|
Puncta 16 Juni 2026
Selasa Biasa XI Matius 5:43-48 VICTOR HUGO (26 Februari 1802 – 22 Mei 1885) adalah salah satu penulis aliran Romantisisme pada abad ke-19 dan sering dianggap sebagai salah satu sastrawan dan penyair terbesar Perancis. Salah satu novelnya yang paling monumental adalah “Les Miserables.” Dia mengajarkan nilai-nilai Injil seperti kasih sayang, pengampunan yang tiada batas dan mengasihi mereka yang kecil dan lemah. Nilai-nilai Injil dibadankan lewat tokoh-tokoh novelnya itu. Yang paling menonjol adalah karakter Jean Valjean. Jean Valjean walau pun telah dihukum selama delapan belas tahun dan disiksa berkali-kali di penjara oleh Kolonel Javert dan terus menerus diintai semua tindakan kejelekannya, namun Valjean tetap menghormati dan mengampuninya. Bahkan Javert merekayasa pengadilan palsu untuk menjatuhkan Valjean agar bisa menghukumnya kembali. Tetapi tokoh utama ini tak bergeming dalam usaha mengasihi orang yang membencinya dan mengarah kematiannya. Membaca sabda Yesus hari ini, kita bisa belajar dari tokoh imaginasi Victor Hugo yakni Valjean dalam buku “Les Miserables.” Ajaran Yesus tentang kasih dan pengampunan dilaksanakan dengan penuh keikhlasan. Dasarnya karena Valjean telah mengalami kasih dan pengampunan Tuhan. “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu,” demikian pesan Yesus kepada kita semua. Kasih dan pengampunan tidak hanya ada di dalam cerita novel. Tetapi bisa terjadi secara nyata. Santo Yohanes Paulus II mengampuni dan mendoakan Mehmet Ali Agca, yang pernah ingin membunuhnya dengan tembakan peluru di lapangan Basilika Santo Petrus pada 13 Mei 1981. Motivasi kita mengasihi dan mengampuni adalah kehendak Allah sendiri. Karena Allah telah mengasihi kita, maka kitapun diajak mengasihi sesama. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Menjadi pengikut Kristus memang harus beda dengan yang lain. Jadilah minoritas kreatif yang memberi warna positif bagi kehidupan bersama. Sepercik pantun buat anda: Banyak orang di negeri dongeng Konoha, Suka mengadu domba di panggung media. Orang-orang yang sering menghina kita, Belum tentu hidupnya sudah sempurna. Wonogiri, berdoalah bagi musuhmu Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed