|
Puncta 26 Agustus 2026
Rabu Biasa XXI Matius 23:27-32 Cak Nun pernah membuat sajak berjudul “Pilih Kutang 36B atau Isinya 36B.” Demikian sajaknya: Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya. Maka, bedakanlah apa itu “BUNGKUS”-nya dan apa itu “ISI”-nya. “Rumah yang indah” hanya bungkusnya “Keluarga bahagia” itu isinya. “Pesta pernikahan” hanya bungkusnya “Cinta kasih, Pengertian, & Tanggung jawab” itu isinya. “Kekayaan” itu hanya bungkusnya, “Hati yang gembira” itu isinya. “Makan enak” hanya bungkusnya, “Gizi, energi, dan sehat” itu isinya. “Kecantikan dan ketampanan” hanya bungkusnya; “Kepribadian dan hati” itu isinya. “Bicara” itu hanya bungkusnya, “Kenyataan” itu isinya. “Buku” hanya bungkusnya; “Pengetahuan” itu isinya. “Jabatan” hanya bungkusnya, “Pengabdian dan pelayanan” itu isinya. “Pergi ke tempat ibadah” itu bungkusnya, “Melakukan ajaran agama” itu isinya. “Kharisma” hanya bungkusnya, “Karakter” itu isinya. “Rizqi” itu hanya bungkusnya. “Barokah” itu isinya. Utamakanlah isinya, serta tetaplah merawat bungkusnya dengan baik… Maaf kalau teman-teman dari tadi nunggu-nunggu mana tuh isinya kutang (bra) yang 36B, kok tidak muncul-muncul! Makanya… jangan lihat judulnya… Lihatlah Isi nya. Pesan moral dari sajak ini adalah jangan mudah terkecoh menilai orang hanya dengan melihat penampilan luarnya saja. Jangan menyimpulkan sebuah buku hanya dengan membaca judulnya. Yesus mengkritik kaum Farisi karena kemunafikan mereka. “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.” Mari kita hidup dengan tulus hati, tidak munafik seperti kaum Farisi yang kelihatan baik di luarnya tetapi kotor dan bau di dalamnya. Sepercik pantun buat anda: Membaca buku harus sampai dalamnya, Jangan menyimpulkan dari judul saja. Jangan terkecoh melihat luarnya saja, Tetapi lihatlah isi hati sedalam-dalamnya. Wonogiri, bertindak dengan tulus hati Rm.A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed