri anda dan itu tidak diberikan kepada semua orang, bahkan mereka yang cerdik dan bijak sekalipun. 

Bersukacita dan bergembiralah anda karena Tuhan selalu ada dalam segala situasi.

Sebelum Sabtu adalah hari  Jum’at,
Kalau hari Minggu kita mesti beribadat.
Hati yang bersyukur adalah berkat,
Mereka yang sakit serasa ketemu obat.

Wonogiri, kebijaksanaan rakyat jelata
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Forward>>

    Archives

    December 2034
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki