Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Biji Sesawi dan Ragi

7/27/2026

0 Comments

 
Puncta 27 Juli 2026
Senin Biasa XVII
Matius 13:31-35

PARA orangtua pasti sangat menyadari dan mengalami bagaimana proses pertumbuhan anak-anaknya. Prosesnya terus berjalan tak bisa dihentikan.

Dari janin di kandungan, melahirkan bayi mungil, tumbuh menjadi anak yang lucu dan menyenangkan, kemudian dewasa dan tahu-tahu mereka akan segera menikah.

Pertumbuhan itu tidak kentara tetapi terus berjalan seiring waktu. Demikian juga Yesus menggambarkan Kerajaan Allah yang bertumbuh dan berkembang dalam perumpamaan biji sesawi dan ragi untuk adonan roti.

Kerajaan Allah ada di tengah-tengah kita tetapi kita tidak menyadarinya. Seperti biji sesawi yang sangat kecil tetapi jika ia sudah bertumbuh akan menjadi besar dan burung-burung bersarang di atasnya. 

Demikian juga dengan ragi yang dicampur dan diaduk dalam tepung, akan mengembang jadi besar.

Untuk dapat bertumbuh memerlukan proses yang lama dan ketekunan memeliharanya. Iman kita seperti biji sesawi yang ditaburkan atau ragi yang dicampur ke dalam adonan. 

Proses membuat roti itu perlu diaduk, dicampur, dipukul-pukul, bahkan dibanting agar ragi merata tercampur lalu dibakar.

Iman yang kuat juga sering mengalami proses lama dan berat. Beriman tidak hanya rajin ke gereja, doa, hapal sakramen, mengaku dosa sekali setahun. 

Tetapi sering mengalami kesulitan dan tantangan dari dalam maupun dari luar; ditolak, dicemooh, dihina dan dipersulit.

Itu semua adalah proses untuk mematangkan iman yang kuat. Tanpa proses seperti itu, roti tidak akan mengembang, iman tidak akan berbuah banyak. Iman terus dipupuk dengan tekun mewujudkannya dalam hidup sehari-hari.

Dari altar menuju pasar. Dari pengungkapan dalam doa, ibadat, liturgi dan devosi menjadi perbuatan nyata di tengah masyarakat. 

Dari rajin berdoa menjadi rajin membantu tetangga. Dari rajin mengunjungi sakramen Mahakudus menjadi rajin mengunjungi panti asuhan dan orang jompo atau orang yang sakit.

Dari hapal doa dan litani menjadi hapal nama-nama tetangga dan orang-orang di sekitarnya. Dari suka menerima komuni menjadi suka berbagi untuk sesamanya. Dari suka bergaul di gereja menjadi suka bergaul di masyarakat. 

Dengan memelihara iman seperti itu pasti lambat laun kita akan tumbuh berkembang. Kerajaan Allah tanpa kita sadari akan ikut berkembang di tengah-tengah kita. Mari kita terus memelihara dan merawat iman kita.

Sepercik pantun buat anda:

Ada koperasi berdampingan dengan kuburan,
Pembelinya butuh kain putih dan kemenyan.
Kalau kita semua ingin mengembangkan iman,
Siaplah rela berbagi dengan semua lapisan

Wonogiri, berproses demi pertumbuhan
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    July 2026
    June 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki