|
Puncta 14 Juli 2026
Selasa Biasa XV Matius 11:20-24 SETELAH upacara pemakaman Ayatollah Alie Khamenei, pemimpin Iran yang tewas oleh serangan Amerika beberapa bulan yang lalu, rakyat Iran mengecam dan mengancam akan mengadakan pembalasan kepada Amerika. Pemakaman yang dihadiri oleh jutaan orang itu bak demontrasi besar-besaran terhadap Amerika. Mereka membawa spanduk-spanduk yang bertuliskan pesan kecaman dan pembalasan kepada Donald Trump. Sebaliknya, Trump melalui media sosial juga mengancam Iran. Jika nyawanya terancam, dia telah menyiapkan ribuan rudal untuk menghujani kota-kota di Iran. Saling kecam dan saling ancam terjadi di kedua belah pihak. Tidak ada pihak yang mundur. Tidak ada pihak yang mau mengalah. Tidak ada usaha perdamaian. Tidak ada yang mau bertobat. Perundingan yang telah dilaksanakan antara keduanya gagal tak ada hasilnya. Semua saling mengancam dan ingin membalas dendam. Yesus mengecam beberapa kota yang tidak mau bertobat. Walaupun mereka telah melihat mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus, namun mereka tetap tegar tengkuk. Mereka tidak mau mengubah cara hidupnya untuk kembali kepada Tuhan. "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung,” sabda Yesus. Mukjizat di Tirus dan Sidon terjadi pada anak perempuan dari Siro Fenisia yang dibebaskan Yesus dari kerasukan setan. Di Kapernaum Yesus banyak melakukan penyembuhan dan pengusiran setan. Kapernaum adalah pusat pelayanan Yesus. “Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini,” tegas-Nya. Pertobatan diri dibutuhkan agar orang dapat menerima sabda Tuhan dan melaksanakannya. Orang tidak cukup hanya melihat mukjizat, tetapi tidak mau bertobat. Apa gunanya bisa melihat mukjizat kebangkitan orang mati, tetapi kalau tidak mau bertobat memperbaiki diri. Yesus mengajak kita melakukan pertobatan diri dan pembaharuan hidup agar dapat mengalami keselamatan yang kekal. Marilah membuka hati untuk bertobat. Sepercik pantun buat anda: Pak Jaksa mundur dengan hormat, Tapi dia ada catat MBG yang diembat. Jika kita tidak mau bertobat, Jangan harap bisa melihat mukjizat. Wonogiri, harus bertobat Rm.A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed