|
Puncta 11 Juni 2026
Pw. St. Barnabas, Rasul Matius 5:20-26 atau RUybs NAMA aslinya adalah Yusuf. Ia lahir di Siprus sebagai keturunan Yahudi. Ia diberi nama baru, Barnabas oleh orang-orang yang mengenalnya karena perilakunya yang memberi semangat dan memberi penghiburan sehingga banyak orang bersukacita. Ia mempunyai visi ke depan yang baik dan berpikir positif terhadap orang lain. Hal ini nampak dari sikap penerimaannya terhadap Saulus. Ketika banyak orang Kristen awal mencurigai dan menolak Saulus, Barnabas justru mencari dia dan menjemputnya untuk karya penginjilan. Barnabas mendamaikan Saulus dengan pemimpin jemaat di Yerusalem. Barnabas juga yang menyatukan jemaat Antiokia dengan Yerusalem dalam masalah hukum sunat. Sesuai namanya, ia memberi penghiburan damai dan sukacita bagi semua orang sehingga jemaat tumbuh berkembang. Barnabas diutus untuk memimpin jemaat di Antiokia. Karena keteladanan dan tatakelolanya yang baik, maka gereja Antiokia berkembang pesat. Bahkan di Antiokhia inilah para pengikut Yesus pertama kali disebut 'Kristen'. Barnabas memimpin jemaat tidak dengan aturan kaku, tetapi dengan hati penuh kasih. Ia diminta untuk mengembangkan jemaat baru di Antiokhia. Ia tidak datang dengan niat akan mendisiplinkan mereka, melainkan seperti yang kita baca, 'ia datang dan melihat kasih karunia Allah, ia bersukacita dan ia menasihati mereka semua untuk tetap setia kepada Tuhan dengan pengabdian yang teguh.' Kalau tidak ada Barnabas, bisa jadi tidak ada Paulus yang mewartakan Injil kepada segala bangsa bukan Yahudi. Barnabas juga seorang pemimpin yang rendah hati. Setelah Paulus bertumbuh menjadi rasul hebat, Barnabas mundur dan namanya lama kelamaan tidak disebut. Semangat kepemimpinan Barnabas ini sesuai dengan sabda Kristus. Memimpin bukan soal kaku dan keras menjalankan hukum tetapi melakukannya dengan setulus hati dan sekuat tenaga. Yesus berkata: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Mari kita belajar dari Santo Barnabas, yang tulus ikhlas, rendah hati dan gigih mewartakan Kristus sampai mati sebagai martir di daerah asalnya sendiri, Siprus. Sepercik pantun buat anda: Kemarau panjang panasnya makin tinggi, Lebih panas hati buruh yang nunggu gaji. Barnabas orang yang jujur dan rendah hati, Mengorbitkan Paulus jadi rasul yang sejati. Wonogiri, menjadi Barnabas zaman ini Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed