|
Puncta 9 Agustus 2026
Minggu Biasa XIX Matius 14:22-33 HIDUP tidak selalu mudah. Ibaratnya kita seperti kapal yang mengarungi samudera luas. Kadang harus menghadapi badai gelombang tinggi yang menerjang. Badai taufan itu membuat kapal terombang-ambing. Kita juga sering mengalami situasi yang tidak menentu. Banyak persoalan hidup yang harus kita jalani. Apalagi menghadapi zaman yang cepat berubah dengan segala tantangannya. Kecemasan, depresi melumpuhkan pikiran kita. Masa depan yang tidak jelas sangat menakutkan perjalanan kita. Pengangguran, PHK, keterpurukan ekonomi, kegagalan usaha dan beban hutang membikin beban kehidupan. Belum lagi kalau kita mengidap penyakit kronis, kehilangan dan kesepian dalam hidup akan sangat menyusahkan kita. Apalagi kalau tidak ada dukungan keluarga, diasingkan, ditinggalkan pasangan atau dijauhi oleh masyarakat menjadi beban psikis yang menakutkan. Kapal terasa oleng dan terombang-ambing dalam badai yang sangat berat. Disinilah muncul pertanyaan yang tak lekang oleh waktu. “Mengapa derita silih berganti? Mengapa Allah terasa jauh dan tidak peduli? Masihkah ada harapan untuk terus berjalan maju? Sabda Tuhan hari ini bisa menguatkan kita. Ketika para murid sendirian di tengah lautan ganas, mereka ketakutan oleh angin badai. Tuhan datang dengan berkata; “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Kita pun juga diajak datang untuk meminta pertolongan Tuhan seperti Petrus. "Tuhan, tolonglah aku!" Badai kehidupan akan datang silih berganti. Tetapi Tuhan datang kepada kita untuk menemani. Yang dibutuhkan adalah iman atau percaya kepada-Nya. Yesus menyentil kita yang sering kurang percaya. "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" Tuhan adalah penguasa seluruh alam semesta. Ia meredakan badai sehingga tunduk kepada-Nya, apakah hal ini tidak menjadi bukti bahwa Ia mampu mengatasi segala badai kehidupan kita? Seberapa pun besar badai kehidupan kita, Tuhan pasti mampu mengatasinya. Jangan takut, Tuhan senantiasa dekat dan beserta kita. Ia mampu mengatasi segala persoalan kita. Sepercik pantun buat anda: Menikmati puncak gunung Merbabu, Sambil melintasi jalan tol Kartasura. Ketika badai melanda hidupmu, Berharaplah pada belas kasihan-Nya. Wonogiri, berharap pada Tuhan saja Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed